Tantangan Level 9 Kelas Bunda Sayang IIP (Think Creative) – Hari 4

 

Kemarin (06/11) anak-anak masih lanjut berebut boneka kaos kaki yang saya belikan pada Festival Dongeng Internasional Indonesia sehari sebelumnya, juga balon yang kami peroleh dari acara tersebut. Dalam keadaan capek sepulang kantor, kadang pertengkaran seperti itu kian menambah kelelahan saya. Menjaga agar nada suara tidak meninggi adalah PR tersendiri. Tadinya saya menerapkan konsekuensi seperti barang bisa diambil dari anak-anak kalau mereka tidak bisa mempertahankan haknya (kalau mainan itu memang jatah mereka) atau meminta izin dengan baik. Namun perkataan seorang teman menyadarkan saya, kalau diberi sanksi seperti itu, bagaimana dengan konsep kepemilikan yang seharusnya juga dipahami betul oleh anak? 

Yang saya lakukan, pertama adalah mengusir rasa baper. Kedua, menggali lagi materi komunikasi produktif yang menjadi bahan level pertama kelas Bunda Sayang IIP. Iya, sering masih lupa soalnya untuk betul-betul menerapkan teknik ini. Maka, hasilnya juga tidak ‘instan’, masih perlu waktu. Ketiga, doa, tentunya. Mungkin ini ‘tidak kreatif’, tapi saya percaya segala ide dan solusi, atau bahkan jalan lain yang tidak terpikirkan sebelumnya, datangnya adalah dari Allah swt.

Dari sini juga saya belajar bahwa membelikan dua barang yang sama/serupa untuk masing-masing anak bukanlah solusi yang selalu pas. Yang lebih penting adalah mengenalkan konsep berbagi maupun konsep kepemilikan sesuai usia. 

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Tantangan Level 9 Kelas Bunda Sayang IIP (Think Creative) – Hari 3


Kemarin (05/11) kami lanjut menyimak Festival Dongeng Internasional Indonesia 2017 hari kedua. Kali ini saya banyak belajar dari para penampil. Ada yang membawakan dongeng lewat lagu-lagu, musik, menggunakan boneka atau alat bantu lainnya, bahkan mengajak penari. Setelah saya perhatikan, beberapa cerita punya tokoh utama yang sama yaitu naga. Namun masing-masing dongeng, meskipun sama-sama punya tokoh naga, bisa disajikan dengan cara yang berlainan. Ini bisa menjadi contoh kreativitas dalam mengolah cerita.

Sepulang dari acara, anak-anak seru mendongeng dengan cara mereka. Dan hadiah terbaik yang bisa orangtua berikan adalah menyimaknya dengan sepenuh jiwa, bukan dengan fokus yang terbagi. Ada boneka kaos kaki yang saya belikan di acara itu dan saya berikan kepada anak-anak sebagai sarana bercerita, walaupun sebetulnya apa saja bisa dijadikan sarana ya. Dan memang dengan alat bantu yang baru dan menarik, anak-anak jadi tambah bersemangat. Meski demikian, muncul juga tantangan baru, gara-gara salah satu boneka terlihat lebih menarik daripada yang lainnya. Rebutan lah jadinya. Ini juga tantangan baru sih, ya… Perlu kreativitas untuk menanganinya, termasuk dalam menerapkan komunikasi produktif yang menjadi materi pertama Kelas Bunda Sayang IIP.

 

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Tantangan Level 9 Kelas Bunda Sayang IIP (Think Creative) – Hari 2

Kemarin (04/11) kami bersama-sama nonton pertunjukan air mancur menari (Jakarta Fountain) di Monas. Kami benar-benar sampai di lokasi sekitar pukul 20, alias tepat setelah pertunjukan pertama selesai (dari kejauhan masih sempat lihat ujung-ujung show pertama). Jadilah kami harus menunggu 30 menit lagi untuk sesi kedua. Masih alhamdulillah sih kebagian, dan cuaca pun cerah.

