Anak Ternyata Perlu Juga Bermain Sendirian

Usia balita (0–5 tahun) sering dikatakan sebagai usia emas anak. Pada usia ini anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat penting. Tentu orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung perkembangan anaknya. Apa saja yang bisa dilakukan? Selain menyediakan nutrisi yang tepat, orang tua juga bisa mengajak anak belajar. Belajar ini tak melulu berarti harus dilakukan sambil duduk diam. Bermain pun bisa menjadi salah satu bentuk kegiatan belajar.

Walaupun terlihat sederhana, sebetulnya permainan merupakan cara bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi. Dengan bermain, anak juga mendapatkan kesempatan untuk memahami sekelilingnya dengan cara yang menyenangkan. Dampak positifnya bisa terasa pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.

Ginsburg (2007) menyatakan bahwa permainan adalah sarana penting yang memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan fisik melalui eksplorasi bebas dalam lingkungan yang aman. Selain itu, melalui permainan, anak-anak dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia sekitar mereka dan berlatih keterampilan yang akan berguna sepanjang hidup.

Continue reading

Kesamaan Singkatan yang Menjembatani Perbedaan Bahasa

Masih dalam suasana Bulan Bahasa, saya ingin membahas soal keluwesan berbahasa Indonesia. Awal tahun ini sebuah artikel di The Conversation menarik perhatian saya. Sebuah istilah disebutkan di sana: akal imitasi (AI). Wah, saya baru tahu kalau padanan dari artificial intelligence dalam bahasa Indonesia adalah akal imitasi. Ketika saya coba telusuri lagi, ada artikel di Kompas yang juga sudah menggunakan istilah tersebut sejak Oktober tahun lalu. Belum sempat mencari apakah ada yang lebih lawas lagi, sih. Dalam situs KBBI VI (versi situs), istilah akal imitasi ini juga sudah ada.

Kompas Akal Imitasi

Kompas Akal Imitasi

Saya spontan kagum. Unik, ya. Dapat aja, gitu lho. Singkatan dalam bahasa Indonesia bisa sama dengan singkatan dalam bahasa Inggris yang juga sudah populer. Sebelumnya, sudah ada juga beberapa singkatan yang tetap bisa dipertahankan dengan menggunakan kata-kata terjemahan yang sesuai. Jadi, masyarakat bisa tetap menggunakan singkatan aslinya, yang umumnya juga sudah cukup populer.

Continue reading

Aneka Versi Lagu Golden dari KPop Demon Hunters

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, coba angkat tangan, siapa yang anaknya ter-GoldenGolden? Atau jangan-jangan malah diri sendiri yang masih terkenang keseruan cerita dan terngiang terus lagu-lagu pengiring film KPop Demon Hunters? Ada yang sudah bosan mungkin, karena harus mendengarkan lagu seperti Golden dan Soda Pop untuk kesekian ratus kalinya, seperti beberapa konten yang muncul di media sosial? Atau justru tanpa sadar sering menyenandungkannya (seperti saya) karena memang lagu-lagunya enak didengar?

Film produksi Sony Pictures Animation untuk OTT Netflix ini mengisahkan tiga gadis anggota grup vokal HUNTR/X yang punya identitas rahasia sebagai pembasmi iblis. Terdapat pengisi suara yang berbeda di balik para tokoh ini. Ada pengisi suara dialog atau para aktris yang menghidupkan karakter saat berbicara, yaitu Arden Cho sebagai Rumi, May Hong sebagai Mira, dan Ji-young Yoo sebagai Zoey. Dan ada pula para pengisi suara nyanyian (singing voices), yaitu EJAE untuk Rumi, Audrey Nuna untuk Mira, dan Rei Ami untuk Zoey.

