Screen Time, Sentilan Telak untuk Orangtua

Minggu lalu saya menyimak acara bincang-bincang parenting yang disiarkan live di instagram. Salah satu pembicaranya adalah mama Tascha Liudmila yang selama ini dikenal sebagai pembaca berita di televisi. Tema besar acara pada hari itu adalah perlunya pembatasan penggunaan gadget untuk anak-anak, terutama dari segi waktu. Selain sharing tentang pengalamannya, mama Tascha juga beberapa kali menyebutkan buku Screen Time yang ia tulis sendiri. Penasaran, saya pun memesan buku terbitan tahun 2015 ini.

Pada pemirsa acara tersebut, mama Tascha sudah menyampaikan peringatan: jangan bacakan buku Screen Time ini ke anak jika belum siap dengan konsekuensinya, yaitu diprotes oleh anak-anak ketika kita sibuk sendiri dengan gadget. Ya, buku Screen Time ini adalah buku cerita anak-anak yang dilengkapi dengan ilustrasi menarik karya Inez Tiara. Melalui buku ini, mama Tascha ingin mengajak sesama orangtua untuk memahami risiko pemakaian gadget yang berlebihan, dan bertindak untuk mengurangi dampaknya.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 11

Hari 11, 17 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) minta dibacakan paket buku The When I’m Feeling Collections (Trace Moroney) yang baru tiba. Isinya ada delapan buku, masing-masing berjudul When I’m Feeling Sad, Lonely, Happy, Angry, Kind, Scared, Jealous, dan Loved. Meski berbahasa Inggris tapi penggambaran dalam bukunya universal dengan ilustrasi yang menarik, mencakup perumpamaan perasaan yang dialami, situasi apa saja yang biasa memicunya, bagaimana mengatasinya, dan apa yang sebaiknya dilakukan mumpung perasaan sedang positif atau sebaliknya agar perasaan negatif tak sampai merugikan.

Fahira kemudian masih minta dibacakan beberapa buku lagi, di antaranya Seri Aku Berhati-hati: Di Dapur Mama (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda) serta Seri Hewan Halal dalam Al-Qur’an dan Hadis: Unta si Kapal Padang Pasir dan Domba si Pabrik Wol (Zikrul Kids). Ia juga masih sempat membuka-buka fold-up book Our Favourite Colours (Richard Scarry, Five Miles Press) yang ia raih sendiri dari tumpukan buku. Fathia lebih asyik dengan board game el Hana yang juga baru dibeli, menjelang tidur ia baru minta dibacakan buku The Twins Two by Two, tapi terseling Fahira yang rewel minta dikelonin. Berhubung suami lagi i’tikaf, nggak ada tandem deh sementara…dan akhirnya Fathia keburu hilang minat, malah lalu semangat bercerita.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 10

Hari kesepuluh, 16 Juni 2017

Kata orang, kalau balita nggak kedengaran suaranya, malah mencurigakan tuh. Jangan-jangan lagi berbuat suatu keisengan, hehehe. Tapi semalam ketika saya mengecek, ternyata Fahira (2 tahun 6 bulan) sedang membuka-buka dan memainkan sendiri fitur tarik/putar/geser dalam buku HOP! (Rabbit Hole). Kalau digerakkan, beberapa bagian dari ilustrasi akan bergerak ke adegan berikutnya atau berganti tokoh cerita dari perempuan menjadi laki-laki/sebaliknya.

Menjelang tidur, Fathia (5 tahun 7 bulan) saya ajak membaca ulang salah satu buku dari seri Widya Wiyata Pertama yang berjudul Ulah Binatang. Bagian favorit kami semua di buku ini adalah foto seekor ulat jeruk yang penampilannya bikin gemas sekaligus geli. Cuma dapat kira-kira setengah dari keseluruhan buku sih, soalnya tebal juga ya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 9

Hari kesembilan, 15 Juni 2017

Kali ini Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) bergantian melihat-lihat dan dibacakan buku yang sama yaitu Jangan Jorok, Dong! (Stella Ernes, penerbit BIP) dan buku pop up Laut Rumahku (penerbit Impian Studio).

Buku Jangan Jorok, Dong cukup tebal dan terdiri atas beberapa cerita pendek, meliputi ajakan agar anak lebih mencintai kebersihan, tidak egois, tidak sombong, tidak gampang iri hati pada teman, dan tidak berbohong. Dalam setiap cerita disampaikan konsekuensi yang didapatkan oleh tiap tokoh dan bagaimana ia menikmati perbaikan diri setelah sadar.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 8

Hari kedelapan, 14 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan salah satu buku dari seri Senangnya Belajar Islam yang berjudul Al-Quran (karya teh Ummuthoriq el-Kanzo & mba Aan Wulandari), penerbit Salamadani. Ini juga buku lama, tapi karena isi ceritanya lumayan banyak (sebagian tidak saling berkaitan), jadi rasanya saya belum pernah tuntas membacakan dalam sekali kesempatan.

Baru semalamlah kami benar-benar mengeksplor buku yang cukup seimbang antara ilustrasi dengan narasinya ini. Setiap cerita pendek diikuti oleh kisah berhikmah (misalnya kisah sahabat Rasulullah), pojok ayat, dan lembar aktivitas terkait tema cerita. Cukup padat memang jadinya.

Fahira (2 tahun 6 bulan) dibacakan buku Biru (Seri Mengenal Warna karya Anita Loughrey, penerbit Tiga Ananda) dan Serba-serbi Daging dan Ikan (Seri Food Zone karya Vic Parker, penerbit Tiga Serangkai).

Saya suka buku Biru yang kami beli di obralan Gramedia beberapa waktu yang lalu, gambar-gambarnya sederhana tapi menarik, dengan konsep bukan hanya mengajarkan perbedaan warna tetapi juga perbedaan ukuran, menyambungkan gambar, dst. Sedangkan buku Serba-serbi Daging dan Ikan mengenalkan asal-usul, pengolahan, dan produk dari peternakan maupun perikanan, dengan banyak foto.

Cemilan Rabu Materi #5 Kelas Bunda Sayang IIP: Menstimulasi Anak Suka Membaca

🍦Cemilan Rabu 🍦
Materi #5: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini

Membaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak. Membaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya. Berikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.

Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini:

1. Tahap fantasi (Magical Stage)
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berpikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan.

3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad.

4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan.

5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:
https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/
https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/

Salam Ibu Profesional,

Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 7

Hari ketujuh, 13 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) membaca buku Guru Baru di Sekolah Badut (karya mba Dian Kristiani, Bhuana Ilmu Populer). Dia mencoba mengeja sendiri beberapa kata di situ, sebelum akhirnya minta saya bacakan. Isinya beberapa cerita yang cenderung ke dongeng ya, dengan tokoh yang bervariasi dari para robot, putri raja, badut, hingga penjual bubur. Di akhir masing-masing cerita pendek tertera pesan moral yang menjadi kesimpulan cerita, misalnya bagaimana berempati, ajakan menghibur teman yang sedih walaupun menurut kita yang bikin dia sedih itu hal sepele, dan cara menyikapi beda pendapat dengan teman.

Fahira (2 tahun 6 bulan) ternyata masih betah membolak-balik sendiri  buku Pop Up Numbers-nya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 6

Hari keenam, 12 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan buku The Way to Jannah (Yasmin Mussa, penerbit Learning Roots). Buku ini saya pesan dari @littletree.library dan baru saja sampai. Tidak banyak teks, tapi kalau diceritakan ke anak penjelasannya bisa panjang lebar. Sajian utamanya tentang kalimat-kalimat thayibah, yang dihubungkan dengan jalan cerita mendaki gunung bersama.

Melihat beberapa buku di meja, saya bertanya ke Fathia, buku apa yang dibacanya bersama ayah hari ini. Katanya sih bukan baca buku cerita, melainkan belajar huruf hijaiyah dengan metode yang baru kami pelajari. Tapi di antara buku panduan tersebut dan buku iqra, ada buku lama Pesta Olahraga yang kemudian saya bacakan ulang. Dalam buku tulisan mba Orin yang diterbitkan oleh Gema Insani Press ini terkandung nilai sportivitas.

