Writober 7: Berbulan-bulan Belajar Mencintai Meski Terhalang Wedding Agreement

Masa awal pernikahan biasanya diistilahkan dengan bulan madu. Ada yang menyengaja pergi berdua saja ke tempat-tempat istimewa, ada pula yang meski tak mengkhususkan diri menyiapkan perjalanan khusus tetapi tetap memandang pekan-pekan pertama sebagai saat-saat terindah. Perubahan status setelah pernikahan disahkan menjadi babak baru dalam kehidupan, ketika segala kebaikan yang dilakukan berdua bisa berbuah pahala.

Btari Hapsari atau Tari menikah karena perjodohan yang diatur oleh orang tua suaminya yang bersahabat dengan pakdhe dan budhenya (dan dengan mendiang orang tuanya). Bisa dibilang tidak ada rasa cinta sebelumnya antara Tari dan lelaki bernama Byantara Wicaksana atau Bian ini. Namun, Tari sudah merasa siap menjalankan tugas-tugasnya nanti sebagai istri. Betapa kagetnya Tari ketika Bian kemudian menyodorkan lembar kesepakatan pernikahan. Isinya menegaskan bahwa pernikahan mereka hanya akan berlangsung sementara. Tari tidak punya kewajiban layaknya seorang istri, tak perlu ada minta izin atau memberi informasi keberadaan satu sama lain, mereka akan menempati kamar yang berbeda, tetapi Bian tetap akan memberikan uang bulanan. Rupanya Bian sudah punya tunangan, Sarah, yang hendak dinikahinya. Bian hanya ingin berbakti pada ibunya yang sedang sakit, yang memintanya menikahi Tari.

Jelas, tak ada yang namanya bulan madu bagi Tari yang juga seorang pengusaha roti dan sering mengisi sesi motivasi seputar entrepreneurship ini. Namun, Tari tetap berupaya menunjukkan perhatiannya kepada Bian. Mencuci handuk Bian, menyiapkan sarapan maupun bekal, menunggu Bian pulang, semua Tari lakukan. Reaksi Bian? Dingin, datar, bahkan kadang terkesan kasar ketika menolak uluran Tari, meskipun tidak sampai memaki apalagi menyakiti.

Berhubung ini film komedi romantis, sebetulnya sudah cukup bisa ditebak bahwa setelah berbulan-bulan, pada akhirnya Bian akan luluh. Apalagi cerita Wedding Agreement ini diadaptasi dari novel yang diangkat dari Wattpad. Potongan-potongan ceritanya bahkan beredar dari grup WA ke grup WA, sebagian sampai menyertakan ending. Namun, pemahaman akan hasil akhir ini tidak menghalangi penonton untuk menikmati film. Di mata saya, para pemainnya berhasil menampakkan chemistry yang cantik. Adegan romantisnya, tanpa harus memperlihatkan aktivitas sentuhan fisik yang berlebihan, sukses bikin hati meleleh.

Kalau ada yang bilang ceritanya terlalu simpel ala FTV, saya bilang sih enggak juga. Layak, kok, film ini ditayangkan di bioskop. Selipan dakwah Islamnya menurut saya juga mengalir cukup mulus, menyentil tanpa menggurui, seringkali dibalut humor tetapi bukan menjadikan pesan agama sebagai bahan tertawaan (kecuali tertawa kecut mungkin karena kita juga melakukan). Ria Ricis juga cukup pas berperan sebagai sahabat Tari.

Yang penampilannya agak kurang luwes mungkin Aghniny Haque sebagai Sarah. Kali ini Aghniny sama sekali tidak menunjukkan kemampuan bela dirinya; seorang teman bilang, “Kayaknya seru kalau Sarah nabok Bian di adegan rumah sakit”. Ngomong-ngomong soal adegan rumah sakit, rasanya seperti deja vu adegan dalam Antologi Rasa: Refal Hady (pemeran Bian) menunggui perempuan pujaan hatinya yang habis mengalami kecelakaan di rumah sakit, sementara perempuan lain yang diam-diam mencintainya (Carissa Perusset dalam Antologi Rasa dan Indah Permatasari dalam Wedding Agreement) memandangnya dari pintu dengan nelangsa hingga berbalik pulang sambil berurai air mata.

Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta hari ketujuh, tema “Bulan”.

#Writober #RBMIPJakarta #IbuProfesionalJakarta

One thought on “Writober 7: Berbulan-bulan Belajar Mencintai Meski Terhalang Wedding Agreement

  1. Pingback: Rekap Writober | Leila's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s