[Resensi Buku] Home Sweet Loan

Judul: Home Sweet Loan
Penulis: Almira Bastari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: Cetakan kelima, Maret 2024
Jumlah halaman: 312
ISBN: 9786020658049

Novel Home Sweet Loan

Novel Home Sweet Loan

Mungkin agak terlambat ya untuk membaca buku ini karena bahkan versi filmnya, yang cukup viral, sudah turun layar. Tapi tak apalah. Senang akhirnya bisa menemukan kesempatan untuk menyelesaikan buku ini, seperti biasa saat melakukan perjalanan jarak jauh. Semoga nanti segera tayang di platform video karena saya juga sebetulnya penasaran dengan alih wahananya.
Continue reading →

Nyamannya Curhat Soal Gigi di SATU Dental

Curhat gratis ke dokter gigi? Wah, unik ya nama layanannya. Kesan itulah yang pertama muncul saat saya membaca informasi tentang mobil keliling SATU Dental yang katanya menerima curhat soal gigi. Layanan ini diberi nama SATU Dentour. Tentunya bukan curhat sembarang curhat, ya. Pengunjung juga mendapatkan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi tepercaya. Disebutkan, ini adalah inovasi yang pertama loh di Indonesia.

Layanan SATU Dentour dari SATU Dental

Layanan SATU Dentour dari SATU Dental

Mobil SATU Dentour

Mobil SATU Dentour

Continue reading →

Mengeja Candala

Kata terakhir dalam Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta 2024 sungguh bikin mati gaya. Saya tak akrab dengan kata ini. Jadilah saya kembali ke format ulasan buku.

Setelah mencari-cari, saya akhirnya menemukan beberapa buku dengan kata Candala pada judulnya. Buku yang saya beli adalah karya Zia Ulhaq, terbitan tahun 2019 dari Transmedia Pustaka. Subjudulnya “Sebuah Kisah Mengabadikan Kenangan”.

Sedikit unik, isinya adalah kumpulan prosa puitis. Saat mulai membaca secara acak saya sempat mengira tulisan di dalamnya tak punya benang merah satu sama lain, karena penyajiannya yang tak biasa ini. Namun, ternyata penulis sudah memberikan penjelasan di pengantar buku, bahwa kumpulan prosa ini disusun secara runut sehingga membentuk jalan cerita. Lengkap dengan konflik dan klimaksnya. Jadi, seharusnya dibaca berurutan dari depan.

Candala

Candala

Continue reading →

Kajian Teks Sederhana Buku Yena dan Uang Hijau

Tahun ini, untuk pertama kalinya, saya mengikuti lomba di kantor dalam rangka Hari Oeang ke-78. Biasanya saya hanya jadi suporter bagi suami dan teman-teman untuk lomba-lomba di bidang olahraga dan seni yang digelar. Cabang lomba yang saya ikuti juga baru muncul tahun ini, yaitu Read Aloud atau Membacakan Nyaring.

Meski teknik saya masih perlu perbaikan di sana-sini, tetapi aktivitas Read Aloud telah amat membantu membangun kebiasaan membaca Fathia dan Fahira. Cerita selengkapnya pernah saya tulis untuk buku antologi Chamomile Tea: The Miracle of Reading Aloud yang terbit tahun 2020.

Continue reading →

[Resensi Buku] Margo dan Rahasia Setengah Abad

Judul buku: Margo dan Rahasia Setengah Abad
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: Clover (M&C Gramedia)
Tahun terbit: 2021
Tebal: 300 halaman

Novel Margo

Novel Margo

Sengaja saya unggah ulasan buku ini pada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sebab, misteri yang diangkat dalam buku ini banyak terkait dengan Sumpah Pemuda. Mulai dari tokoh-tokohnya, tanggal pentingnya, naskahnya, sampai dengan makna di baliknya. Banyak fakta sejarah yang baru saya ketahui lewat penceritaan buku ini. Jadi penasaran juga dengan riset yang dilakukan oleh penulis.

Continue reading →

Sing Njlonet, Sing Kenes, lan Sing ….

Kata kesembilan untuk Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta adalah “kenes”. Sebagai orang Jawa saya tak asing dengan kata ini.

Kalau di tantangan ini, sebagaimana dalam KBBI, kenes diartikan sebagai lincah dan menawan hati; genit; bangga akan keadaan dirinya. Yang saya pahami pun lebih kurangnya demikian, kenes berarti genit dan lincah. Kadang konotasinya positif, khususnya jika dilekatkan pada anak kecil. Anak yang percaya diri untuk tampil dan bertingkah laku lincah biasanya akan mendapatkan apresiasi. Namun, untuk orang dewasa, sepenangkapan saya, kata kenes dapat diartikan negatif. Ada kesan merayu di situ, sebagaimana disebutkan dalam Ronggeng Dukuh Paruk.

