Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 9

Kemarin (9/12) saya membuat dongengnya lebih interaktif untuk anak-anak. Jadi saya menceritakan bagian awal, lalu anak-anak saya ajak menentukan kelanjutan ceritanya. Di rumah masih banyak balon dari acara yang kami datangi minggu lalu, jadinya itulah yang kami pakai untuk properti. Ceritanya, ada anak yang punya balon banyak. Ketika ada anak lain yang minta, dia masih mau berbagi. Namun, ketika balonnya tinggal satu dan ada anak lain yang lebih kecil merengek pada orangtuanya minta balon ketika melihat balonnya, padahal di sekitar tidak ada yang berjualan, tetapi tidak minta secara langsung padanya, apa sikapnya? Bagaimana pula jika ada anak yang lebih besar yang meminta balon dengan nada memaksa? Adakah perbedaan perasaan ketika menghadapi situasi yang berlainan ini?

Untuk dongeng tanggapan, saya bercerita tentang usus yang kepayahan harus menggiling apa ketika anak tidak mau makan. Akibatnya, bisa sakit perut dan lemas juga karena badan kekurangan energi. Anak-anak dengan semangat menasihati boneka harimau yang tidak mau makan, semuanya ulangan dari nasihat saya/ayah/eyang mereka, bukti bahwa mereka sungguh-sungguh menyimak dan merekam, walaupun belum tentu langsung mau menurut :D.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 8

Kemarin (8/12) saya bercerita tentang lebah, kebetulan ada dua kipas berbentuk lebah di rumah yang saya jadikan semacam wayang untuk alat bantu cerita.

Labi lebah bosan karena sehari-hari ia cuma bisa bermain di sore hari, karena kalau pagi hingga menjelang sore dia harus bekerja mencari dan menyimpan madu. Tidak seperti adiknya yang bisa main seharian, karena memang belum waktunya diberi tugas mencari madu. Maka Labi berpikir, bagaimana kalau dia seharian saja mencari madu, sampai mendekati malam, supaya besoknya dia bisa main seharian. Menurut perhitungannya, madu yang didapatkan setara antara mencari dua hari dengan jadwal yang biasa dibandingkan dengan seharian penuh. Ide itu dilaksanakan oleh Labi, dengan semangat ia lanjut mencari madu walaupun teman-temannya sudah istirahat. Teman-temannya juga sudah mengingatkan, tapi ia bersikeras. Akibatnya Labi jatuh sakit keesokan harinya. Inilah perlunya mengatur waktu sesuai dengan porsinya.

Karena tanggal itu Fahira berulang tahun, maka saya sekalian menitipkan pesan tentang ‘anak besar’ dengan tanggung jawab yang juga bertambah atau seharusnya membaik, seperti mengikuti jadwal sehari-hari dan membereskan mainan sendiri.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 7

Terinspirasi dari dua buku cerita tentang tantangan mengajak anak tidur, kemarin (7/12) saya mendongeng dengan jari-jari tangan tentang keluarga gajah. Semula saya hendak memerankan tokoh ibu gajah dengan tangan kiri dan anak gajah dengan tangan kanan, tapi Fahira menyela, minta saya jadi ayah dan bundanya saja, sedangkan ia memerankan anak gajah dengan jari-jarinya. Kami gabung kedua cerita dari kedua buku ditambah improvisasi sana-sini, di mana anak gajah selalu punya alasan untuk tidak tidur awal. Pelajaran juga sebenarnya bahwa anak suka rutinitas. Kalau sampai ada yang terlupa dilakukan hingga anak jadi harus meminta-minta aktivitas ini itu (kalau di buku ada minum susu, minta selimut, didongengi), artinya orangtua juga yang perlu membenahi manajemen waktu.

Kalau waktu mendongengnya sih Fahira jelas bersenang-senang dengan menyebutkan alasan-alasan untuk tidak tidur cepat. Hasilnya, anak gajah keesokan harinya bangun kesiangan, dan ternyata sendirian di rumah. Ia menemukan pesan bahwa ayah dan bundanya pergi dulu karena ada keperluan penting, makanan sudah disiapkan. Tadinya hendak mengajak anak gajah tetapi karena sulit dibangunkan jadi ditinggal dulu. Anak gajah pun menyesal.

Saya menjelaskan kalau anak-anak manusia mungkin tidak akan ditinggalkan semudah anak hewan (bukan tega ya, tapi memang polanya beda kan, dan toh seringnya induk hewan tetap kembali lagi). Namun, hampir selalu ada konsekuensi atas tindakan yang diambil, termasuk jika tidak taat pada jadwal aktivitas sehari-hari yang sudah disepakati.

Sedangkan Fathia bercerita tentang latihan drum band di sekolah. Jadi saya mendongeng soal alat-alat drum band yang ceritanya saling menyombongkan diri akan bunyinya yang bagus. Maka mereka bersaing membunyikan diri sekeras-kerasnya, yang membuat lagu justru menjadi tidak karu-karuan. Di sinilah perlunya saling melengkapi dan bekerja sama.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 6

Kemarin (6/12) saya memakai tokoh pensil warna untuk dongeng ke anak-anak. Pensil merah, biru, dan kuning bermain bersama, meskipun tetap sendiri-sendiri. Pensil merah menggambar bunga mawar, pensil kuning menggambar jeruk, pensil biru menggambar tas. Lalu pensil merah ingin menggambar wortel, walaupun warnanya kurang pas. Pensil merah tetap jalan terus menggambar wortel dan mewarnainya, sampai dirinya bertabrakan dengan pensil kuning di atas kertas. Pensil kuning sedang terlalu asyik menggambar pisang rupanya. Pensil kuning sibuk minta maaf, tetapi pensil merah malah memperhatikan sesuatu: gambarnya yang tercoret pensil kuning justru jadi memunculkan warna yang tepat untuk wortel yang ia gambar! Maka pensil merah mengajak pensil kuning mewarnai bersama-sama. Pensil biru juga jadi tertarik mencoba-coba, dan dengan gembira mereka menemukan bahwa kerja sama mencampurkan warna bisa menghasilkan warna baru yang menarik.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 5

Setelah tokoh-tokoh hewan, tumbuhan, dan benda langit, kemarin (5/12) saya tertarik menggunakan tokoh kendaraan untuk mendongeng. Pemicunya adalah permainan yang sedang anak-anak lakukan. Maka saya bercerita tentang mobil-mobil yang bersahabat.

Sebagai catatan, walaupun anak-anak pernah beberapa kali menonton berbagai serial kartun yang memiliki tokoh para kendaraan, tetapi paparannya tidak cukup banyak untuk membuat mereka hafal akan tokoh maupun jalan ceritanya. Jadi saya tidak terlalu terbeban dengan pola penokohan yang sudah ada.

Berhubung saya sedang terburu-buru, jadinya sesi mendongeng pun teramat singkat. Intinya sih ada mobil oranye yang berteman dengan mobil putih dan beberapa mobil lainnya. Pagi hari mereka biasanya berkumpul di taman yang menyediakan tiruan jalan raya.

Saat mengobrol, mereka awalnya bicara tentang tugas sehari-hari, tetapi akhirnya mengarah ke pamer. Merasa lebih canggih fiturnya, lebih banyak membantu orang yang hendak bepergian, dan lebih sering diajak foto oleh anak-anak.

Jadi kalau di cerita dua hari yang lalu ada kisah tentang perasaan minder dan iri akan keberhasilan orang lain, sampai merasa diri tidak punya manfaat. Kali ini sebaliknya, kelewat percaya diri juga bisa menjerumuskan.
#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 4

Belum sempat saya siap-siap, kemarin (4/12) Fahira sudah nodong minta didongengi. Malah, permintaannya spesifik, yaitu agar saya mengulangi cerita mainan yang tidak dibereskan hingga bikin tersandung. Ya sudah, saya turuti saja. Fahira pun menurut ketika saya minta ia ikut berperan.

Suatu hari, tikus bermain-main. Ia suka berpura-pura sedang berjualan, jadi yang ia ‘gelar’ pun banyak, dari dedaunan, ranting kering, sampai batu dan buah-buahan betulan. Main sendiri pun asyik, kok. Tapi rupanya apa yang dia lakukan mengundang kecelakaan. Gajah yang sedang mengantuk tersandung bebatuan yang disusun oleh tikus, dan terluka. Saya menambahkan detil yang dua hari yang lalu tidak ada, yaitu memberikan pertolongan pertama mulai dari membersihkan luka hingga mengobati. Setelah tenang, baru dialog minta maaf dan saran agar hati-hati, tanpa terkesan menyalahkan.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 3

Bu Elly Risman sering mengingatkan bahwa memberikan nasihat saja belum cukup untuk membekali anak-anak. Agar lebih mantap tertanam, orangtua bisa melakukan hal lain seperti memberi contoh secara konsisten. Selain itu, bisa juga lewat bermain peran dengan skenario yang mendekati aslinya.

Kemarin (3/12) saya ingin menyelipkan pesan seputar perlunya waspada di tempat umum. Dengan tangan, saya membentuk tokoh kelinci dan ular. Kelinci ceritanya sedang main agak jauh dari rumah. Karena asyik main, ia baru sadar jika perutnya lapar. Ketika kelinci sedang mengelus-elus perutnya, ia dikejutkan oleh munculnya ular. Bukan 2F namanya kalau tidak bikin jalan cerita sempat belok dulu. Mereka dengan semangat justru mengajukan tokoh ular dengan tangan masing-masing, langsung berakting dengan suara yang dibuat-buat menyeramkan. Maka si kelinci juga jadi sempat langsung kabur melihat begitu banyak ular.

Ketika kami sudah puas tertawa dengan improvisasi dadakan itu, baru deh lanjut lagi. Ular menawarkan makanan untuk kelinci, dan kelinci yang lapar hampir menerima tawaran itu. Namun kelinci tiba-tiba ingat pesan ibunya untuk berhati-hati terhadap tawaran orang yang tak dikenal. Ia memilih menolak dan segera melarikan diri.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 2

Masih belum kunjung menemukan semesta baru yang lebih khusus, lagi-lagi saya memakai latar sehari-hari untuk dongeng kemarin (2/12). Ceritanya tentang tikus (boneka yang lagi jadi favorit yang ini, soalnya) yang bermain di tengah jalan. Bukan jalan permukiman memang, lebih ke jalan setapak di padang rumput. Nah, karena mainannya berserakan di tengah jalan, kelinci yang lewat tersandung mainan itu. Kelinci jatuh dan ternyata luka. Di sini Fahira kembali sibuk menyarankan pertolongan pertama, sedangkan Fathia lebih memilih menunggu dulu jalan cerita berlangsung, baru berkomentar.

Untuk dongeng sebagai respon, saya memanfaatkan gambar yang Fathia bawa pulang dari sekolah. Gambar itu menjelaskan tentang bagian-bagian pohon sesuai tema bulan lalu, tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi lain seperti matahari. Saya bercerita tentang bunga dan matahari yang saling mendambakan bertukar posisi. Bunga cantik dan punya banyak teman, sedangkan matahari tampak menakjubkan dengan banyak manfaat. Dari situ kami menggali lagi tentang keunikan masing-masing diri dan bagaimana mensyukuri peran masing-masing.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 1

Tantangan kali ini gampang-gampang susah. Saya mengaku suka menulis, termasuk fiksi, walaupun belakangan ini jarang menulis fiksi. Kalau cerita ke anak-anak pun, lebih sering saya mengandalkan baca buku. Bukan kenapa-kenapa…takut salaaah. Apalagi kalau sudah soal pesan moral, sejarah dst-nya. Pakai buku aja disaring dulu kok, padahal sebelum diterbitkan (kebanyakan, harusnya) sudah melalui proses editing dan pertimbangan penerbit, kan?

Aslinya sih sudah mulai tancap gas praktik mendongeng begitu materi diberikan, alhamdulillah anak-anak kok ya betah melek walaupun saya hari-hari itu sedang lembur melulu. Tapi ya selesai mendongeng, saya ikutan tidur :D, boro-boro mau setor laporan tantangan. Ya sudah, lewat deh beberapa hari tantangan. Semoga bisa konsisten untuk belasan hari ke depan. 

Kemarin (1/12), saya mendongeng dengan tujuan anak-anak ingat untuk minta izin atau laporan dulu ke orangtua kalau hendak bepergian. Tokohnya sih boneka-boneka yang ada di rumah saja, kali ini boneka tikus dan ayam. Mereka pulang sekolah bersama, lalu ayam tertarik main ke rumah tikus karena tikus punya mainan baru. Ternyata ayam betah main di rumah tikus sampai lupa waktu. Ibu tikus muncul, lalu mengabarkan bahwa ibu ayam mencari-cari anaknya yang belum pulang-pulang. Ayam pun sadar kalau dia sudah membuat ibunya khawatir. 