Yang sempat saya rasakan menantang adalah bagaimana agar anak-anak tidak merasa bosan. Sayang kami lupa membawa cemilan, jadi butuh pengalih perhatian yang lain. Kalau nonton hp gitu kan gak seru, ya. Mau menggambar juga situasinya kurang memungkinkan. Banyak anak yang berlarian di sekitar undak-undakan tempat kami duduk, sepertinya memang jadi kesibukan yang seru buat anak-anak untuk menghabiskan waktu. Tapi remang-remang begitu, banyak orang dan anak-anak yang lari bikin risiko tertabrak tinggi, ditambah lagi banyak rumput di lokasi yang rawan terinjak (dan harusnya tidak boleh diinjak memang), saya, mama, dan pengasuh anak-anak memilih untuk membatasi aktivitas mereka. Berdiri, jalan-jalan sedikit tak apa.

Maka untuk menjaga mood anak-anak yang ketika masuk hitungan belasan menit terlihat mulai jenuh menanti, saya, atau tepatnya kami, sih, ┬ámulai bercerita tentang apa saja. Paling banyak tentang aktivitas kami seharian sebelumnya, mulai dari festival dongeng yang kami hadiri sampai show tokoh boneka. Ya, hari yang amat sibuk, memang…. Alhamdulillah kreativitas dalam mencari bahan obrolan, termasuk akhirnya main tebak-tebakan juga, bisa menolong agar anak-anak betah.

 

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Tantangan Level 9 Kelas Bunda Sayang IIP (Think Creative) – Hari 1

Tantangan kali ini cukup bikin saya kewalahan. Bagaimana tidak, bukannya diberi penjabaran harus ngapain, malah diajak kreatif pula menemukan ‘sesuatu’ dalam kehidupan sehari-hari. Boro-boro ada contohnya :D. Apalagi di kantor juga lagi banyak kerjaan, jadi ketinggalan melulu sesi diskusinya. Ya sudah, lapor sependek pemahaman saya saja ya…

Salah satu hal yang menuntut kreativitas menurut saya adalah bagaimana mengatur waktu untuk membersamai anak betul-betul ketika saya berada di rumah, termasuk ketika kami beraktivitas di luar rumah juga sih…intinya ketika saya sedang tidak ngantor. Apalagi kerjaan yang sekarang kadang bikin saya harus siaga pegang gawai di mana pun berada. Beberapa hari ini saya bertekad betul mengurangi pemakaian gawai di rumah.

Jumat kemarin (03/11) misalnya. Paling tidak, begitu pulang, saya mandi, sholat (kalau belum) tanpa mengecek ponsel dulu, termasuk sewaktu makan malam. Ceritanya biar fokus. Saya manfaatkan juga benda apa saja yang ada di sekeliling untuk memulai pembicaraan dengan anak-anak. Ya, pada dasarnya saya susah ngobrol soalnya. Tapi saya haruskan diri saya terus berpikir. Wawancara narasumber bisa, masa’ sama anak sendiri keok. Sebenarnya sih anak-anak juga dipancing sedikit sudah semangat cerita dan mengajak bermain. Tanpa ditanya pun mereka biasanya sudah bersahut-sahutan kasih laporan kegiatan seharian atau kondisi mereka dengan semangat. Saya saja yang belum bisa fokus betul. Seringnya ketika semua urusan saya beres, termasuk video call kami semua, sudah mendekati waktu tidur. Nggak mau juga jam tidur mereka berantakan. Maka solusinya ya itu tadi, saya komit untuk membersamai mereka dengan sepenuh pikiran dan segenap perasaan.

Kemarin ada paket dari teman datang, sebuah juicer manual yang kontan jadi rebutan. Lagi-lagi malah saya yang belajar dari anak-anak soal kreativitas ini, karena cara mereka berbagi kadang out of the box. Dan memang berkaitan dengan box beneran sih, jadi kotak kemasan pun ternyata dianggap mainan yang bikin keadaan imbang, lho.

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative