Inspirasi Mengelola Keuangan: Habiskan Saja?

Pagi ini saya mengikuti bedah buku Ladies, Belanjakan Saja Semua Uangmu bersama penulisnya, Ai Nur Bayinah, S.E.I.,M.M.,CPMM. (perencana keuangan, dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Direktur Eksekutif SEBI Islamic Business & Economics Research Center), yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kementerian Keuangan. Judul bukunya provokatif ya, hehehe. Menarik memang, jadi penasaran seperti apa sih yang dimaksud dengan menghabiskan uang itu. Kalau disimak sih sepanjang bedah buku tidak ada penjelasan secara eksplisit mengenai hal itu kecuali petunjuk tentang bagaimana mengalokasikan pendapatan bulanan. Selengkapnya mungkin bisa dibaca di buku LBSSU, yang tadi dibagikan ke semua peserta yang sudah mendaftar melalui e-mail. Ulasan buku menyusul ya, belum sempat baca nih.

Berikut catatan saya dari acara tersebut:

Uang itu seperti air. Makin lama disimpan, hasrat kita untuk menghabiskan juga seringkali makin besar.

Banyak yang bertanya, kapan saat yang tepat bagi kita untuk merencanakan keuangan? Apakah menunggu gaji sekian digit terlebih dahulu? Yang benar adalah mulai saat kita punya penghasilan. Penghasilan tidak selalu sama dengan pekerjaan ya, penghasilan bisa dari gaji, honor, transferan dari orangtua, warisan dst.

Kebanyakan sense untuk mengelola baru muncul saat menikah karena baru muncul hambatan-hambatannya. Sebelum menikah kadang masih bisa minta tambahan ke orangtua.

Continue reading

Menyimak Indonesian Economic Outlook 2017 dari Pak Chatib Basri

Sudah lama saya mendengar tentang Mezzanine Club yang awalnya didirikan oleh dua pegawai muda Kementerian Keuangan kemudian menjadi acara berkala yang membahas isu-isu terkini atau ilmu bermanfaat dengan penyajian yang mudah diterima (utamanya untuk kalangan muda) tetapi sekaligus berbobot. Namun, karena faktor kesibukan kerja dan kemudian jarak, saya belum sempat mengikuti satu pun pertemuan Mezzanine Club. Di awal tahun ini, tak lama setelah saya dipindahkan ke kantor baru yang tidak terlalu jauh dari tempat kegiatan Mezzanine Club biasa digelar (tidak selalu di satu tempat, sih), ada pengumuman bahwa akan diselenggarakan Mezzanine Club 17. Pembicara untuk acara kali ini yang sekaligus untuk merayakan ulangtahun Mezzanine Club ke-2 pun tidak tanggung-tanggung, Dr. Muhammad Chatib Basri, S.E., M.Ec., mantan Menteri Keuangan RI periode 2013-2014.


Continue reading

Materi Kelas Offline Bunda Sayang Jakarta #1: Komunikasi Produktif

Kuliah Offline IIP Jakarta: Komunikasi Produktif
Hujan yang cukup deras tidak menghalangi langkah kaki member IIP Jakarta terutama peserta kelas Bunda Sayang untuk mengikuti kuliah offline yang telah disepakati bersama. Kegiatan ini melanjutkan sesi kuliah offline ketika Kelas Matrikulasi. Teman-teman IIP Jakarta cukup bersemangat untuk melanjutkan kegiatan kuliah offline ini hingga ke kelas Bunda Sayang.
Tidak hanya ibu-ibu saja yang berpartisipasi, namun bapak dan anak pun turut serta. Bapak-bapak menemani anak bermain di sekitar lokasi dan tetap bisa mengikuti jalannya diskusi. Anak-anak pun difasilitasi dengan aktivitas di kids corner (persembahan dari salah satu member) sehingga tetap merasa aman dan nyaman ketika diskusi berlangsung.
Berikut ini disertakan hasil diskusi kuliah offline Komunikasi Produktif IIP Jakarta.
πŸ“ Resume Diskusi Bersama Ibu Nurchasanah M.A
πŸ“† Ahad, 19 Februari 2017
🏑 Rumah Bunda Sari Kalideres
Profil Pembicara:
πŸ‘©πŸ»β€πŸ« Ibu Nur Chasanah M.A
πŸ“ Beliau adalah seorang Ibu dari 5 Anak
(2 anak sudah hafidz dan 3 lainnya sedang proses, ada yang sudah 16, 3 dan 5 juz)
Aktivitas terkait profesi:
πŸŒ€Direktur International Education Program NFbSL-Bandung (2014-2016)
πŸŒ€Dosen Fisip UI, kelas international komunikasi (2010-sekarang)
πŸŒ€School Principal Green Montessori Islamic School (2012-2014)
πŸŒ€Direktur Nurul Fikri English Course (2010-2014)
Vice Principal Cahya MOntessori (2006-2010)
πŸŒ€Bidang Pendidikan dan Pengajaran NEC (2002-2005)
Pengantar diskusi
Percakapan nabi Ibrahim dengan Ismail
Terjemah bebas:
T : “Semalam saya bermimpi, menyembelih engkau. Apa pendapatmu?”
J : “Sesungguhnya, engkau akan mendapatiku menjadi orang yang bersabar”.
Apa yang bisa kita lihat?
Sisi komunikasi:
🌷Bunda profesional harus mengawal fase komunikasi pada saat anak usia 3 tahun (sudah mulai mengetahui sifat yang abstrak)
Contoh:
a. Ada teh kotak di depan bunda. Lalu bunda pindahkan teh kotak ke belakang bunda. Apakah teh kotaknya hilang? Tidak. Teh kotak tetap ada, letaknya pindah di belakang bunda.
b. Main ciluk baa
🌷Hal abstrak pertama yang dikenalkan adalah adanya Allah dalam kehidupan kita. Komunikasi yang ada framenya (tuntunan dari Allah).
Pengenalan sederhana dimulai dengan berdoa (dalam bahasa Arab) sebelum melakukan aktivitas –> melatih otot (menyiapkan organ of speech) –> terbiasa dengan bahasa Arab sedari kecil melatih lidah anak untuk siap berbicara multibahasa (polyglot) dengan baik pada saatnya nanti.

Continue reading

Cepat dan Tepat Atasi Luka pada Anak

Masih dalam rangkaian Parenting Class Pertolongan Pertama pada Kedaruratan untuk Anak di Rumah yang diadakan di RSU Bunda Jakarta tanggal 19 Februari kemarin, setelah dr. Tiwi, sesi kedua diisi olehΒ dr. Priscilla Pramono, Sp.BP-RE, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik. Materi yang dibawakan oleh dr. Priscil berkaitan dengan Cepat dan Tepat Atasi Luka pada Anak, sesuai dengan latar belakang beliau yang salah satunya bertugas di Wound Care Unit RSU Bunda.

Mengawali presentasinya, dr. Priscil menyampaikan pesan yang senada dengan dr. Tiwi sebelumnya, yaitu orangtua perlu terus belajar untuk anak, karena tidak semua keadaan perlu ditangani oleh dokter. Salah satunya adalah jika anak (atau anggota keluarga lain) mengalami luka.

Kalau dulu kita kenal kotak P3K atau Pertolongan Pertama pada Kecelakaan, nah untuk keperluan yang lebih spesifik yaitu luka, yang harus siap sedia di rumah antara lain:

Continue reading

Emergensi pada Anak di Sekitar Rumah

Setelah beberapa kali kehabisan tiket, akhirnya kesampaian juga saya mengikuti Parenting Class bersama dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A., MARS. atau lebih akrab disapa dengan dr. Tiwi. Beliau termasuk salah satu dokter anak yang aktif berbagi ilmu untuk edukasi, khususnya mengenai kesehatan anak dan MPASI dengan sasaran keluarga muda. Kali ini dr. Tiwi tidak membahas MPASI, melainkan Emergensi pada Anak di Sekitar Rumah. Sesi dr. Tiwi ini merupakan sesi pertama dalam acara Parenting Class: Pertolongan Pertama pada Kedaruratan untuk Anak di Rumah pada tanggal 19 Februari 2017 di RSU Bunda Menteng Jakarta.

Aktivitas edukasi yang dijalani oleh dr. Tiwi menurut beliau bertujuan menyampaikan hal-hal yang seharusnya diketahui oleh orangtua. Orangtua khususnya ibu adalah dokter yang utama untuk anak. Tidak semua kondisi kesehatan anak mengharuskan kunjungan segera ke dokter atau rumah sakit, apalagi rumah sakit justru merupakan tempat yang ‘menyeramkan’ karena banyak kuman ganas di sana. Juga tidak semua sakit yang dialami anak membutuhkan obat, karena obat hanya diberikan pada saat benar-benar diperlukan.

