Review dan Aliran Rasa Materi Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP

Review Materi 10 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

IBUKU ASYIK

Selamat untuk teman-teman yang berhasil melampaui tantangan 10 hari di materi 10 Kelas Bunda Sayang ini. Kalimat judul di atas, adalah rasa yang ada di hati anak-anak kita baik tersurat maupun tersirat di bulan ini.

Satu lagi bukti yang mengatakan bahwa kita tidak perlu harus punya bakat terlebih dahulu untuk bisa mendongeng, kita hanya perlu MAU melakukannya untuk anak-anak dengan penuh cinta.

MAU ini membuka pintu ILMU selanjutnya. Di hari pertama, kita semua pasti merasa kikuk, galau, bahkan hampir menyerah untuk menuliskan dongeng, kisah ataupun cerita keseharian kita. Hal ini normal karena kita tidak biasa menuliskannya. Setelah berhasil melewati kegalauan hari pertama, kedua, ketiga, akhirnya kita pun terbiasa. Biasa inilah yang membuat kita bisa.

Banyak sekali karya-karya indah yang bermunculan di game level #10 ini. Harta Karun kita mulai penuh.

Ada cerita-cerita seru yang dibikin oleh para ibu. Ada yang pintar membuat ilustrasi buku. Ada yang memiliki suara merdu. Apabila ketiganya berkolaborasi cantik pasti menghasilkan karya yang apik.

Continue reading

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 15

Kemarin (15/12) Fathia minta didongengkan tentang kancil. Fathia memang pernah saya bacakan buku Kanchil: Kisah Sebenarnya, yang merupakan modifikasi Ariyo Zidni (kak Aio, aktivis Ayo Dongeng Indonesia) atas dongeng Si Kancil yang populer. Jadi saya coba memodifikasinya lagi.

Kancil sedang menangis tersedu-sedu ketika tampak harimau mendekat. Kancil sudah pasrah kalau harimau mau memakannya, tapi harimau ternyata malah menyapanya ramah. Kata harimau, awalnya ia hendak mengagetkan kancil dan mengajaknya kejar-kejaran sebagai salah satu bentuk olahraga, tetapi urung melihat kancil sedang menangis. Tidak seru lari-larian kalau kancil dalam keadaan sedih. Harimau menanyakan kenapa kancil menangis, dan kancil menjawab bahwa ia dituduh hendak mencuri ketimun di desa.

Kancil biasanya bermain dengan anak-anak dan hewan-hewan piaraan maupin ternak di desa, jadi ia sebenarnya sudah cukup akrab dengan penduduk desa. Tadi sore ia hendak merapatkan saja pintu ladang salah satu warga yang terbuka, tetapi warga salah paham akan niatnya.

Harimau menghibur kancil bahwa kita tidak bisa mengontrol pikiran orang lain. Masih bersyukur kancil tidak diapa-apakan, hanya dimarahi. Kata harimau, ia masih bisa membuktikan diri ke masyarakat desa, dengan tetap berbuat baik. Tapi kancil juga sekaligus harus hati-hati dalam bertingkah laku. Jika dia lihat pagar belum rapat, kancil bisa melapor alih-alih mengambil tindakan misalnya.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 14

Kemarin (14/12) saya membeli beberapa botol tupperware mungil yang sempat membuat anak-anak berebut saking imutnya. Maka saya bercerita tentang botol mungil yang sedih. Botol mungil hanyalah satu dari banyak botol minum di rumah pak beruang, dan ia merasa minder karena jarang dipakai. Pak beruang, istrinya, dan anak-anak mereka yang sudah beranjak besar lebih suka memakai botol berukuran sedang dan besar, karena muat banyak dan tidak perlu berkali-kali mengisi ulang.

Suatu hari keluarga beruang kedatangan tamu keponakan pak beruang, panda kecil. Panda kecil senang sekali melihat botol mungil karena pas dengan kebutuhannya. Pak beruang bilang panda kecil boleh memakainya selama liburan di rumahnya. Botol mungil gembira karena ia akhirnya berguna juga. Di sini ada konsep kebermanfaatan bagi orang lain, di mana setiap orang memiliki perannya masing-masing.

 

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 13

Kemarin (13/12), bertepatan dengan momen Hari Belanja Online Nasional alias Harbolnas (sebetulnya sudah kemarinnya lagi, ya), saya yang sedang berjauhan dengan anak-anak ingin menyampaikan nilai-nilai kecerdasan finansial. Masih nyambung dengan tantangan level sebelumnya ya. Kebetulan anak-anak juga suka main ‘jual-jualan’, seringnya sih jualan makanan. Tidak yakin ini bisa dianggap mendongeng, tapi lebih pasnya role playing kali ya. Ada yang berjualan dan ada yang membeli/calon pembeli. Tapi permainan tidak mengalir begitu saja, ada ‘skenario’ saya. Ketika mengomentari harga terlalu mahal, ada adabnya. Menawar maupun menolak tawaran ada etikanya. Membeli ada pertimbangannya. Menghitung transaksi harus teliti. Sebagaimana biasanya, anak-anak terutama Fahira suka nyeletuk sesuka dia, misalnya tiba-tiba bilang makanan kesukaannya bukan itu, dia lebih suka warna lain dst.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 12

