Menjadi ibu yang suka menulis acapkali memang menghadirkan tantangan tersendiri. Saya merasakannya, dan ternyata Mbak Helenamantra yang menjadi buddy saya pada tahap akhir Kelas Ulat Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional pun demikian. Maka, saya mengumpulkan sejumlah tips dari sana-sini terkait hal tersebut untuk dijadikan hadiah. Mungkin sebagian besar di antaranya sesungguhnya sudah dijalankan, yah anggap saja sebagai catatan pengingat juga.
Sebagaimana disebutkan oleh salah satu ibu yang menulis tips di bawah ini, kebanyakan tips mengelola waktu untuk bisa menulis itu sepertinya ditujukan untuk mereka yang belum memiliki anak. Bahkan ia mengakui postingan blog lamanya (sebelum punya anak) tentang manajemen waktu tidak sesuai lagi untuk kondisinya sendiri saat ini.
Kalau sudah ada anak, akan ada begitu banyak tugas mulai dari menyiapkan makanan, membersamai saat bermain, menidurkan, hingga mencuci pakaian dan peralatan makanan (belum lagi urusan cuci botol dan perintilannya yang seringnya perlu perlakuan khusus), mengepel tumpahan susu, dst.
Itulah saat di mana semua ilmu tentang manajemen waktu yang pernah diketahui rasanya tak berarti lagi. Mau ibu bekerja di ranah publik seperti saya maupun ibu yang bekerja di ranah domestik seperti Mbak Helena yang menulis dari rumah selain kadang menghadiri kegiatan-kegiatan di luar, sama-sama ada tantangannya. Fokus? Apa itu fokus?
Continue reading →