Kata “healing” rasanya cukup sering kita dengar sebagai bagian dari percakapan sehari-hari. Walaupun, menurut pengamatan saya, frekuensi penggunaan istilah ini malah sudah menurun dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Healing pada masanya sempat menjadi “mantra wajib” di media sosial, yang justru merujuk pada kegiatan pemulihan diri secara psikologis ketimbang psikis.
Seringnya, healing diartikan sebagai “me time” yang diisi dengan kegiatan refreshing yang ternyata memerlukan biaya, seperti ke salon, belanja, traveling, atau ngopi-ngopi cantik di kafe yang estetik. Namun, apa iya aktivitas seperti ini dapat memulihkan diri kita? Atau justru menjadi suatu pelarian semata?
Tanggal 12 kemarin saya mengikuti kajian muslimah daring yang secara khusus mengangkat tema Self-Healing: Menjadi Muslimah Tangguh, Tenang, dan Ikhlas. Narasumbernya adalah Teh Novie Ocktaviane Mufti, M.Psi., Psikolog. Teh Novi merupakan psikolog yang dengan telaten memadukan ilmu psikologi dengan nilai-nilai agama Islam, khususnya lewat @healyourself.id yang ia dirikan.


