Lagu-Lagu dengan Judul Bahaduri

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring VI, bahaduri adalah kata sifat yang berarti bersifat pahlawan (satria); bersifat gagah berani. Kata ini diserap dari bahasa Persia, yang kemudian juga menjadi kosa kata Melayu klasik.

Terdapat beberapa lagu yang menggunakan kata bahaduri ini dalam judulnya. Yuk, simak satu persatu.

Continue reading

Aneka Versi Lagu Golden dari KPop Demon Hunters

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, coba angkat tangan, siapa yang anaknya ter-GoldenGolden? Atau jangan-jangan malah diri sendiri yang masih terkenang keseruan cerita dan terngiang terus lagu-lagu pengiring film KPop Demon Hunters? Ada yang sudah bosan mungkin, karena harus mendengarkan lagu seperti Golden dan Soda Pop untuk kesekian ratus kalinya, seperti beberapa konten yang muncul di media sosial? Atau justru tanpa sadar sering menyenandungkannya (seperti saya) karena memang lagu-lagunya enak didengar?

Film produksi Sony Pictures Animation untuk OTT Netflix ini mengisahkan tiga gadis anggota grup vokal HUNTR/X yang punya identitas rahasia sebagai pembasmi iblis. Terdapat pengisi suara yang berbeda di balik para tokoh ini. Ada pengisi suara dialog atau para aktris yang menghidupkan karakter saat berbicara, yaitu Arden Cho sebagai Rumi, May Hong sebagai Mira, dan Ji-young Yoo sebagai Zoey. Dan ada pula para pengisi suara nyanyian (singing voices), yaitu EJAE untuk Rumi, Audrey Nuna untuk Mira, dan Rei Ami untuk Zoey.

Meski rilis global filmya sendiri sudah beberapa bulan yang lalu, tepatnya 20 Juni 2025, tetapi gaungnya memang masih terasa hingga kini. Apalagi tanggal 7 Oktober lalu para pengisi suara nyanyian untuk ketiga tokoh utama HUNTR/X yaitu EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami menggebrak panggung The Tonight Show Starring Jimmy Fallon. Dan ternyata ini adalah penampilan live perdana mereka bertiga secara penuh, loh. Memang, tanggal 4 Oktober mereka sempat menyanyi di talk show tenar lainnya yaitu Saturday Night Live (SNL), tetapi “hanya” di akhir sketsa untuk membawakan versi singkat dari lagu Golden.

Continue reading

Lagu-Lagu yang Ternyata Bercerita tentang Anak

Sebelum ini saya sempat menulis di blog soal lagu-lagu Phil Collins yang banyak dibawakan ulang oleh penyanyi lain. Salah satunya adalah You’ll be in My Heart. Kalau mengikuti perjalanan lagu ini sejak awal, pasti kita tahu bahwa liriknya ditujukan untuk Lily Collins, sang “Emily in Paris” yang juga putri musisi asal Inggris tersebut. Minimal, dari film yang memasang lagu ini sebagai pengiring yaitu Tarzan, cukup mudah ditangkap bahwa lagunya berisi pesan menenangkan dari orang tua kepada anak.

Kata-kata seperti dalam lirik lagunya “for one so small, you seem so strong” juga menandakan bahwa pihak yang dituju dalam lagu tersebut masih kecil atau anak-anak. Namun, versi NIKI yang belakangan ini viral membuat lagu ini jadi seperti punya makna lain, yaitu cinta kepada pasangan. Dengan imej NIKI yang dekat dengan anak muda, You’ll be in My Heart bisa ditafsirkan sebagai kata-kata manis dari seseorang yang tengah jatuh cinta kepada pujaan hati.

Continue reading

Cover Lagu-Lagu Populer Phil Collins Selain You’ll Be in My Heart

Saat mudik lebaran kemarin saya sempat membuka-buka kembali lemari penyimpanan kaset milik alm. Papa. Mata saya tertumbuk pada sebuah nama yang tertera pada beberapa sampul kaset di situ. Phil Collins. Pria asal London, Inggris ini merupakan salah satu penyanyi favorit Papa, baik sebagai solois maupun anggota (vokalis dan penggebuk drum) band Genesis yang tenar pada era ’70-an hingga ’80-an. Koleksi kaset Phil Collins dan Genesis Papa terbilang lengkap, termasuk beberapa yang saya belikan semasa sekolah.

Salah satu kaset Phil Collins koleksi Papa

Salah satu kaset Phil Collins koleksi Papa

Karena seringnya Papa memutar lagu-lagu Phil Collins waktu itu, saya pun jadi akrab dengan sejumlah judul lagu andalannya. Saya terutama menyukai “A Groovy Kind of Love” (OST film Buster, dirilis 1988) dan Another Day in Paradise (dari album …But Seriously, 1989) untuk lagu solonya, juga “Hold on My Heart” dari Genesis. Lagu duetnya bersama Marilyn Martin, “Separate Lives” yang saya temukan pada salah satu album kompilasi yang saya lupa judulnya, juga amat menarik.

Continue reading

Haru dan Cerianya Drama Musikal Keluarga Cemara

“Di sini juga tak apa 
Asalkan saling punya 
Begini juga tak apa 
Karena kita bersama”

Lantunan suara emas Galabby “Abby” Thahira dalam lagu “Karena Kita Bersama” malam itu sukses membuat saya menitikkan air mata. Galabby yang berperan sebagai Emak menyanyikan lagu ini dengan penuh power, sedikit berbeda dengan versi Bunga Citra Lestari yang melantunkannya untuk salah satu pengiring adegan dalam Keluarga Cemara layar lebar tahun 2018. Jika versi BCL lebih lembut, lirih, dan menenangkan, versi Galabby bernada menguatkan dan meyakinkan. Saya membayangkannya laksana induk singa, siap melindungi keluarga apa pun yang terjadi. Apalagi di panggung, ceritanya saat itu Abah memang sedang perlu penguatan lebih bahwa ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga yang dipimpinnya.

