Membawa Anak Saat Kita Menuntut Ilmu, Ya Atau Tidak?

Beberapa waktu yang lalu saya sudah memposting materi pertama dalam Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch 2, yaitu yang berjudul Adab Menuntut Ilmu. Satu hal yang belum dibahas secara khusus pada materi tersebut, juga sewaktu sesi diskusi, adalah adab membawa anak ketika ibunya sedang menuntut ilmu.

Ini pertanyaan yang menarik dan relevan dikaitkan dengan kondisi sekarangs. Semakin banyak kegiatan pengajian/seminar/workshop/kelas edukasi dibuka untuk para ibu dengan berbagai tema yang bermanfaat, tetapi bagaimana dengan anak-anak ibu tersebut? Banyak topik acara yang justru cenderung menyasar ibu atau orangtua muda yang biasanya masih punya anak balita, seperti kesehatan keluarga, menyusui, memasak bekal yang sehat, make up praktis, dan pola pengasuhan (parenting).

Ada pula penyelenggara acara yang tegas menyebutkan bahwa peserta tidak diperbolehkan mengajak anak. Wajar, karena anak dengan segala aktivitasnya berpotensi membuyarkan konsentrasi. Peserta lain kan juga berhak mengikuti acara dengan tenang. Saya yakin maksudnya bukan hendak tak ramah anak, tetapi kan memang harus ada yang diprioritaskan.

Nah, kalau ada yang menjaga anak-anak di rumah sementara orangtuanya ikut kegiatan sih tak masalah, misalnya ada anggota keluarga lain yang diajak serta khusus untuk menemani dan tidak masuk ruangan acara jika ada tempatnya, atau memanfaatkan jasa profesional seperti pengasuh atau daycare. Namun, opsi ini tidak selalu tersedia. Sebagian ibu juga beralasan kasihan kalau kehilangan waktu kebersamaan dengan anak, khususnya yang masih ASI, walaupun ada yang memungkinkan dititipi.

Continue reading

NHW2 Kelas Matrikulasi IIP Batch 2

Tidak seperti sebelumnya, Nice Homework pekan kedua atau NHW 2 pada Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch 2 kali ini baru berhasil saya tuntaskan menjelang tenggat akhir. Pekan ini saya juga sedang mengikuti workshop dari kantor pusat sehingga fokus banyak tertuju ke sana.

Perlu konsentrasi penuh untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan, yang pastinya butuh pertimbangan yang lebih matang dan rincian yang perlu disesuaikan dengan kunci SMART:
– SPECIFIC (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND (Berikan batas waktu).

Continue reading

Materi Kelas Matrikulasi IIP Batch 2 Sesi II: Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2

🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; 3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak –;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang:

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Continue reading

Materi Kelas Matrikulasi IIP Batch 2 Sesi I: Adab Menuntut Ilmu

ADAB MENUNTUT ILMU

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

ADAB MENUNTUT ILMU

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak di antara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikit pun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU.

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya.

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horizontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Continue reading

NHW1 Matrikulasi Ibu Profesional Batch 2 Sesi I: Adab Menuntut Ilmu

Pekan lalu saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 2. Setelah selama ini hanya mengikuti postingan-postingan di dunia maya terkait aktivitas komunitas yang dipelopori oleh Ibu Septi Peni Wulandani ini (plus sekali hadir di Kuliah Umum IIP tahun kemarin), saya memutuskan untuk bergabung agar bisa belajar lebih jauh. Menilik dari judulnya berarti sudah ada batch sebelumnya ya, hasil googling sih telah dilaksanakan pada bulan Mei lalu. Lulusan kelas matrikulasi ini nantinya akan menjadi member resmi IIP (yang belum lulus masih berkesempatan mengikuti satu batch berikutnya, batch 3 akan diadakan pada bulan Januari 2017). Secara keseluruhan kelas matrikulasi diselenggarakan dalam bentuk postingan materi mingguan dan diskusi di grup whatsapp bagi pendaftar yang telah memenuhi syarat dan dibagi per wilayah, yang akan berlangsung selama sembilan sesi. Setelah materi tiap pekan diposting, peserta mendapatkan tugas berupa Nice Homework atau disingkat NHW yang jawabannya harus dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan menguatkan ilmu yang telah didapatkan.

14543791_1132579910183005_5086234165502081882_o-png

Untuk minggu pertama ini, materinya adalah Adab Menuntut Ilmu. Penting dan menarik, karena peserta diingatkan untuk menyaring informasi yang diperoleh, menghormati guru/pengajar dan sumber ilmu lain (seperti buku), mencari sumber ilmu yang kredibel, menghindari penyebarluasan tulisan tanpa mencantumkan sumber, sekaligus yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan diri sendiri, di antaranya untuk ikhlas dan bersungguh-sungguh. Sebelum beramal tentu kita harus memiliki ilmu tentang amalan tersebut, dan dalam mencari ilmu sepatutnya kita memahami terlebih dahulu adab atau etika/tata krama mencari ilmu. Mengutip dari materi yang diberikan, “adab tidak bisa diajarkan, adab hanya bisa ditularkan”. Apalagi dengan posisi sebagai ibu, harus menjadi teladan bagi anak-anak tentang bagaimana menjalankan adab tersebut saat menuntut ilmu.

Continue reading