Payudara Besar Sebelah dan Menyusui Hanya dengan Satu Payudara

[MABES TATC, Mari Belajar Sama-sama, Tambah ASI Tambah Cinta]

Payudara besar Sebelah dan Menyusui Hanya dengan Satu Payudara

Pagi, Bunda. Lagi iseng ngalong nih ceritanya :D. Hari ini saya ingin membahas mengenai ketidakseimbangan ukuran payudara. Pertanyaan ini cukup sering dilontarkan bunda-bunda di TATC. Umumnya sih mencemaskan apakah bayi akan mendapatkan cukup ASI jika hanya disusui dengan satu payudara. Kekhawatiran lain yang mengikuti adalah perbedaan ukuran yang secara estetika jadi kurang imbang.

Yang perlu diperhatikan pertama-tama adalah, benarkah ini sebuah masalah? Sebetulnya kan seringkali dari sononya bagian tubuh kita kanan-kirinya memang tidak sama persis besarnya ya. Hanya saja, perbedaan ukuran ini memang bisa jadi lebih mencolok semasa menyusui. Biasanya, yang menjadi penyebab adalah aktivitas menyusui di masing-masing payudara yang tidak sama. Baik karena pilihan bayi ataupun Bunda, disadari maupun tidak, dengan latar belakang kenyamanan (posisi menyusui, bentuk payudara, maupun tingkat derasnya ASI), adakalanya salah satu payudara lebih aktif dipakai menyusui ketimbang sebelahnya. Biasanya, yang lebih aktif akan berukuran lebih besar, dan setelah masa penyapihan lewat lama-kelamaan ukurannya akan kembali seperti semula (lebih ‘seimbang’).

Continue reading

Kultwit dr. Ian tentang Picky Eater

Berikut ini kultwit dari dokter keluarga kami, dr. Farian Sakinah atau dr. Ian beberapa tahun yang lalu di https://twitter.com/rumahlabeeba tentang picky eater.

Siang, tweeps… Mau sharing lagi. Kali ini tentang si #pickyeater #BabyK. Ada yang punya putra or putri yang sama dengan BabyK?

Sebenarnya #BabyK udah gak baby, sudah 2 tahun. Tapi kalau yang sudah pernah ketemu, first impression-nya (mostly): imut! Apalagi dibandingkan dengan ibunya.

Selama Januari – Mei 2012 #BabyK, #Beeba serta orang rumah 6 kali kena batpil. Ada yang disertai demam ± minggu, ada yang 1 minggu, yang cukup pengaruh terhadap nafsu makan.

Yup, pascasakit lama itu #BabyK jadi sangat sangat #pickyeater, susah sekali makan. Apalagi sejak saya resign dan lebih banyak di rumah, maunya nenen terus.

Hampir setiap makanan yang ditawarkan ditolak, kalaupun mau hanya sesuap dua suap. Bersemangat kalau diberi buah. Sisanya maunya air putih, susu, ASI.

Boleh dibilang sejak saya resign #BabyK kayak bayi lagi, tiap 2 jam minta nenen. Setiap lapar minta nenen. Jadi hampir tidak ada makan berat yang masuk.

Tapi, tetap selalu ditawarkan. Meski ya lebih banyak ditolak. Tapi prinsip saya, saya tidak mau memaksa anak untuk makan. Makan harus jadi momen yang fun.

Meski harus tahan cibiran: “Ih emaknya gede, anaknya segede gini”. Yah gpp, toh anak saya aktif, bahkan perkembangannya termasuk early bloomer.

Alhamdulillah. Dengan keyakinan: anak sehat (tanpa ada kondisi sakit kronis) pasti akan lapar juga. Yah, setelah 2 bulan berlalu #BabyK mulai minta makan.

Continue reading

MPASI Perdana, Apa, Ya?

Disclaimer: tulisan ini disusun berdasarkan rekomendasi pada saat itu. Semoga dapat memberikan wawasan bahwa memang ilmu terus berkembang dan akses terhadap informasi pun makin luas sehingga bisa jadi apa yang direkomendasikan dahulu berbeda dengan sekarang.

==============================================================

Ngumpulin beberapa artikel dari berbagai sumber, buat ditengok sewaktu-waktu perlu informasi mengenai MPASI awal.

Yang ini dari milis MPASI Rumahan (mengacu pada brosur complementary feeding dari WHO).

Brosur MPASI Alih bahasa (unicef)(1)-page-001 Brosur MPASI Alih bahasa (unicef)(1)-page-002

Brosur Apakah MPASI itu-page-001Brosur Apakah MPASI itu-page-002

Yang ini kultwit dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) menggenai MPASI, diterjemahkan dari IYCF WHO 2010.

Apa sih poin-poin penting MPASI atau Infant and Young Child Feeding?

Poin-poin penting MPASI antara lain: Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active/Responsive dan Hygiene. Disingkat menjadi AFATVAH.

AGE
Artinya, MPASI diberikan pada saat yang tepat, yaitu usia 6 bulan (180 hari). Kalo telat, risikonya: bayi tidak dapat cukup nutrisi untuk pertumbuhan, tumbuh kembangnya lebih lambat, malnutrisi & defisiensi gizi seperti zat besi dll.

FREQUENCY
Perhatikan frekuensi pemberian MPASI. Di awal mulai makan (umur 6 bln), 1-2x/hari. Lalu tambah jadi 2-3x plus 1-2x makanan ringan. Sejak umur 9 bulan, berikan 3x makan dan 2x selingan makanan ringan. Umur 1 tahun ke atas, kasih 3-4x makan dan 2x selingan.

AMOUNT
Jumlah makanan tentu harus diperhatiin ya. Pas baru mulai makan, mulai dengan sesuai selera bayi, lalu tingkatkan secara bertahap. Umur 6bln (awal) mulai dengan 2-3 sdm setiap kali makan. Notice your baby’s cues :). Tingkatkan secara bertahap sampai setengah mangkok ukuran 250ml utk usia 6-9 bln. MPASI Setelah umur 9-12bln, diharapkan udah mulai makan setengah-tiga perempat mangkok ukuran 250ml. Setelah umur 1thn, porsi rata-rata 1 mangkok ukuran 250ml.

TEXTURE
Tekstur makanan sangaaaat penting. Anak kan lagi belajar makan, jadi harus bertahap teksturnya sampai bisa jago makan kayak emaknya :D.

Tahapan tekstur ini jangan terlalu cepet, tapi jangan terlalu lambat juga. Waktu mulai makan umur 6 bulan, kasih bubur kental atau puree. Jangan terlalu encer atau terlalu kental. Patokannya? Kalau MPASI-nya ditaro di sendok, sendoknya dimiringin, itu puree/bubur gak langsung tumpah.

Setelah mulai makan beberapa minggu, sampai umur 9 bulan kasih bubur yang lebih kental atau bubur saring. Mulai umur 9 bulan udah bisa dikasih makanan cincang halus, yang penting tidak keras, dan mudah dijumput anak. bagian2 yg sulit dikunyah seperti daging sapi.

VARIETY
Keberagaman makanan adalah kunci gizi seimbang. Karena gak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua gizi. MPASI boleh dimulai dgn bubur serealia atau puree buah. Gak usah berantem cuma bahas ginian, yang penting, secepatnya kenalkan bahan makanan yang bervariasi. Inget, kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat terus, sedangkan cadangan zat besi menurun drastis di usia 6bln.

Sejak umur 6bln mulai kenalkan semua variasi makanan: pangan pokok (serealia, ubi2an), buah, sayuran, kacang-kacangan, dan sumber hewani. Jadi, variasi sama di semua umur (alias sevariatif mungkin), yang berubah cuman tekstur dan jumlah+frekuensi yg meningkat.

ACTIVE/RESPONSIVE
Pemberian makan secara aktif dan responsif terhadap bayi/anak. Gak ada lagi yaaaa cerita nyalain tv atau jalan keliling komplek biar anak tinggal mangap dan glek. Respon anak dengan senyum, jaga eye contact, kata-kata positif yang menyemangati. Suapin pelan-pelan, sabar, ceria, penuh humor. Biar asik gitu loh.

Kasih makanan yang bisa dia pegang (seukuran jari, lunak) jadi dia akan ikut makan sendiri. Lah mainan aja masuk mulut apalagi makanan :P. Jangan ada distraction ya. Biar anak tetap tertarik sama makanannya. Boleh dipangku kalo dia lebih nyaman, tapi jangan gendong jalan-jalan ya 🙂

Poin penting MPASI terakhir tapi juga yang utama: HYGIENE alias higienis. Pastikan makanan bebas patogen (cuci tangan, pilih makanan segar, simpan dan masak dengan baik). pastikan juga MPASI bebas toksin/racun, tidak ada bahan kimia berbahaya, tidak ada tulang atau bagian keras yang bisa bikin keselek, tidak panas mendidih.

Panduan selengkapnya dari UNICEF 2012 (terbaru saat ini) bisa diunduh lewat sini http://www.unicef.org/nutrition/index_58362.html.

Lebih lengkap seputar MPASI tengok postingan yang ini yuk…. https://ceritaleila.wordpress.com/2014/12/05/serba-serbi-mpasi-dari-grup-aimi/

Tambahan pamflet, dari akun dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A,. IBCLC.

14233163_10208992584083490_5372395030799339114_n.jpg

 

Update Oktober 2018:

Panduan MPASI dari IDAI bisa diunduh di sini  atau di sini

Kurva Pertumbuhan

Waduh, anak saya kok kurus banget, ya?

Bb bayi saya nambahnya cuma dikit, nih :-(.

Dibandingkan sama sepupunya yang seusia, kok anak saya kayaknya kurang tinggi, ya?

Pertanayaan-pertanyaan di atas seringkali menghantui orangtua, khususnya para ibu. Sebagai orang yang sehari-hari mengasuh dan merawat bayi/anak, ibu biasanya jadi merasa khawatir, adakah sesuatu yang salah? Apakah makanan yang diberikan kurang memenuhi kebutuhannya?

Jangan-jangan perlu suplemen tambahan? Apakah mungkin ada penyakit atau gangguan kesehatan yang menghambat pertumbuhan anak? Ada yang panik, tetapi ada juga yang ‘menyangkal’, percaya bahwa yang penting anaknya (terlihat) sehat dan aktif.

Sebelum loncat ke pencarian penyebab, apalagi langsung cari solusi, ada baiknya cek dulu. Benarkah ukuran tubuh anak memang sudah berada dalam tahap perlu perhatian? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini tentu diperlukan suatu standar. Bayi tetangga, keponakan, anak pak RW walau usianya sama tetapi belum cukup memadai untuk dijadikan pembanding.

Diperlukan sampel yang jauh lebih banyak untuk menghasilkan standar yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Salah satu standar yang dipakai secara luas adalah kurva pertumbuhan alias growth chart.

Ada lebih dari satu versi growth chart, dan versi yang lebih disarankan untuk dipakai adalah versi WHO (terakhir versi 2006). Mengapa? Karena versi lain seperti keluaran Centers for Disease Control and Prevention (CDC, bagian dari Kementerian Kesehatan Amerika Serikat) yang dibuat tahun 2000 misalnya, didasarkan pada bayi ras kaukasian dan banyak di antaranya memakai susu formula.

Continue reading

Let-Down Reflex

Kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai LDR. Bukan long distance relationship lho ya, melainkan let-down reflex atau istilah lainnya milk ejection reflex (MER).

Pernah nggak Bunda-bunda ketika sedang menyusui atau memompa/memerah ASI, sedang merasa bahagia, sedang teringat akan si buah hati yang lagi jauh, atau kadang-kadang tanpa penyebab yang jelas, kemudian kedua payudara terasa mengencang diikuti dengan merembesnya ASI keluar, bahkan kadang sampai mancur-mancur? Nah, inilah yang dinamakan dengan let-down reflex.

Yang berperan dalam terjadinya LDR ini adalah hormon oksitosin. Biasanya, LDR mulai dialami pada hari pertama hingga kelima setelah kelahiran bayi. Isapan bayi adalah salah satu hal paling ampuh untuk mendatangkan LDR. Perhatikan nggak kalau di awal biasanya bayi mengisap dengan ritme cepat-pendek, lalu setelah LDR berubah menjadi lebih lambat dan panjang?

Continue reading

Permenkes tentang Fasilitas Menyusui/Memerah ASI

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 15 TAHUN 2013

TENTANG

TATA CARA PENYEDIAAN FASILITAS KHUSUS MENYUSUI DAN/ATAU MEMERAH AIR SUSU IBU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 30 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu Ibu;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5291);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI KESEHATANTENTANG TATA CARA PENYEDIAAN FASILITAS KHUSUS MENYUSUI DAN/ATAU MEMERAH AIR SUSU IBU.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Air Susu Ibu yang selanjutnya disingkat ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu.

2. Air Susu Ibu Eksklusif yang selanjutnya disebut ASI Eksklusif adalah  ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.

3. Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah ASI yang selanjutnya disebut dengan Ruang ASI adalah ruangan yang dilengkapi dengan prasarana menyusui dan memerah ASI yang digunakan untuk menyusui bayi, memerah ASI, menyimpan ASI perah, dan/atau konseling menyusui/ASI.

Continue reading

Pusingnya Mengelola Grup di Media Sosial

Ini salah satu tugas yang diberikan pada Workshop Jurnalistik yang saya ikuti pada tanggal 24 s.d. 28 Juni 2013 lalu. Peserta diminta membuat tulisan feature berdasarkan wawancara dengan teman yang duduk di sebelahnya. Jadilah saya wawancara Mbak Syari, kebetulan waktu itu kami lagi sama-sama geregetan mikirin salah satu grup kesayangan kami di facebook :).

tatc2

Pusingnya Mengelola Grup di Media Sosial

Rambut boleh sama hitam, isi kepala siapa yang tahu. Peribahasa ini tampaknya cocok untuk menggambarkan perbedaan pendapat antarmanusia. Di era kebebasan seperti sekarang, orang semakin leluasa mengungkapkan isi kepalanya, banyak yang tak takut lagi dianggap aneh atau dimusuhi. Media internet turut memberi ruang bagi kebebasan berpendapat ini. Namun, seberapa jauh para penggunanya benar-benar bisa bertoleransi terhadap pendapat orang lain yang bertolak belakang?

Continue reading