Menjelang tidur, Fathia minta dibacakan buku lagi, jadi saya ambil yang terdekat saja yaitu Ramadan Puzzle Mini Book (Namla Publishing). Ini sebetulnya semacam buku pendamping untuk puzzle bertema Ramadhan, jadi narasinya juga hanya sedikit. Tapi bagus untuk memancing anak juga gantian bercerita tentang pengalamannya menjalani Ramadhan sejauh ini sebagai pembanding dari kondisi yang digambarkan dalam buku.


Fahira (2 tahun 6 bulan) selain menyimak Pesta Olahraga juga asyik membuka-buka buku Pop Up Numbers, sambil menyanyi lagu tentang huruf-huruf karena dianggapnya bentuk-bentuk yang muncul dari buku tersebut adalah huruf bukannya angka.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 5

Hari kelima, 11 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dibacakan buku Sahira Cinta Allah (tulisan teh Tethy Ezokanzo, penerbit Salamadani). Ini salah satu buku favoritnya yang dulu sempat minta dibacakan setiap hari, tapi belakangan sudah jarang dibuka lagi. Ada beberapa cerita di buku ini dengan tokoh utama Sahira dan adiknya, Raihan, beserta ibu mereka. Dari sini anak-anak bisa mendapatkan hikmah untuk meminta hanya pada Allah, bahwa Allah selalu melihat perbuatan kita dan ada malaikat yang senantiasa mencatat, juga bahwa kelak ada surga yang menanti dengan segala kesenangannya.

Fahira (2 tahun 6 bulan) dibacakan buku kesukaannya juga, Bagaimana Menyuapi Adik (Ida S. Widayanti, penerbit Sahabat Ufuk). Saking sukanya, ia sudah hafal beberapa kalimat dalam buku tersebut, bahkan bisa mengulanginya lagi sambil memegang buku lain (jadi dia pura-pura membaca, padahal isi bukunya berbeda).

Awalnya, buku ini saya beli untuk Fathia menjelang kelahiran adiknya. Melalui buku ini anak-anak jadi belajar bahwa makanan adik bayi memang berbeda dengan anak yang sudah lebih besar. Apalagi yang giginya sudah lengkap, tentu sudah tidak bisa lagi hanya minum susu sepanjang hari seperti adik bayi.

Sebelumnya, Fahira juga sempat membuka-buka buku Princess Khadijah: Kisah Princess yang Gemar Bersikap Adil dan Misteri Timbangan Ikan (karya mba Shinta Handini, penerbit Lentera Hati). Buku princess Islami begini biasanya memang menarik perhatian anak-anak perempuan karena ilustrasinya yang cantik. Dari ketertarikan, semoga teladan princess dalam buku tersebut juga ikut meresap, kali ini tentang perlunya berlaku jujur.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 4

Hari keempat, 10 Juni 2017.

Kali ini bacakannya bersamaan karena mereka sama-sama antusias dengan paket yang baru datang. Isinya tiga buku kisah hikmah dari Al-Qur’an terbitan JBD Press Junior Pakistan. Masing-masing berjudul Prophet Moses as and the Miser Qaroon, Prophet Ayub as’s Patience, dan Companions of The Cave alias Ashabul Kahfi.

Bahasa yang dipakai di bukunya tentu bahasa Inggris, saya menceritakan dalam bahasa Indonesia. Teksnya tidak banyak memang, halaman dipenuhi dengan ilustrasi besar-besar yang juga sekaligus menjadi bahan pertanyaan anak-anak yang penasaran mengapa begini dan begitu (terutama, karena sosok para nabi tidak digambarkan sama sekali dalam ilustrasi).

Selain itu, Fahira sempat minta dibacakan buku Peek-A-Boo (versi bahasa Inggris dari buku Cilukba) dari Rabbit Hole.