
3M: Mendampingi – Menstimulus – Mengantisipasi


3M: Mendampingi – Menstimulus – Mengantisipasi
Nama salon Moz5 sudah saya dengar dari awal masa bekerja. Saya pernah pula mengikuti acara yang sama dengan pendirinya, Bu Yulia, yaitu sesi berbagi ilmu alm. Pak Nukman Luthfie yang diadakan oleh The Urban Mama. Namun, saya baru kesampaian ke salon bernama unik ini (permainan kata dari Muslimah) sejak beberapa tahun yang lalu, tepatnya ketika pindah ke daerah yang cukup dekat dengan salah satu cabangnya. Sebelumnya, cabang terdekat yang saya tahu adalah di Rawamangun, dan setiap kali lewat di depannya (biasanya kalau sedang akan belanja ke Tip Top) parkirannya selalu penuh.

Salon Moz5 Cempaka Putih
Kehadiran salon muslimah seperti ini menurut saya memang sangat membantu untuk mempermudah perempuan merawat diri. Aurat tetap terjaga dengan baik, perawatan pun biasanya dibuka dan diakhiri dengan doa. Sebetulnya saya juga tidak punya jadwal rutin untuk ke salon, tetapi sekali-sekali memanjakan diri melalui perawatan salon tentu menjadi kesempatan yang menyenangkan. Moz5 yang sudah berusia 23 tahun tentu merupakan pilihan yang tepat untuk itu.
Sebelum ini saya sempat menulis di blog soal lagu-lagu Phil Collins yang banyak dibawakan ulang oleh penyanyi lain. Salah satunya adalah You’ll be in My Heart. Kalau mengikuti perjalanan lagu ini sejak awal, pasti kita tahu bahwa liriknya ditujukan untuk Lily Collins, sang “Emily in Paris” yang juga putri musisi asal Inggris tersebut. Minimal, dari film yang memasang lagu ini sebagai pengiring yaitu Tarzan, cukup mudah ditangkap bahwa lagunya berisi pesan menenangkan dari orang tua kepada anak.
Kata-kata seperti dalam lirik lagunya “for one so small, you seem so strong” juga menandakan bahwa pihak yang dituju dalam lagu tersebut masih kecil atau anak-anak. Namun, versi NIKI yang belakangan ini viral membuat lagu ini jadi seperti punya makna lain, yaitu cinta kepada pasangan. Dengan imej NIKI yang dekat dengan anak muda, You’ll be in My Heart bisa ditafsirkan sebagai kata-kata manis dari seseorang yang tengah jatuh cinta kepada pujaan hati.
Beberapa waktu yang lalu saya membaca informasi mengenai akan diadakannya kegiatan “Parade Masa” yang diadakan di Gedung PT Balai Pustaka, Matraman, Jakarta Timur. Disebutkan di akun Instagram Balai Pustaka, “Parade Masa” bakal berisi pameran arsip koleksi satu abad Balai Pustaka, bazar buku dengan diskon mencapai 95%, hingga aneka diskusi dan bedah buku.
Tempat yang juga dikenal sebagai Istana Peradaban dengan Kafe Sastranya ini cukup familiar karena berkali-kali dijadikan lokasi kegiatan berbagai komunitas yang saya ikuti sejak sebelum pandemi, antara lain pelatihan public speaking Ibu Profesional Jakarta, workshop blog Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta, Milad ke-22 Forum Lingkar Pena pusat, dan talk show Optimalisasi Peran Ayah Tingkatkan Literasi Keluarga bersama komunitas Puan Daya Karya. Jaraknya pun tak terlalu jauh dari rumah.

Lokasi Parade Masa di Balai Pustaka, Jalan Bunga, Matraman
Meski terbantu kemudahan akses dan panjangnya waktu kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 3 Mei sampai dengan 1 Juni 2025, ternyata saya belum jadi-jadi bisa ke sana sampai lewat pertengahan Mei. Ada saja acara lain pada akhir pekan, ditambah dengan kondisi kesehatan yang sedang kurang bersahabat. Sebuah pengumuman di komunitaslah yang menggerakkan saya ke sana.
Judul: Serunya Menjadi Content Creator
Penulis: Ina Inong
Ilustrasi sampul: Dwi Novyan
Ilustrasi isi: Adinda Aurelia
Penerbit: Kanak (Bumi Aksara)
Jumlah halaman: 50
Cetakan pertama, 2024