Meski rilis global filmya sendiri sudah beberapa bulan yang lalu, tepatnya 20 Juni 2025, tetapi gaungnya memang masih terasa hingga kini. Apalagi tanggal 7 Oktober lalu para pengisi suara nyanyian untuk ketiga tokoh utama HUNTR/X yaitu EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami menggebrak panggung The Tonight Show Starring Jimmy Fallon. Dan ternyata ini adalah penampilan live perdana mereka bertiga secara penuh, loh. Memang, tanggal 4 Oktober mereka sempat menyanyi di talk show tenar lainnya yaitu Saturday Night Live (SNL), tetapi “hanya” di akhir sketsa untuk membawakan versi singkat dari lagu Golden.

Continue reading

Self-Healing untuk Muslimah

Kata “healing” rasanya cukup sering kita dengar sebagai bagian dari percakapan sehari-hari. Walaupun, menurut pengamatan saya, frekuensi penggunaan istilah ini malah sudah menurun dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Healing pada masanya sempat menjadi “mantra wajib” di media sosial, yang justru merujuk pada kegiatan pemulihan diri secara psikologis ketimbang psikis.

Seringnya, healing diartikan sebagai “me time” yang diisi dengan kegiatan refreshing yang ternyata memerlukan biaya, seperti ke salon, belanja, traveling, atau ngopi-ngopi cantik di kafe yang estetik. Namun, apa iya aktivitas seperti ini dapat memulihkan diri kita? Atau justru menjadi suatu pelarian semata?

Tanggal 12 kemarin saya mengikuti kajian muslimah daring yang secara khusus mengangkat tema Self-Healing: Menjadi Muslimah Tangguh, Tenang, dan Ikhlas.  Narasumbernya adalah Teh Novie Ocktaviane Mufti, M.Psi., Psikolog. Teh Novi merupakan psikolog yang dengan telaten memadukan ilmu psikologi dengan nilai-nilai agama Islam, khususnya lewat @healyourself.id yang ia dirikan.

Continue reading

Ragam Home Dress ala Kimono, Nyaman dan Tetap Cantik di Rumah

Cuaca Jakarta sedang cukup panas akhir-akhir ini. Kadang mendadak hujan deras sih, tapi sering juga matahari bersinar dengan terik. Karenanya, penting untuk memakai baju yang nyaman saat beraktivitas, termasuk di rumah. Daster menjadi salah satu pilihan yang umum saat berkegiatan ataupun bersantai di rumah. Potongan yang umumnya longgar dengan banyak dukungan sirkulasi udara membuat baju rumah model daster ini banyak digemari.

Berada di rumah saja bukan berarti kita tak tampil cantik. Kini makin banyak daster atau baju rumahan lainnya yang hadir dengan gaya menarik. Sebagian di antaranya dilabeli dengan istilah home dress dalam penjualannya, mungkin untuk menepis penamaan daster yang telanjur punya citra terlalu santai dan bagi beberapa orang terkesan “seadanya”.

Continue reading

Kumpulan Tips Menjelaskan Soal Aksi dan Demonstrasi kepada Anak

Runtutan peristiwa yang terjadi di negeri ini sejak akhir bulan lalu membuat hati ikut merasakan emosi berwarna-warni. Ada kesedihan korban yang jatuh, ada merinding karena semangat aksi sebagai salah satu bentuk mengungkapkan pendapat, ada kesal ketika fasilitas umum dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab, ada kekhawatiran saat harus melaksanakan aktivitas tertentu, dan seterusnya.

Jika kita yang sudah dewasa dan relatif punya cukup pengalaman saja terkadang kewalahan memproses beraneka rasa yang muncul ini, bayangkan isi kepala dan hati anak-anak kita. Saya pun sempat bingung menjelaskan ke anak mengenai kejadian-kejadian tersebut. Seberapa banyak yang perlu ia tahu? Batas-batas apa yang bisa saya terapkan untuk memastikan agar informasi yang tersampaikan tetap objektif?

