Membawa Anak Saat Kita Menuntut Ilmu, Ya Atau Tidak?

Beberapa waktu yang lalu saya sudah memposting materi pertama dalam Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch 2, yaitu yang berjudul Adab Menuntut Ilmu. Satu hal yang belum dibahas secara khusus pada materi tersebut, juga sewaktu sesi diskusi, adalah adab membawa anak ketika ibunya sedang menuntut ilmu.

Ini pertanyaan yang menarik dan relevan dikaitkan dengan kondisi sekarangs. Semakin banyak kegiatan pengajian/seminar/workshop/kelas edukasi dibuka untuk para ibu dengan berbagai tema yang bermanfaat, tetapi bagaimana dengan anak-anak ibu tersebut? Banyak topik acara yang justru cenderung menyasar ibu atau orangtua muda yang biasanya masih punya anak balita, seperti kesehatan keluarga, menyusui, memasak bekal yang sehat, make up praktis, dan pola pengasuhan (parenting).

Ada pula penyelenggara acara yang tegas menyebutkan bahwa peserta tidak diperbolehkan mengajak anak. Wajar, karena anak dengan segala aktivitasnya berpotensi membuyarkan konsentrasi. Peserta lain kan juga berhak mengikuti acara dengan tenang. Saya yakin maksudnya bukan hendak tak ramah anak, tetapi kan memang harus ada yang diprioritaskan.

Nah, kalau ada yang menjaga anak-anak di rumah sementara orangtuanya ikut kegiatan sih tak masalah, misalnya ada anggota keluarga lain yang diajak serta khusus untuk menemani dan tidak masuk ruangan acara jika ada tempatnya, atau memanfaatkan jasa profesional seperti pengasuh atau daycare. Namun, opsi ini tidak selalu tersedia. Sebagian ibu juga beralasan kasihan kalau kehilangan waktu kebersamaan dengan anak, khususnya yang masih ASI, walaupun ada yang memungkinkan dititipi.

Continue reading