Ibu Profesional, Menjadi Kebanggaan Keluarga Lewat Proses Belajar Tanpa Henti

Bagaimana caranya bergabung dengan IIP? Pertanyaan tersebut sering saya dapatkan, lebih-lebih ketika menjadi narahubung untuk acara Gathering Milad Keenam Ibu Profesional yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional Jakarta awal tahun ini.

Biasanya saya akan memberikan jawaban yang dimulai dengan pengenalan sekilas apa itu Ibu Profesional dan kegiatannya. Penjelasan ini saya pandang perlu, sebab keanggotaan Ibu Profesional tidak bisa otomatis diperoleh dengan mendaftarkan diri ataupun membayar iuran keanggotaan seperti sistem yang diterapkan oleh sejumlah komunitas atau organisasi lain.

Saya kutipkan definisi yang dimuat di situs http://www.ibuprofesional.com, yaitu bahwa yang disebut dengan ibu profesional adalah seorang perempuan yang bangga akan perannya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, dan senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu agar bisa bersungguh-sungguh dalam mengelola keluarga dan mendidik anaknya.

Continue reading

Reviu dan Aliran Rasa Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP

Reviu Materi 12 Kelas Bunda Sayang
Institut Ibu Profesional

KELUARGA MULTIMEDIA
Membangun kebersamaan melalui kemajuan teknologi

Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, membuat dunia sekarang tak berbatas. Maka kita sebagai manusia pada umumnya dan sebagai ibu pada khususnya harus bisa lebih mawas.

MAWAS DIRI, ketika adanya teknologi membuat  waktu kita habis,karena  justru bekerja untuk teknologi tersebut bukan teknologi yang bekerja untuk kita. Di era yang makin canggih, harusnya kita memiliki waktu luang yang panjang bersama keluarga yang bikin nagih.

MAWAS PANTAU, di mana adanya kemajuan teknologi justru membuat kita menjadi polisi mengawasi kegiatan anak-anak berselancar di dunia maya, bukan teknologi yang membantu kita melatih dan memantau anak-anak dalam proses memperkaya wawasannya.

MAWAS INFORMASI, ketika kita menjadi sangat takut, cemas, tertinggal informasi di sosial media, chit chat di berbagai WhatsApp Grup. Kemajuan teknologi justru bisa membuat kita terkena penyakit Fear of missing out (FoMO), suatu kondisi di mana seseorang takut dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang santer. Teknologilah yang harusnya bisa menata untuk kita segala macam informasi yang bermanfaat untuk bisa kita telaah sewaktu-waktu tanpa harus mengurangi kualitas mutu bertemu dengan anak-anak dan keluarga.

Continue reading

Warna dan Kepribadian Manusia, Memang Ada Hubungannya?

Zaman sekolah dulu, saya suka kuesioner tebak karakter yang ada di majalah. Dari pilihan-pilihan yang diambil, misalnya benda kesukaan atau tindakan yang dilakukan, hasilnya nanti akan mengarah ke kesimpulan mengenai karakter kita. Ketimbang ramalan bintang, kuesioner seperti ini lebih logis. Bahkan jika penyusunannya dilandasi oleh penelitian, hasilnya bisa lebih valid.

Bukan hanya zaman sekolah sih sebenarnya, sampai sekarang pun jika ada kuesioner atau kuis serupa, saya iseng mengisi. Proses mengenali diri sendiri bisa membuat kita terus berkembang, bukan? Karakter yang baik bisa kita pertahankan, sedangkan kekurangan kita bisa menjadi bahan introspeksi agar tidak sampai menimbulkan dampak negatif.

Salah satu situs yang menyediakan kuesioner semacam itu adalah http://www.knowyourcolor.id. Sesuai dengan nama yang dipakai, situs ini mengajak pengunjung untuk memilih jawaban dari serangkaian pertanyaan yang hasilnya adalah warna diri kita. Warna ini kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah sifat, kepribadian, dan kebiasaan seseorang. Saya mencoba dan hasilnya adalah warna biru.

Continue reading

Tantangan Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP Hari ke-16

Hari ini saya akan mereviu aplikasi PhotoGrid. Sebelumnya, saya sudah menyetor ulasan atas aplikasi Canva. Keduanya serupa tapi tak sama, kemiripannya adalah sama-sama membantu dalam utak-atik rancangan visual.

Penggunaannya cukup mudah, banyak pilihan template yang tersedia dalam aplikasi ini. Opsi stiker, latar belakang, dan template yang lebih beragam juga ada yang tersedia terpisah alias harus download sendiri.  Saya sih biasanya hanya memakai menu grid yang cenderung sudah rapi bentuknya, kadang juga scrapbook yang bisa sekaligus menjadi sarana edit menambahkan stiker untuk menghias, menutupi, menuliskan teks, maupun membubuhkan watermark.

Continue reading

Seberapa Perlu Pemberian Air Putih untuk Bayi dan Anak? 

Secara umum, pasti kita sudah mengetahui betapa pentingnya air bagi makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Ya, tubuh kita 60%-nya terdiri atas air. Cairan berperan penting dalam proses pencernaan, penyerapan, distribusi nutrisi, pertumbuhan sel, serta untuk menjaga suhu tubuh. Dengan asupan air yang cukup, ginjal dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Cairan juga membantu pencernaan dan proses pembuangan sisanya berjalan lancar.

Hal-hal di atas biasanya ditekankan bagi orang dewasa. Lantas, bagaimana dengan bayi dan anak?

Bayi pastinya juga memerlukan air, tetapi untuk usia 0-6 bulan, kebutuhan ini sudah terpenuhi dari ASI (yang >80%-nya adalah air) atau susu formula. Mengutip pernyataan WHO, bayi tidak perlu diberi tambahan air putih karena bisa ‘kenyang’ dan enggan menyusu. Frekuensi menyusu yang berkurang dapat berakibat menurunnya produksi ASI.

Lalu bagaimana dengan bayi yang lebih besar? Dimulainya masa MPASI mulai usia 6 bulan menandai berakhirnya masa ASI eksklusif. Apakah saat itu bayi sudah perlu diberi air putih? Ada yang menjawab perlu, bahkan mencantumkan hitung-hitungannya. Namun, ada pula yang menyatakan bahwa air putih untuk bayi usia 6-12 bulan sifatnya perkenalan saja. Air bisa membantu membersihkan mulut bayi dari MPASI, tetapi pemberiannya tidak perlu ditakar. Tentu saja, tetap perlu diperhatikan jangan sampai pemberian air putih ini mengenyangkan bayi, yang berakibat berkurangnya ruang untuk ASI dan MPASI. Artinya, pemberian air dengan tepat turut berperan menunjang terpenuhinya nutrisi di periode emas bayi dan anak. Kekurangan cairan pada bayi bisa berujung konstipasi yang membuat bayi tidak nyaman, termasuk jadi enggan menyusu atau makan. Padahal bayi butuh ASI dan MPASI untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Continue reading

Tantangan Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP Hari ke-14

Aplikasi Al-Qur’an yang saya gunakan adalah MyQuran, yang bisa diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tof.myquranina. Menurut saya sih lengkap ya isinya, mulai dari ayat Al-Qur’an itu sendiri, transliterasinya dalam bahasa Indonesia, sampai terjemahannya (dengan pilihan beberapa macam tafsir). Tersedia juga opsi bahasa lain yang bisa diunduh. Mau dengarkan bacaan murrotal juga bisa, dengan sejumlah pilihan nama. 

Continue reading

Ingin Menggendong dengan Aman dan Nyaman? Jangan Lupa Cek Hal Berikut Ini

“Gendongan saja, kok, ada komunitasnya segala?” barangkali itu pertanyaan dari beberapa orang saat menemukan aktivitas grup-grup menggendong berseliweran di dunia maya. Ya, urusan gendong-menggendong bayi dan anak acapkali dianggap sebagai sesuatu yang alamiah, bisa dikuasai dengan sendirinya. Kalaupun tidak kunjung bisa menggendong dengan jarik misalnya, masih banyak pilihan alat bantu gendong yang tersedia di pasaran.

Namun, ternyata banyak hal yang perlu dipelajari dan dicermati dalam menggendong bayi dan anak. Misalnya, jenis, bentuk, dan kualitas seperti apa yang harus dipenuhi oleh sebuah gendongan yang baik? Apakah gendongan yang dipakai sudah mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi? Apakah jahitan dan buckle-nya tidak mudah rusak?

Beberapa ketentuan yang kemudian saya temukan adalah sebagaimana dipaparkan dalam infografis di bawah ini:

Continue reading

Tantangan Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP Hari ke-13

Sebagai perempuan, umumnya kita punya siklus bulanan. Siklus ini berkaitan dengan kapan kita mendapatkan haid, kapan ovulasi, dan kapan masa suburnya. Dengan mengetahui siklus pribadi kita, kita bisa mendapatkan beberapa informasi. Banyak yang mengira siklus ini hanya penting diketahui jika sedang berupaya agar hamil atau sebaliknya, hendak mencegah terjadinya pembuahan. Namun, sebetulnya manfaatnya lebih dari itu, menurut saya.

Sejak empat tahun yang lalu saya memakai aplikasi Ladytimer yang bisa diunduh di sini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ladytimer.ovulationcalendar&hl=in.

Continue reading

Asyiknya Bermain Warna

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti kelas whatsapp Menulis Cerita Anak dengan pemateri mba Putri Utami DN yang juga merupakan anggota Ibu Profesional. Setelah menerima materi, peserta diminta untuk menyetorkan tulisan masing-masing melalui media sosial maupun blog. Tulisan di bawah ini memang tidak sepenuhnya baru sih, melainkan pengembangan dari Tantangan Level 10 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional yang pernah saya setor di sini.

=====================================================================

Asyiknya Bermain Warna Bersama

Di sebuah rumah, ada beberapa alat tulis milik seorang anak bernama Ara. Jika rumah sedang sepi, alat-alat ini akan melakukan kegiatan layaknya manusia. Seperti hari ini misalnya. Pensil merah, biru, dan kuning bermain sendiri-sendiri secara berdampingan. Pensil merah menggambar bunga mawar, pensil kuning menggambar jeruk, pensil biru menggambar tas. Lalu pensil merah tiba-tiba terpikir untuk menggambar wortel, seperti sayur yang dimasak oleh ibu Ara tadi pagi. Warnanya memang kurang pas, sih, tapi menurut pensil merah tidak masalah.

Pensil merah menggambar wortel dan mewarnainya dengan tepung, sampai dirinya bertabrakan dengan pensil kuning di atas kertas. Ternyata pensil kuning terlalu asyik mewarnai salah satu sisi gambarnya hingga menelusuri bagian pinggir kertas, sampai tidak memperhatikan kanan-kiri.

Continue reading