Continue reading

[Resensi Buku] Mengenalkan Kuliner dan Sastra Indonesia ke Anak

Seri Kunang-Kunang @kawankunang Mencecap Kuliner Lokal
Penerbit: Balai Pustaka @official.bpbooks @pt_balaipustaka
Tahun terbit: 2025
Masing-masing 24 halaman

Buku Seri Mencecap Kuliner Lokal - Balai Pustaka

Buku Seri Mencecap Kuliner Lokal – Balai Pustaka

Apa jadinya kalau beberapa cerita sastra lama diadaptasi menjadi cerita bergambar untuk anak? Tahun ini Balai Pustaka, BUMN yang utamanya bergerak di bidang percetakan dan penerbitan, membuat lima judul buku cerita yang bersumber dari buku-buku yang pernah mereka terbitkan dulu. Idenya saja sudah sangat menarik, dan ternyata dieksekusi dengan apik pula. Benang merahnya adalah makanan khas berbagai daerah yang dikaitkan dengan keseharian para tokohnya.

Continue reading

Ikut Silent Reading sebagai Penyemangat Kegiatan Membaca

Pekan ini sebuah ajakan kembali masuk ke salah satu grup komunitas di aplikasi percakapan yang saya gunakan sehari-hari.

“Assalamu’alaikum, Sisterfillah. Mari nanti bergabung di acara rutin kita, Silent Reading. Siapkan buku yang mau dibaca, lalu bergabung dengan aplikasi pertemuan pada pukul 12.10 sampai dengan 12.50 nanti di 40 minutes Silent Reading Meeting. Sampai jumpa, Sisterfillah. Mari rayakan kemerdekaan dengan membaca buku-buku yang memerdekakan pikiran.”

Pengumuman ini secara rutin disampaikan ke grup Women Islamic Studies Hub (WISH) Kemenkeu sepekan sekali. Tak terasa, sudah setahun kegiatan ini rutin dilaksanakan. Selain ajakan baca bareng secara daring, ada juga pertemuan secara langsung yang memang masih cukup jarang bisa terlaksana mengingat kesibukan para anggotanya. Pertemuan tatap muka ini pernah diadakan di perpustakaan kantor maupun di taman kantor.

Continue reading

[Resensi Buku] Bekerja dengan Bahagia

Judul: Bekerja dengan Bahagia
Penulis: Leonita Siwiyanti, Eogenie Laki-laki, M. Fajar Ramadhan, Udi Kurniawan, Attia Mahda, dan penulis lainnya.
Penerbit: Trenlis
Tahun terbit: 2025
Tebal: 142 + vi halaman

Buku Bekerja dengan Bahagia - Trenlis

Buku Bekerja dengan Bahagia – Trenlis

Buku antologi ini memuat kisah-kisah inspiratif dan esai dari 24 penulis. Sesuai dengan judulnya, benang merah tulisan-tulisan yang dimuat di sini adalah pengalaman dan pandangan mengenai aktivitas bekerja dalam hubungannya dengan kebahagiaan.

Continue reading

Grup Support Antar-Kreator, Saling Dukung untuk Berkembang Bersama

Zaman ngeblog di Multiply dulu, ada aktivitas menyenangkan yang sering saya jalani setiap harinya. Selain menulis di blog, saya juga suka berkeliling ke blog teman-teman untuk membaca tulisan mereka dan meninggalkan komentar. Blogwalking, istilahnya. Saya jadi bisa mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman yang tinggal di berbagai daerah, bahkan berbeda negara.

Apa yang teman-teman Multiply-ers tuliskan di blog mereka menjadi tambahan wawasan, sumber pengetahuan, bahan renungan, atau hiburan bagi saya. Lewat kegiatan saling memberikan komentar inilah pertemanan menjadi erat. Bahkan ada yang sering berkirim hadiah meski sampai sekarang belum pernah bertemu muka.

Ketika bertugas dinas sebentar ke Jakarta (saat itu saya ditempatkan di kantor di Bangka), saya pun bisa langsung berbaur dalam acara bakti sosial yang kebetulan diadakan para Multiply-ers pada hari yang berdekatan dengan kedatangan saya. Begitu bertemu, kami bisa ngobrol akrab serasa sudah kenal lama, meski sebelumnya hanya berinteraksi lewat tulisan.

Continue reading