Sunpride, Kawan Menjalani Ramadhan Sehat

“Pola makan untuk ibu menyusui yang hendak menjalankan ibadah puasa sebetulnya tidak terlalu spesial, hanya pengaturan waktunya yang berubah.”

Demikian pernyataan dari beberapa konselor laktasi yang pernah saya baca. Artinya, makan seperti biasa dengan penyesuaian jam makan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu yang berpuasa maupun bayi yang masih disusuinya. Tidak perlu sampai melipatgandakan porsi, dan kalau mau mengkonsumsi suplemen khusus pun harus sesuai dengan indikasi.

Namun, di sisi lain, bulan puasa juga sekaligus bisa menjadi momentum perbaikan kebiasaan makan. Umumnya di bulan puasa orang merasa perlu memperhatikan asupan gizi lebih dari biasanya. Meski tidak makan dan minum dari subuh hingga maghrib, aktivitas sehari-hari harus jalan terus. Upaya meningkatkan ketakwaan dengan menambah ibadah khusus harian juga tentunya membutuhkan sokongan stamina yang prima.
image

Beberapa tips yang saya baca untuk membantu tubuh tetap fit dengan perubahan jam makan (dan seringkali juga jam tidur) pada umumnya mengingatkan untuk menjaga kecukupan cairan. Jelas, ini penting karena dehidrasi bakal menjadi hal yang tidak menyenangkan di saat kita berpacu memperbanyak amalan baik di bulan penuh berkah. Tips lain yang biasa dibagikan adalah makan dengan gizi seimbang. Nah, apa sih makan gizi seimbang ini?

Continue reading

Imsak dan Menahan Diri

Pada suatu bulan Ramadhan saat saya masih jadi anak SD, seorang paman yang sedang mudik karena liburan kuliah (orangtua saya tinggal bersama dengan orangtua mama) menyampaikan sesuatu yang cukup membuat saya kaget.

“Imsak itu bukan waktunya berhenti sahur… Masih boleh makan kok, sampai adzan Subuh,” kata beliau. Diteguknya segelas air meski sirine tanda waktu imsak tiba telah berbunyi, seakan memberi contoh langsung. Hal ini terus terang tidak diajarkan di sekolah saya saat itu. Hingga kini, 20 tahun kemudian, sepertinya masih banyak yang menganggap bahwa waktu imsak, yang jamnya tercantum di jadwal yang sering beredar dan di banyak daerah diumumkan ‘kedatangannya’ secara khusus dengan cara masing-masing, adalah batas awal dimulainya shaum pada hari tersebut. Yang artinya aktivitas seperti makan dan minum harus berhenti pada saat itu. Dengan semakin majunya teknologi informasi khususnya di bidang informasi, tulisan tentang batas akhir yang benar ini juga banyak beredar. Memang kata imsak itu sendiri artinya adalah menahan, jadi ada yang menafsirkannya menahan diri untuk lebih hati-hati, takutnya keterusan makan minum saat sebetulnya sudah tidak boleh. Namun, yang saya baca dari beberapa referensi, imsak itu ya sinonim dari shaum alias puasa, yang disebut dengan menahan diri itu ya berhenti dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, jadi adanya jadwal imsak yang punya selisih waktu dengan adzan subuh itu bikin rancu karena seolah-olah imsak dan mulai puasa ‘betulan’ setelah terbit fajar itu adalah dua waktu yang berbeda.

Bagi saya sendiri, dibunyikannya peringatan imsak ada manfaatnya untuk bersiap-siap. Terlebih setelah tahu bahwa mengakhirkan makan sahur itu disunnahkan. Maka kadang kami malah baru mulai sahur saat imsak tiba, walaupun tidak sering melakukannya karena khawatir ‘bablas’, terlebih jika anak sedang dalam usia bayi yang berpotensi terbangun minta menyusu sewaktu-waktu. Sebelum imsak artinya masih longgar waktu untuk sholat, sekalian memasak makanan untuk anak, atau menata perlengkapan ke kantor. Atau kalau bangun kesiangan, sudah tiba atau belumnya waktu imsak (ini sih sebetulnya sama aja dengan melirik jadwal adzan Subuh ya kalaupun tidak mendengar peringatan imsak, hehehe) bisa menjadi pertimbangan makanan apa yang bisa disajikan dalam waktu singkat kalau kebetulan tidak ada persiapan dari malam sebelumnya. Jika pun sudah selesai makan sahur, pengumuman imsak bisa dijadikan pengingat untuk minum lagi, sikat gigi dst.
image

image

Begitu pindah ke Jakarta di tahun kelima pernikahan, kami mendapati bahwa di tempat tinggal kami tidak ada peringatan imsak yang dibunyikan. Jadi kami paling-paling mengandalkan jadwal yang tersedia lalu mencocokkannya dengan jam dinding guna mengelola waktu sahur dengan sebaik-baiknya. Baru tahun ini, tahun kelima kami di Jakarta, entah bagaimana ceritanya (lupa terus mau tanya ke suami, barangkali bisa ditanyakan ke pengurus musholla) mulai ada pengumuman waktu imsak yang terdengar dari speaker musholla.

Berikut beberapa referensi terkait waktu sahur dan imsak ini (termasuk bagaimaja ketika tengah makan kemudian mendengar adzan Subuh dikumandangkan):
1. https://muslim.or.id/1290-kekeliruan-pensyariatan-waktu-imsak.html
2. https://muslimafiyah.com/dekat-dekat-adzan-waktu-terbaik-makan-sahur-dan-catatan-terhadap-waktu-imsak.html
3. https://m.facebook.com/notes/moslem-education/imsak-bukan-batas-akhir-makan-sahur/423973898410/
4. https://rumaysho.com/1231-hukum-makan-ketika-adzan-shubuh.html.

*maunya ditulis di bulan Ramadhan tapi nggak sempat-sempat :D*

DhawaFest 2016

Seperti tahun lalu, tahun 2016 Kementerian Keuangan menyelenggarakan DhawaFest untuk menyambut bulan puasa. Sebagaimana namanya, kegiatan ini adalah festival yang diorganisir oleh poster dhawafest 1Dharma Wanita Persatuan Kemenkeu. Jika tahun 2015 acara ini diadakan pada tanggal 1-3 Juli atau dalam bulan Ramadhan, tahun ini Dhawa Fest digelar sebelum mulai puasa 1437H, tanggal 1-3 Juni. Lokasinya masih sama, yaitu di Gedung Dhanapala, Kompleks Kementerian Keuangan dekat Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Keseluruhan stand berjumlah 210, banyak juga, ya. Mayoritas merupakan UMKM binaan beberapa BUMN, tapi banyak juga nama ternama seperti Dian Pelangi dan SilkyGirl. Festival yang juga didukung oleh elevenia selaku platform e-commerce mitra UKM dan femina sebagai media partner ini memang antara lain bertujuan mempromosikan potensi unggulan nusantara dan mendukung kesuksesan UMKM. Dalam sambutannya, pak menteri menekankan perlunya UMKM memperbaiki kualitas agar daya saingnya makin baik, dan pada gilirannya mampu menggerakkan perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja.

Berhubung saya ke sana dalam rangka mau bertemu teman-teman sekaligus memberi dukungan ke salah satu anggota grup wa yang mewakili DW ikut lomba antarinstansi (tapi telat 😀 harus nunggu jam istirahat kan soalnya), jadi terus terang saya tak banyak melihat-lihat. Padahal pernak-pernik yang ditawarkan sungguh cantik-cantik dengan harga yang menarik. Akhirnya saya pulang membawa tentengan juga sih, hasil muterin lingkar luar secara kilat, tapi semuanya berupa makanan, hehehe.

img_20160603_125213.jpg img_20160603_125205.jpg img_20160603_125522.jpg img_20160603_125518.jpg img_20160603_121850.jpg img_20160603_125145.jpg

Beberapa liputan:

http://economy.okezone.com/read/2016/06/01/320/1403146/menkeu-wisata-belanja-dapat-atasi-pengangguran-di-indonesia

http://bengkelumkm.com/id-352-post-menkeu-ukm-penyokong-utama-ketahanan-ekonomi-nasional.html

http://www.kemenkeu.go.id/Berita/dukung-kemajuan-umkm-kemenkeu-gelar-dhawafest-2016

Belanja Praktis di Bulan Ramadhan

Ramadhan, seperti kita ketahui bersama, adalah bulan yang dilimpahi berkah. Mengingat pahala amalan di bulan ini akan dilipatgandakan, rasanya tiap detik ingin kita isi dengan berbuat kebaikan. Memperbanyak shalat sunnah, mengintensifkan mengaji atau tilawah, menambah sedekah, adalah beberapa hal yang bisa kita kalukan untuk mengisi bulan penuh rahmat.

Di sisi lain, Ramadhan juga biasanya identik dengan peningkatan kebutuhan. Ada yang membeli perangkat shalat baru guna meningkatkan kenyamanan beribadah, gadget baru dengan tujuan mempermudah mengaji di mana saja, peralatan masak baru untuk mendukung masak praktis di kala sahur atau buka, aneka makanan yang lebih variatif ketimbang biasanya demi menyemangati anak-anak ikut berpuasa, baju baru untuk lebaran kelak dan seterusnya. Sebetulnya jika diingat kembali, salah satu esensi puasa adalah menahan nafsu. Jadi, ada baiknya keinginan untuk berbelanja tetap diimbangi dengan pertimbangan kemampuan dan kebutuhan.

Asyiknya berbelanja juga terkadang menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan. Tentu tak salah jika tujuannya untuk membeli barang yang memang diperlukan, seperti keperluan mudik, penunjang ibadah, kebutuhan keluarga, atau berburu isi paket untuk program santunan Ramadhan. Menyisir satu demi satu jajaran etalase toko atau deretan kios di pasar menjadi kesenangan sekaligus juga tantangan. Kenapa tantangan? Karena berjalan cukup jauh di bulan Ramadhan berpotensi memancing datangnya rasa lapar dan haus. Belum lagi jika terpaksa bersitegang dengan penjual atau pembeli lain demi mendapatkan harga murah. Sedangkan waktu yang dihabiskan (kadang-kadang seharian penuh) sebetulnya bisa lebih bermanfaat untuk melantunkan ayat-ayat suci, tenaga yang dikeluarkan barangkali bisa dialokasikan ke memasak variasi menu berbuka yang lebih menarik untuk anak-anak.

Salah satu alternatif menarik yang bisa dilirik sebagai solusi belanja cepat, mudah, dan hemat adalah belanja melalui internet. Tak perlu berpanas-panas ria, melangkahkan kaki berkeliling, dan memilah-milah barang secara manual. Bisnis online di Indonesia semakin berkembang dengan banyak pilihan, tapi masih banyak pula yang ragu akan keamanan dan kualitas barangnya. Menjawab tantangan itu, mulai tahun lalu, Lazada (http://www.lazada.co.id/) hadir di Indonesia sebagai situs belanja tepercaya yang menjanjikan kemudahan bagi penggunanya.

lazada

Lazada menawarkan banyak kategori barang mulai dari ponsel, komputer, kamera, peralatan elektronik, perlengkapan rumah tangga, pernak-pernik bayi, alat musik, olahraga, dan otomotif, produk kecantikan, sampai fashion. Semua produk yang dijual digolongkan dengan rapi sehingga mempermudah pencarian (termasuk adanya berbagai filter untuk mempersempit pencarian), juga dilengkapi dengan deskripsi produk dan foto yang bisa di-zoom dari berbagai sisi untuk bahan pertimbangan calon pembeli. Untuk membayar, tersedia berbagai pilihan mulai dari transfer bank, kartu kredit, hingga bayar di tempat. Bagi pengguna Android, Lazada menyediakan juga aplikasi yang enteng dibuka dan mudah digunakan untuk berbelanja atau sekadar melihat-lihat sebelum memutuskan.

Ramadhan ini, saya sudah mencoba layanan belanja Lazada. Saya ingin membeli kamera baru untuk menggantikan kamera terdahulu yang sudah saya pakai selama tujuh tahun. Momen lebaran dan perkembangan putri kecil saya rasanya cukup jadi alasan bagi saya untuk memesan kamera poket yang spesifikasinya lebih baik. Walau tak kebagian promo bonus-bonus menarik di Lazada yang stoknya sudah keburu habis, tapi saya masih bisa menikmati potongan harga yang lumayan melalui voucher hasil kerja sama Lazada dengan provider kartu ponsel saya. Biaya pengirimannya pun gratis. Ya, Lazada memang sering melakukan promo-promo menarik berupa potongan harga atau bonus yang sayang jika dilewatkan. Hal lain yang membuat saya takjub adalah kecepatan pengiriman. Walau dikatakan akan dikirim dalam 3-4 hari, tapi nyatanya kamera pesanan saya sudah saya terima sehari setelah transfer! Sepanjang pengalaman saya berbelanja di toko online besar, baru kali ini pesanan saya terima secepat itu.