Buku Anak Serunya Menjadi Content Creator
Buku ini merupakan salah satu judul dari Seri Profesi Zaman Now yang diterbitkan oleh Penerbit Kanak. Judul-judul lainnya tak kalah menarik seperti Data Scientist, Digital Marketer, Graphic Designer, hingga Programmer. Saya jadi ingat ucapan Kang Adhitya Mulya ketika mengisi seminar parenting beberapa tahun yang lalu: 40% (jenis) pekerjaan yang ada saat ini belum ada 30 tahun yang lalu. Di sinilah kita perlu mempersiapkan anak, bukan menjejalinya dengan doktrin harus kerja ini atau itu.
Judul Buku: Si Dul Anak Jakarta
Penulis: Aman Dt. Majoindo
Penerbit: Balai Pustaka
Edisi elektronik, 2021 (cetakan pertama 1932)
157 + viii halaman

Cover novel si Dul
Judul Buku: Pak Janggut
Penulis: Aman Dt. Majoindo
Penerbit: Balai Pustaka
Cetakan kesembilan, 2011 (cetakan pertama 1938)
64 + iv halaman
Pada Hari Buku Nasional kemarin saya datang ke pameran Parade Masa yang diadakan oleh penerbit Balai Pustaka di kantor mereka di Jakarta Timur. Selain acara-acara diskusi buku, ada juga bazar yang menyediakan buku-buku terbitan penerbit tersebut. Buku ini salah satunya, yang dihadiahkan kepada kami oleh salah satu pembicara dalam sesi diskusi buku sastra komunitas Lingkar Baca yang saya ikuti.

Buku Sastra Klasik Pak Janggut
Saat mudik lebaran kemarin saya sempat membuka-buka kembali lemari penyimpanan kaset milik alm. Papa. Mata saya tertumbuk pada sebuah nama yang tertera pada beberapa sampul kaset di situ. Phil Collins. Pria asal London, Inggris ini merupakan salah satu penyanyi favorit Papa, baik sebagai solois maupun anggota (vokalis dan penggebuk drum) band Genesis yang tenar pada era ’70-an hingga ’80-an. Koleksi kaset Phil Collins dan Genesis Papa terbilang lengkap, termasuk beberapa yang saya belikan semasa sekolah.

Salah satu kaset Phil Collins koleksi Papa
Karena seringnya Papa memutar lagu-lagu Phil Collins waktu itu, saya pun jadi akrab dengan sejumlah judul lagu andalannya. Saya terutama menyukai “A Groovy Kind of Love” (OST film Buster, dirilis 1988) dan Another Day in Paradise (dari album …But Seriously, 1989) untuk lagu solonya, juga “Hold on My Heart” dari Genesis. Lagu duetnya bersama Marilyn Martin, “Separate Lives” yang saya temukan pada salah satu album kompilasi yang saya lupa judulnya, juga amat menarik.
Judul: Al-Qur’an Sumber Healing-ku
Penulis: Dinar Rafikhalif & Ustaz Mochlisin
Penerbit: Cipta Prima Nusantara
Jumlah halaman: 147
Tahun terbit: 2025

Judul: Bunda Lisa: Samudra dan Angkasa yang Bernyanyi Memeluk Mimpi
Penulis: JS Khairen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 268
Tahun terbit: 2014
Peresensi: Leila Rizki Niwanda

Buku novel Bunda Lisa – JS Khairen
Sebagaimana judulnya, buku ini menceritakan kisah hidup Bunda Lisa. JS Khairen diam-diam melakukan riset untuk buku ini didorong oleh kekaguman pada sosok Bunda Lisa yang asli, pengelola TK Kutilang di Bekasi. Bunda Lisa adalah seorang perempuan asal Aceh yang melanjutkan pendidikan di Jakarta, bertemu dengan seorang pemuda yang nanti menjadi suaminya, kemudian mengikuti suami mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Setelah pulang kembali ke Indonesia, Bunda Lisa tergerak oleh keadaan di sekelilingnya. Satu demi satu program untuk masyarakat dengan penuh ketulusan ia jalankan dengan dukungan penuh suami tercinta.