Continue reading →

Mengejar Sangkil dan Mangkus

Kata selanjutnya dalam Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta 2024 adalah “mangkus”. Pertama kalinya saya mengetahui istilah ini adalah dari sampul sebuah majalah. Sampai sekarang saya belum berhasil menemukan majalah tersebut, jadi tidak bisa dengan jelas menyebut nama majalahnya. Pokoknya sebuah majalah tentang desain rumah atau arsitektur yang terbit pada tahun 80-an atau 90-an yang dibeli lepasan oleh orang tua saya, tidak berlangganan sebagaimana majalah Ayahbunda saat itu.

Saya sudah mencoba mencari di Google dengan mempertimbangkan bahwa majalah ini mungkin majalah Asri atau Laras, tetapi belum ketemu juga. Pada sampul majalah tersebut, seingat saya, ada tulisan “Sangkil dan Mangkus” yang merupakan judul dari salah satu artikel utama di dalamnya.

Gambaran ruang sangkil dan mangkus yang saya ingat.

Gambaran ruang sangkil dan mangkus yang saya ingat dari majalah yang dulu

Continue reading →

Unboxing Premium Package Edisi Koleksi Oki Nirmala

Tak terasa sudah hari ketujuh Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta 2024. Ide untuk kata ketujuh ini justru yang pertama muncul, karena memang belum lama paket edisi khusus Oki Nirmala pesanan saya datang. Namun, karena unggahannya harus berurutan dari kata pertama, jadilah baru tayang hari ini.

Sejak tahun lalu, Majalah Bobo menerbitkan berbagai edisi koleksi yang memuat kumpulan isi majalahnya dengan tema tertentu. Sebagai awalnya adalah Edisi Koleksi Terbatas 50 Tahun Majalah Bobo untuk merayakan ulang tahun ke-50 majalah ini yang jatuh pada 14 April 2023. Dalam edisi ini ada berbagai cergam dan komik yang pernah diterbitkan di Majalah Bobo, mulai dari cergam Keluarga Bobo, Ceritera dari Negeri Dongeng, Paman Kikuk Husin dan Asta, Bona dan Rong Rong, Juwita dan Si Sirik, Deni Manusia Ikan, sampai dengan Pak Janggut.

Majalah Bobo dari masa ke masa

Majalah Bobo dari masa ke masa

Continue reading →

Ketika Suryakanta Memicu Api dari Sang Surya

Kata berikutnya dalam Tantangan Writober Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta 2024 adalah suryakanta. Kata ini saya kenal pada masa sekolah sebagai nama lain dari kaca pembesar. Nama lain yang sering dipakai adalah lup, yang diserap dari istilah dari bahasa Belanda loep. Dalam bahasa Inggris alat ini dinamakan magnifying glass. Nah, suryakanta atau kaca pembesar ini selain digunakan sesuai dengan namanya alias untuk memperbesar ukuran objek di mata kita, juga kerapkali dipakai untuk praktik terkait lensa dan cahaya matahari. Biasanya sih, digunakan untuk memancing munculnya api yang kemudian membakar kertas atau daun kering.

Ilustrasi suryakanta

Ilustrasi suryakanta

Continue reading →

[Resensi Buku] Gak Narsis, Gak Eksis

Untuk Tantangan Writober RBM Ibu Profesional Jakarta tahun 2021, salah satu kata yang diberikan adalah “suara”. Kala itu saya menyetorkan tulisan dengan topik echoist, kebalikan dari narcissist. Tak disangka untuk Writober tahun ini yang muncul adalah kata “narsistik”. Terus terang saya belum dapat ide untuk kata kunci ini, jadi terpaksa ambil jalan ninja sekalian (ceritanya) melanjutkan format tantangan tepat sebelum yang ini, yaitu resensi buku.

Setelah cari-cari di Google Books, ketemulah buku ini yang langsung saya beli. Judulnya nggak persis “narsistik”, sih, tetapi bentuk tidak bakunya yaitu narsis. Sudah cukup lama terbitnya ternyata, tetapi masih lumayan menarik untuk dibaca-baca karena gaya penulisannya yang asyik.

Buku Gak Narsis Gak Eksis

Buku Gak Narsis Gak Eksis

Continue reading →