Tantangan Level 8 (Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini) Hari 3

Tantangan Level 8 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, Hari 3, 16 September 2017

Kemarin kami membaca ulang sama-sama buku Pengalaman Seruku di Hotel. Fathia memang kerap menyebut-nyebut serunya menginap di hotel, yang pernah beberapa kali kami lakukan. Tentu tidak bisa juga kami sering-sering melakukan hal tersebut. Sambil membaca ulang, saya menggali lebih lanjut topik yang diceritakan di tiap halaman. Misalnya tentang kapan check in dan check out, apa saja benda yang boleh dibawa pulang atau dipakai gratis di kamar dan mana yang bisa membuat kita harus membayar jika mengambil, dst. Agar lebih jelas, saya mencoba mengonversikan tarif menginap dengan harga susu mereka.

Tantangan Level 8 (Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini) Hari 2

Tantangan Level 8 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, Hari 2, 15 September 2017

Kepulangan saya dari kantor kemarin menjelang senja disambut oleh suasana gelap di gang sekitar rumah. Rupanya listrik mati. Terus terang kalau mati listrik begini jadi mati gaya, ya. Khawatir anak-anak jadi rewel karena gerah dan nyamuk. Apalagi Fahira ternyata sedang demam, gantian dengan kakaknya yang demam sehari sebelumnya. Tapi ya sudah, tetap harus semangat, kan? Listrik sempat menyala dua kali masing-masing lima menitan, dan baru benar-benar hidup pukul 23.

Di antara waktu itu, saya bermaksud melanjutkan sesi ‘kasih makan kelinci dan kupu-kupu’ kemarin. Sambil menyuapi celengan berbentuk hewan yang mereka buat beberapa waktu yang lalu itu dengan uang logam, ┬ákami bertiga (Fahira walaupun demam tapi masih tetap semangat). Obrolan kami berlanjut ke konsep rezeki. Uang yang ditabung itu dari mana sih asalnya? Mungkin yang kasih bunda atau ayah, tapi asalnya tetap dari Allah. Allah yang memberi rezeki, ada yang berupa uang, kesehatan, kesempatan…. Fathia sempat bertanya siapa yang membuat uang, jadi saya terangkan bahwa Allah yang membuat manusia jadi berilmu dan bisa mencetak uang. Dulu orang memakai sistem barter, tapi agar lebih memudahkan dan menyamakan nilai maka dibuatlah mata uang. Mata uang ini bisa berbeda-beda di tiap negara.

Tantangan Level 8 (Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini) Hari 1

Tantangan Level 8 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini, Hari 1, 14 September 2017

Kemarin saya hendak memulai menjalankan tantangan hari pertama dengan cara mengajari anak-anak menabung. Kebetulan, minggu lalu saya membuatkan celengan untuk anak-anak dari kardus bekas. Waktu itu sih rencananya untuk pengenalan huruf dan angka dengan cara menyuapkan kepingan wortel dan ikan dengan angka/huruf ke ‘celengan’ yang berbentuk kelinci dan kepiting. Inspirasinya dari buku Kreasi Asyik Muslim Cilik (Azka Madihah). Tapi bentuk kepiting ternyata kemudian diganti sendiri oleh Fathia menjadi kupu-kupu.

Baru juga saya mengambil dompet berisi uang, Fathia mengeluh pusing. Badannya memang sedang hangat, diiringi serangan batuk yang agak mengganggu. Jadi saya beralih fokus membantunya merasa lebih nyaman. Rupanya Fahira telanjur antusias dengan dompet yang saya letakkan, dan ia berusaha membuka sendiri. Maka meluncurlah pertanyaan-pertanyaan kritis dari Fahira, ini uang berapa? Isi yang mudah diambil olehnya hanya lembaran uang sepuluh dan dua puluh ribuan, masing-masing satu. Pertanyaan ‘berapa’ itu jadinya berulang-ulang saja ia sampaikan dengan jawaban yang juga berulang. Saya mencoba memberi gambaran, uang segitu bisa untuk beli barang A, B, atau C.