Pintar Kelola Dana Pendidikan untuk Generasi Terdepan

Tanggal 21 Juli lalu saya mendapatkan kesempatan dari Komunitas Sahabat Nova untuk mengikuti Financial Planning Class bersama perencana keuangan mba Erlina Juwita, M.M., CFP., QWP @erlrights. Berasa deg-degan juga sih.

Pertama karena jadi ‘dibedah’ kondisi keuangan kita. Karena konsepnya kelas kecil, jadinya peserta bisa sharing dan dapat saran langsung dari mba Erlina selaku financial planner independen dari OneShildt ini, bahkan bisa lanjut konsultasi via whatsapp.

Kedua, karena ya memang kondisi yang diceritakan mba Erlina selama sesi itu real, ya. Biaya pendidikan naik terus, apa yang sudah kita siapkan untuk sekolah anak-anak dan mungkin juga diri kita sendiri atau suami jika ingin melanjutkan pendidikan?

Continue reading

Inspirasi Mengelola Keuangan: Habiskan Saja?

Pagi ini saya mengikuti bedah buku Ladies, Belanjakan Saja Semua Uangmu bersama penulisnya, Ai Nur Bayinah, S.E.I.,M.M.,CPMM. (perencana keuangan, dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Direktur Eksekutif SEBI Islamic Business & Economics Research Center), yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kementerian Keuangan. Judul bukunya provokatif ya, hehehe. Menarik memang, jadi penasaran seperti apa sih yang dimaksud dengan menghabiskan uang itu. Kalau disimak sih sepanjang bedah buku tidak ada penjelasan secara eksplisit mengenai hal itu kecuali petunjuk tentang bagaimana mengalokasikan pendapatan bulanan. Selengkapnya mungkin bisa dibaca di buku LBSSU, yang tadi dibagikan ke semua peserta yang sudah mendaftar melalui e-mail. Ulasan buku menyusul ya, belum sempat baca nih.

Berikut catatan saya dari acara tersebut:

Uang itu seperti air. Makin lama disimpan, hasrat kita untuk menghabiskan juga seringkali makin besar.

Banyak yang bertanya, kapan saat yang tepat bagi kita untuk merencanakan keuangan? Apakah menunggu gaji sekian digit terlebih dahulu? Yang benar adalah mulai saat kita punya penghasilan. Penghasilan tidak selalu sama dengan pekerjaan ya, penghasilan bisa dari gaji, honor, transferan dari orangtua, warisan dst.

Kebanyakan sense untuk mengelola baru muncul saat menikah karena baru muncul hambatan-hambatannya. Sebelum menikah kadang masih bisa minta tambahan ke orangtua.

Continue reading