Kemarin (12/12), karena sedang akan berjauhan dengan anak-anak, saya bercerita tentang bagaimana menghadapi perpisahan sementara. Tokoh bernama Shima akan ditinggal pergi oleh ibunya untuk beberapa lama. Karena sudah dianggap mandiri, Shima akan sendirian si rumah. Ibu Shima menjelaskan sejumlah pesan untuk keamanan, seperti waspada terhadap orang asing, bagaimana menyiapkan makanan sederhana, tetap menjalani rutinitas sesuai dengan jam biasanya walaupun tidak ada orangtua yang mengawasi.

Setelah ibunya pergi, Shima tergoda untuk menghabiskan waktu dengan bermain saja, makan cemilan, tidak tidur siang. Namun ternyata Shima repot sendiri. Meski tidak sampai sakit, tapi badannya terasa tidak nyaman. Akhirnya ia sadar bahwa pesan orangtua maksudnya baik, dan meski tidak ada yang melihat, jika ada pelanggaran terhadap aturan, biasanya kita sendiri yang akan rugi.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 11

Kemarin (11/12) hujan deras mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya. Saya ajak anak-anak mensyukuri hujan, dan berdoa agar hujan yang turun bermanfaat. Saya ceritakan pula seorang anak kambing yang mengeluhkan hujan turun, karena menghalanginya bermain. Namun, ibunya mengingatkan, hujan adalah karunia Allah. Jika pun ada bencana yang terjadi, itu bisa jadi pengingat bagi manusia, ujian untuk meningkatkan ketaqwaan. Tugas sebagai manusia, berupaya apa yang bisa dilakukan seperti mengelola sampah dengan baik, dan berdoa.

Kalau cerita sebagai tanggapan, hmmm, entah ini bisa masuk dongeng atau bukan sih, tapi seperti biasa anak-anak bermain peran jadi ayah dan ibu, kemudian ibu mengurus bayi. Daripada mengalir begitu saja, saya coba pancing dengan kasus-kasus seperti adik bayi yang menangis terus. Maksud saya, agar mereka belajar berempati sekaligus tahu, kapan waktunya minta bantuan orang lain/orang dewasa, bagaimana saling menolong dalam mengurus keluarga. Agak ‘dewasa’ ya sepertinya temanya, tapi nggak juga kok sebetulnya, saya usahakan sampaikan dengan bahasa sesederhana mungkin untuk usia mereka (6 dan 3 tahun).

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 10

Kemarin (10/12), masih terinspirasi dari balon-balon yang ada di rumah, saya bercerita tentang balon ungu yang sombong. Ia merasa paling indah dipandang, ukurannya juga besar, bahannya mengilap. Karena ia terus-menerus membual tentang keunggulannya, teman-temannya pun tidak suka, tetapi mereka masih bersabar. Suatu hari, datang balon baru yang bukan hanya cantik, tetapi bisa terbang karena diisi oleh gas khusus.

Karena tidak suka tersaingi, balon ungu menyebarkan perkataan tidak benar tentang balon gas. Katanya, balon gas datang untuk mengambil anak-anak balon dan membawanya pergi, karena mudah saja baginya untuk terbang menghilang dalam melaksanakan misinya. Meski banyak yang tidak suka pada balon ungu, tetapi balon lain lama-lama resah juga dengan kisah itu. Apalagi balon gas cenderung pendiam dan belum bisa banyak bergaul. Akibatnya, balon gas semakin terasing di lingkungannya yang baru ini. Namun, karena ia memang suka pada anak kecil, anak-anak balon tetap nyaman bermain dengannya.

Suatu hari balon gas menolong anak balon yang kelewat semangat melompat hingga tersangkut di pohon. Dengan hati-hati ia berhasil mengambil si anak, tetapi akhirnya balon gas sendiri tertusuk ranting hingga tubuhnya menyusut. Balon-balon lain yang melihat segera memberikan bantuan. Lubang dapat ditambal, tetapi karena di daerah itu hanya ada pompa biasa, jadi balon gas tidak bisa terbang lagi. Dengan tambalan dan kondisi yang sekarang, balon gas tetap percaya diri, ramah dan suka membantu semampunya, dan makin banyak warga balon yang suka padanya. Akhirnya balon ungu sadar, yang penting bukanlah keindahan fisik, melainkan apa manfaat yang bisa diberikan untuk yang lain, sesuai kemampuan.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 9