Slide awal yang ditampilkan oleh dr, Tiwi menjelaskan bahwa tubuh sudah punya pertahanan kekebalan tubuh terhadap serangan mikroorganisme yaitu berupa sistem pernapasan (selaput mukosa, sel ephitalia), pencernaan (selaput mukosa, asam dan basa, flora bakteri), dan kulit/mukosa (barrier fisik, kimiawi, maupun flora bakteri). Bekerjanya dengan cara menahan, mengidentifikasi, dan menghancurkan musuhnya.

Continue reading

Internet Aman untuk Anak Kita, Apa Mungkin?Β 

Tajuk #TUMNgopiCantik kali ini adalah Better and Safer Internet at Home. Sejak awal acara dimulai di Eat & Eat fx Sudirman, mas Ilya Alexander S selaku pembicara yang diundang oleh The Urban Mama sudah menyampaikan sesuatu yang menohok: internet bukan diciptakan untuk anak-anak. Tidak ada yang aman, kalau mau aman ya jangan kasih internet. Nah, saya mengikuti acara yang diadakan tanggal 11 Februari ini juga sebenarnya mau tahu sih, seperti apa sudut pandang bapak-bapak praktisi. Selama ini yang saya ikuti kan lebih banyak tulisan dan seminar bu Elly Risman yang berbicara selaku pakar parenting, psikolog, eyang, dan pemilik yayasan yang menyuplai data riset dari berbagai daerah. Mas Ilya memang menyampaikan juga kalau tidak akan bahas dari segi parenting karena bukan ahlinya.

Persiapan tentang berinternet perlu karena yang terjadi kalau tidak hati-hati adalah antara stupid parents atau anak durhaka. Yang ditugaskan jadi orangtua itu kita, jadi tanggung jawab ada di kita. Coba bayangkan kita suka melarang anak main gunting, pisau, diumpetin, gak boleh ke dapur, tapi sama internet kita lepas begitu saja. Anak mau belajar menggunting kertas dibimbing, tapi medsosan dibiarin, atau papa mamanya lempar-lemparan tanggung jawab ngajarin. Aneh, kan? Sementara anak-anak kita digital native, dari lahir sudah dihadapkan dengan kecanggihan teknologi.

Continue reading

Peran Akupunktur dalam Mencegah Serangan Jantung Secara Dini (Sesi II)Β 

Sesi Peran Akupunktur dalam Mencegah Serangan Jantung Secara Dini ini menyambung bahasan sesi sebelumnya. Dalam acara yang diadakan oleh Balai Kesehatan Kementerian Keuangan bekerja sama dengan RSIA Tambak pada tanggal 8 Februari 2017 ini, dr. Lina Rostini, Sp.Ak. tidak hanya menyajikan presentasi tetapi juga langsung mencontohkan kegiatan senam limfatik dan gerakan akupunjktur sederhana yang dapat dilakukan di rumah sehari-hari. Beberapa peserta juga menjajal langsung akupunktur dengan jarum oleh dr. Lina di akhir acara.

wp-1486603771892.jpg

 

Berikut catatan saya:

Serangan jantung adalah kondisi di mana jantung tidak mendapatkan cukup oksigen dari darah yang mengalir ke jantung, sehingga otot jantung tidak bisa berfungsi (memompa darah) dan aliran darah berhenti. Penyebab: keterlambatan suplai darah ke otot jantung, peningkatan kebutuhan darah dan oksigenisasi. Sedangkan faktor predisposisinya antara lain merokok, stres, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan stres.

Pilar pengelolaan diabetes bukan hanya minum obat ya, tapi harus jaga input dan output yaitu makanan dan olahraga.

Continue reading

CERDIK Cegah Serangan Jantung Usia Muda (Sesi I)Β 

Siang tadi saya mengikuti acara edukasi semacam seminar yang diadakan oleh Balai Kesehatan Kementerian Keuangan bekerja sama dengan RSIA Tambak. Narasumber untuk bahasan pertama dengan judul CERDIK Cegah Serangan Jantung di Usia Muda adalah dr. Elli Arsita, Sp.PD.

wp-1486542378558.jpg

Penyakit jantung saat ini tak lagi mengenal usia, banyak orang berusia muda terkena serangan jantung dan meninggal. Serangan jantung terjadi ketika terbentuk gumpalan darah di pembuluh darah, jantung tiba-tiba tidak bisa berfungsi mendadak, berhenti berdetak, bisa meninggal. Penyakit jantung koroner disebabkan penyempitan pembuluh darah koroner oleh plak di dinding pembuluh darah. Plak timbul karena gaya hidup tak sehat: merokok, konsumsi terlalu banyak makanan mengandung kolesterol jahat, dan diabetes mellitus.

Continue reading

Talk to The Expert: Cegah Stroke

RS Premier Jatinegara termasuk cukup rutin menyelenggarakan seminar awam gratis untuk umum, sepengamatan saya sekitar sebulan sekali. Namun, saya baru kesampaian mengikuti kegiatan edukasi tersebut pekan lalu, tepatnya tanggal 21 Januari. Tema yang diangkat kali itu adalah Cegah Stroke. Mengingat papa dulu terkena stroke sampai dua kali di usia belum 50 tahun, saya pun ingin menambah pengetahuan mengenai kondisi yang satu ini.

img_20170121_091150

Narasumber dalam seminar yang digelar di lantai 9 RS Premier Jatinegara tersebut adalah dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S., dokter spesialis syaraf sekaligus direktur RS. Sebagai pembuka, dr. Sukono memaparkan bahwa manusia masa kini memang lebih rawan terkena stroke karena gaya hidup modern yang cenderung tidak sehat. Makan enak tapi malas olahraga, misalnya. Stroke merupakan penyebab kematian kelima di Amerika Serikat. Setiap 40 detik ada orang yang terkena stroke. Perempuan, kata dr. Sukono, lebih berisiko terkena stroke karena proses perubahan hormon selama hamil, pemakaian pil KB, maupun terapi sulih hormon. Namun, dari jumlah keseluruhan stroke itu sebenarnya 80% bisa dicegah.

Continue reading

Kampanye BrightFuture, Kepedulian untuk Investasi Masa Depan Kita

Jika melihat kondisi saat ini, pernah tidak terbersit di pikiran bahwa masalah di dunia sudah semakin kompleks? Baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun di bidang-bidang lainnya. Masalah yang sudah ada di masa sekarang, jika tidak segera ditangani dengan tepat, berpotensi akan terakumulasi ke depannya. Siapa yang nantinya akan menghadapi? Anak-anak kita tentunya, baik anak kandung maupun secara umum generasi berikutnya. Naluri kita sebagai mama pastilah ingin anak-anak menikmati kehidupan yang lebih baik daripada apa yang kita dapatkan saat ini. Lantas, apa yang bisa kita lakukan?

Hari Sabtu tanggal 17 Desember 2016 saya mengikuti TUMBloggers Meet Up yang diadakan di D.LAB by SMDV, Jl. Riau, Menteng. Event ini diselenggarakan oleh The Urban Mama bekerja sama dengan Unilever Indonesia dan Blibli.com. Dalam sambutannya di pembukaan acara, teh Ninit Yunita selaku founder The Urban Mama menyampaikan bahwa anak adalah investasi masa depan, sebagai mama pastinya kita ingin anak-anak punya masa depan lebih cerah, dan itu bisa dimulai dari rumah. Jadi, The Urban Mama mendukung kampanye Unilever BrightFuture untuk menciptakan dunia yang lebih sehat dan gembira bagi anak. Nah, apa sih sebetulnya yang dikampanyekan Unilever ini? Mba Fika Rosemary sang penyiar cantik selaku pembawa acara mengajak peserta menyimak penjelasan dari para narasumber yang sudah hadir.

Sambutan dari Teh Ninit, founder TUM

Sambutan dari Teh Ninit, founder TUM

Kampanye BrightFuture merupakan salah satu pengejawantahan Unilever Sustainable Living Plan yang merupakan strategi dalam menumbuhkan bisnis sembari mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari bisnis tersebut serta meningkatkan manfaat sosial positif bagi masyarakat. Masalah gizi buruk, sanitasi, gangguan kesehatan gigi dan mulut, juga terbatasnya sarana untuk bermain anak di luar merupakan sebagian dari problem era ini. Tidak bisa kita menganggap bahwa hal-hal tersebut tidak ada pengaruhnya kepada kita atau keluarga kita. Mba Adisty Nilasari, Media Relations Manager PT Unilever Indonesia, Tbk. menceritakan bahwa kampanye Bright Future sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2013 dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, misalnya program sebelumnya berkaitan dengan sanitasi (cuci tangan pakai sabun) dan penanaman pohon (mengatasi deforestasi). Tahun ini, tema yang diusung adalah “Selamat Tinggal Dunia Lama”.

Continue reading