Menonton Musikal Keluarga Cemara di Ciputra Artpreneur

Menonton Musikal Keluarga Cemara di Ciputra Artpreneur

Continue reading

Writober 7: Haruskah Kita Menjadi Wanita Sehalus Sutra Dewangga?

Seindah warna semungil melati
Dikau cemerlang wanita
Semerbak wangi sejinak merpati
Dikau senandung di cita

Gerak gayamu ringan
Memikat hati muda teruna
Mekar bersinar menyilaukan mata
Halus wanita bak sutra dewangga
Senyummu meruntuhkan mahkota

Kutipan di atas adalah lirik lagu Wanita ciptaan Ismail Marzuki, tembang lawas (1948) yang kembali populer ketika dinyanyikan lagi oleh Afgan dalam rangkaian lagu pengiring film Soekarno: Indonesia Merdeka (2013).

Continue reading

The Moon Represents My Heart

[Repost dari postingan di Multiply, Juli 2010]

Beberapa hari ini laptop atasan saya mengumandangkan lagu-lagu Kenny G. Salah satunya yang langsung bikin saya ‘mak dheg’ adalah The Moon Represents My Heart alias Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, sebuah lagu legendaris yang awalnya dipopulerkan mendiang Teresa Teng.

Kendati versi Kenny G tetap menghadirkan suasana melankolis, toh bagaimanapun versi aslinya lebih melekat di benak saya. Lebih tepat lagi sebetulnya versi yang disuarakan oleh alm. pakdhe Tanto, kakak tertua mama yang meninggal Mei tahun lalu.

Continue reading

Bersenang-senang di Paris dengan Generasi Z

You look so proud standing there with a frown and a cigarette

Posting pictures of yourself on the Internet

Lagu “Paris” dari The Chainsmokers pertama kali saya dengar diputar di sebuah radio pada suatu hari libur. Satu-dua kalimat di dalam syairnya, setelah dicermati, sedikit mengingatkan saya pada lagu “Sahabat Sejati” dari Sheila on 7. Coba simak larik lagu tersebut berikut ini:

“Kita s’lalu berpendapat kita ini yang terhebat

Kesombongan di masa muda yang indah”.

Continue reading

Rindu Tersampaikan lewat Lagu

Malam Minggu kemarin kami menghadiri pesta pernikahan sepupu jauh saya di bilangan Kalibata. Seperti umumnya resepsi di kalangan keluarga besar saya, para tamu dihibur dengan alunan gending Jawa, dengan sinden dan gamelan lumayan lengkap pula. Salah satu tembang yang mengalun adalah Yen ing Tawang Ana Lintang. Tembang yang dipopulerkan oleh Waldjinah ini sempat saya masukkan dalam daftar lagu-lagu yang bertema kerinduan. Dulu saya kira liriknya mencerminkan rasa kangen antara sepasang kekasih atau suami istri, tetapi belakangan saya membaca artikel yang penjelasannya berbeda.

Dari sini saya peroleh informasi bahwa sejatinya lagu tersebut digubah oleh pak Andjar Any saat menunggu kelahiran buah hatinya. Bintang, awan, dan bulan yang disebutkan dalam tembang adalah benda-benda langit yang menjadi saksi penantian beliau. Kegundahan yang tertuang adalah karena harap-harap cemas apakah istri maupun bayinya selamat dalam proses persalinan. Ternyata, bayi yang terlahir adalah bayi perempuan. Maka sapaan ‘Nimas‘ dan ‘Cah Ayu’-lah yang digunakan dalam tembang. Sehingga menjadi kurang tepat jika ada biduanita yang mengubah sapaan ‘Nimas‘ dan ‘Cah Ayu‘ dalam syair lagu tersebut dengan sapaan untuk lelaki seperti ‘Kangmas‘ atau ‘Cah Bagus‘.

Continue reading

Lagu-lagu LDR

Ini daftar lagu-lagu mengenai Long Distance Relationship (LDR) yang pernah saya sebut dalam buku Long Distance Love (Lingkar Pena Publishing House, 2009). Tentunya dalam tujuh tahun ini banyak lagu baru dengan tema serupa ya, hubungan jarak jauh dan lagu-lagu tentang kangen. Sekilas kayaknya saya pernah tahu lagu Aura Kasih, Raisa, dan Ran tentang jauh-jauhan ini. Tapi belakangan sudah jarang mengikuti perkembangan lagu-lagu terbaru :D, jadi kapan-kapan sajalah update daftarnya.

Belum semua saya pernah dengar sebetulnya sih, sebagian cuma hasil googling karena banyak ternyata yang posting di forum dalam maupun luar dalam rangka cari atau kasih referensi lagu-lagu seputar rasa rindu. Rindu di sini lebih spesifik lagi rindu pada pasangan yang sedang berada di tempat lain, bukan rindu memiliki seseorang yang belum teraih atau rindu pada mantan, hehehe.

1. I Miss U (Incubus)
2. Leaving on a Jetplane (Chantal Kreviazuk)
3. Lagu Rindu (Kerispatih)
4. Rindu Ini (Warna)
5. Kangen (Dewa 19/Chrisye & Sophia Latjuba)
6. Kangen (Maliq & d’Essentials)
7. Merindukanmu (Minoru)

Continue reading