Singkat, tapi kenyataannya tidak sebentar juga waktu yang diperlukan. Apalagi ada Fahira yang suka tiba-tiba nyeletuk mengomentari jalan cerita atau justru bertanya, lalu kakaknya protes kenapa ceritanya diinterupsi, dan ini bisa berulang kali terjadi. Asyik sih, ceritanya jadi interaktif gitu, hahaha. Kadang saya juga sengaja memancing anak-anak ikut berpartisipasi, misalnya menebak jalan cerita atau memberi usul tindakan si tokoh.

Untuk tantangan mendongeng berdasarkan pertanyaan atau cerita anak, saya mengeksplorasi cerita Fathia tentang temannya yang biasa membeli bekal makanan ringan di warung depan rumah. Lewat tokoh harimau, kami berdiskusi soal plus minus jajanan yang tersedia di sekitar. Bukan nggak boleh jajan kok, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Sepertinya cerita di atas juga masih kurang imajinatif, ya. Kenapa juga harus pakai tokoh binatang, gitu, padahal kan bisa tokohnya anak-anak ‘biasa’. Tapi berhubung sepertinya tokoh binatang lebih menarik bagi anak-anak, jadi ya anggap saja termasuk dongeng ya, karena hewannya jadi berlaku layaknya manusia, kan fiksi jadinya… Memang lebih pasnya kalau pakai ‘universe’ sendiri ya, seperti waktu itu kang Adhitya Mulya pernah berbagi di sesi #TUMNgopiCantik, yang belum kunjung kelar draft blognya saya rapikan T_T. Mumpung ini temanya pas, mau diberesin, ah.
#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Aliran Rasa Materi Level 9 Kelas Bunda Sayang IIP – Think Creative

Kaget boleh, tapi jangan lama-lama. Segera kunyah, cerna, pahami, susun prioritas dan ambil tindakan. Demikianlah yang saya lakukan ketika Tantangan 10 Hari untuk materi Level 9 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional dimulai. Sebagaimana yang sudah saya tuliskan di sini, peserta benar-benar dituntut untuk kreatif. Apalagi kalau ingin anaknya jadi anak yang kreatif, pastilah orangtuanya harus lebih kreatif. Di sisi lain karena saya lebih suka ada petunjuk yang lebih jelas (kecuali kalau ide awalnya datang dari diri saya sendiri), jadinya memang sempat bingung dengan tantangan minim instruksi ini.

Alhamdulillah-nya, sekarang di kantor ada tandem untuk bertukar pikiran tentang IIP secara offline, dengan situasi yang hampir serupa (ibu bekerja dst). Jadi saya tidak kelamaan galau mau bikin ‘laporan’ apa atau merancang kegiatan apa yang masuk kriteria yang diminta. Sebagian tantangan saya terjemahkan sebagai kreativitas saya dalam mengelola waktu bersama anak-anak, lainnya berupa aktivitas yang saya harapkan membangkitkan kreativitas anak-anak. Bahkan sejumlah ‘kegagalan’ juga akhirnya saya tuliskan, karena saya memaknai tantangan kali ini adalah bagaimana kita mencari cara untuk mengasah kreativitas dan menikmati prosesnya, meski hasilnya bisa bervariasi.

Ternyata tipe tantangan seperti ini memang jadinya sungguh-sungguh memicu para peserta untuk menjadi kreatif, termasuk untuk jeli mengamati aspek apa dari suatu kegiatan yang bisa dilakukan dengan lebih baik dengan tujuan kian mendekatkan diri. Bersyukur juga dapat tantangan ini, sebagaimana diskusi saya dengan teman seruangan yang sekaligus senior saya, karena sesungguhnya tantangan untuk kreatif itu senantiasa ada, hanya saja mungkin kita yang belum menyadarinya. Dengan ‘ditantang’ begini, ada semangat yang lebih, dan semoga semangat itu juga tetap bertahan selepas tantangan 10 hari selesai.