Kemarin (9/12) saya membuat dongengnya lebih interaktif untuk anak-anak. Jadi saya menceritakan bagian awal, lalu anak-anak saya ajak menentukan kelanjutan ceritanya. Di rumah masih banyak balon dari acara yang kami datangi minggu lalu, jadinya itulah yang kami pakai untuk properti. Ceritanya, ada anak yang punya balon banyak. Ketika ada anak lain yang minta, dia masih mau berbagi. Namun, ketika balonnya tinggal satu dan ada anak lain yang lebih kecil merengek pada orangtuanya minta balon ketika melihat balonnya, padahal di sekitar tidak ada yang berjualan, tetapi tidak minta secara langsung padanya, apa sikapnya? Bagaimana pula jika ada anak yang lebih besar yang meminta balon dengan nada memaksa? Adakah perbedaan perasaan ketika menghadapi situasi yang berlainan ini?

Untuk dongeng tanggapan, saya bercerita tentang usus yang kepayahan harus menggiling apa ketika anak tidak mau makan. Akibatnya, bisa sakit perut dan lemas juga karena badan kekurangan energi. Anak-anak dengan semangat menasihati boneka harimau yang tidak mau makan, semuanya ulangan dari nasihat saya/ayah/eyang mereka, bukti bahwa mereka sungguh-sungguh menyimak dan merekam, walaupun belum tentu langsung mau menurut :D.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 8

Kemarin (8/12) saya bercerita tentang lebah, kebetulan ada dua kipas berbentuk lebah di rumah yang saya jadikan semacam wayang untuk alat bantu cerita.

Labi lebah bosan karena sehari-hari ia cuma bisa bermain di sore hari, karena kalau pagi hingga menjelang sore dia harus bekerja mencari dan menyimpan madu. Tidak seperti adiknya yang bisa main seharian, karena memang belum waktunya diberi tugas mencari madu. Maka Labi berpikir, bagaimana kalau dia seharian saja mencari madu, sampai mendekati malam, supaya besoknya dia bisa main seharian. Menurut perhitungannya, madu yang didapatkan setara antara mencari dua hari dengan jadwal yang biasa dibandingkan dengan seharian penuh. Ide itu dilaksanakan oleh Labi, dengan semangat ia lanjut mencari madu walaupun teman-temannya sudah istirahat. Teman-temannya juga sudah mengingatkan, tapi ia bersikeras. Akibatnya Labi jatuh sakit keesokan harinya. Inilah perlunya mengatur waktu sesuai dengan porsinya.

Karena tanggal itu Fahira berulang tahun, maka saya sekalian menitipkan pesan tentang ‘anak besar’ dengan tanggung jawab yang juga bertambah atau seharusnya membaik, seperti mengikuti jadwal sehari-hari dan membereskan mainan sendiri.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 7

Terinspirasi dari dua buku cerita tentang tantangan mengajak anak tidur, kemarin (7/12) saya mendongeng dengan jari-jari tangan tentang keluarga gajah. Semula saya hendak memerankan tokoh ibu gajah dengan tangan kiri dan anak gajah dengan tangan kanan, tapi Fahira menyela, minta saya jadi ayah dan bundanya saja, sedangkan ia memerankan anak gajah dengan jari-jarinya. Kami gabung kedua cerita dari kedua buku ditambah improvisasi sana-sini, di mana anak gajah selalu punya alasan untuk tidak tidur awal. Pelajaran juga sebenarnya bahwa anak suka rutinitas. Kalau sampai ada yang terlupa dilakukan hingga anak jadi harus meminta-minta aktivitas ini itu (kalau di buku ada minum susu, minta selimut, didongengi), artinya orangtua juga yang perlu membenahi manajemen waktu.

Kalau waktu mendongengnya sih Fahira jelas bersenang-senang dengan menyebutkan alasan-alasan untuk tidak tidur cepat. Hasilnya, anak gajah keesokan harinya bangun kesiangan, dan ternyata sendirian di rumah. Ia menemukan pesan bahwa ayah dan bundanya pergi dulu karena ada keperluan penting, makanan sudah disiapkan. Tadinya hendak mengajak anak gajah tetapi karena sulit dibangunkan jadi ditinggal dulu. Anak gajah pun menyesal.

Saya menjelaskan kalau anak-anak manusia mungkin tidak akan ditinggalkan semudah anak hewan (bukan tega ya, tapi memang polanya beda kan, dan toh seringnya induk hewan tetap kembali lagi). Namun, hampir selalu ada konsekuensi atas tindakan yang diambil, termasuk jika tidak taat pada jadwal aktivitas sehari-hari yang sudah disepakati.

Sedangkan Fathia bercerita tentang latihan drum band di sekolah. Jadi saya mendongeng soal alat-alat drum band yang ceritanya saling menyombongkan diri akan bunyinya yang bagus. Maka mereka bersaing membunyikan diri sekeras-kerasnya, yang membuat lagu justru menjadi tidak karu-karuan. Di sinilah perlunya saling melengkapi dan bekerja sama.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination