[Resensi Buku] Highly Unlikely

Judul: Highly Unlikely
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: POP (Imprint Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan pertama, Mei 2024
Jumlah halaman: 250 + v
Saran usia pembaca: 13+

Sesuai dengan tema #paradebukujuni Komunitas @resensi_bacayuk, buku yang saya baca untuk memenuhi tantangan #ResensiJuni ini adalah #bukubersampulkuning. Pilihan saya jatuh pada buku Highly Unlikely ini. Bukunya sendiri masih sangat baru, sebagaimana saya cantumkan bulan terbitnya di atas.

Continue reading →

Haru dan Cerianya Drama Musikal Keluarga Cemara

“Di sini juga tak apa 
Asalkan saling punya 
Begini juga tak apa 
Karena kita bersama”

Lantunan suara emas Galabby “Abby” Thahira dalam lagu “Karena Kita Bersama” malam itu sukses membuat saya menitikkan air mata. Galabby yang berperan sebagai Emak menyanyikan lagu ini dengan penuh power, sedikit berbeda dengan versi Bunga Citra Lestari yang melantunkannya untuk salah satu pengiring adegan dalam Keluarga Cemara layar lebar tahun 2018. Jika versi BCL lebih lembut, lirih, dan menenangkan, versi Galabby bernada menguatkan dan meyakinkan. Saya membayangkannya laksana induk singa, siap melindungi keluarga apa pun yang terjadi. Apalagi di panggung, ceritanya saat itu Abah memang sedang perlu penguatan lebih bahwa ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga yang dipimpinnya.

Menonton Musikal Keluarga Cemara di Ciputra Artpreneur

Menonton Musikal Keluarga Cemara di Ciputra Artpreneur

Continue reading →

[Resensi Buku] Kamu Tidak Istimewa

Judul buku: Kamu Tidak Istimewa
Penulis: Natasha Rizky
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan Kedua, Februari 2024
Tebal: 104 halaman + xi
ISBN: 9786230055874

“Ih, judulnya kok gitu?” Fahira mengerutkan kening saat melihat saya mengeluarkan buku ini dari kemasan paket. Memang, jika dibandingkan dengan buku-buku apalagi yang bergenre motivasi, judul buku ini seolah malah mendemotivasi. Alih-alih menyemangati bahwa kita juga istimewa dan layak dihargai, justru belum-belum sudah langsung mengantarkan kita ke realita.

Continue reading →

[Resensi Buku] Catatan Pinggir 15

Judul Buku: Catatan Pinggir 15
Penulis: Goenawan Mohamad
Penerbit: Tempo Publishing
Tahun Terbit: 2023
Tebal halaman: 502 +xviii halaman
ISBN: 978-623-05-4044-8

Goenawan Mohamad dikenal akan tulisan-tulisannya yang tajam sekaligus reflektif. Pendiri sekaligus pimpinan redaksi pertama majalah Tempo ini kerap mengulas berbagai peristiwa dengan membawa serta aneka referensi untuk memperkuat argumennya.

Continue reading →

[Resensi Buku] Bebas Burnout

Judul Buku: Bebas Burnout, Tangguh tanpa Rasa Jenuh
Penulis: dr. Ekachaeryanti Zain, Sp.KJ.
Penerbit: TransMedia Pustaka
Tahun Terbit: 2022
Tebal halaman: 206 +xiv halaman
ISBN: 978-602-7100-90-4

Buku Bebas Burnout

Burnout merupakan istilah kedokteran psikiatri yang juga dikenal dalam dunia psikologi. Sindrom burnout terutama dikenal sebagai suatu gangguan psikologis yang terjadi akibat akumulasi stres jangka panjang yang tidak terkendali, misalnya dalam hal pekerjaan. Orang yang mengalami burnout dapat merasa tidak berdaya, putus asa, tidak mampu, dan tidak punya harapan, bahkan untuk melakukan hal-hal yang biasanya digemari. Burnout memang bukan termasuk dalam diagnosis gangguan jiwa, tetapi tetap dapat mengganggu kesehatan mental. Continue reading →

Mengunjungi Jembatan EMAS di Bangka

Belasan tahun tidak menginjakkan kaki di Bumi Serumpun Sebalai, tentu banyak sekali kemajuan yang saya saksikan ketika kembali ke sana. Salah satunya adalah Jembatan Emas yang sepertinya baru pada tahap pembangunan awal ketika saya pindah dari sana. Jembatan ini memilik keunikan dapat digerakkan naik-turun agar kapal besar dapat lewat, sekaligus tetap dapat dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan saat sedang tidak diangkat.

Nama Jembatan Emas diambil dari singkatan nama Eko Maulana Ali Suroso, Gubernur Bangka Belitung yang menjabat pada saat pembangunan jembatan tersebut (sekitar tahun 2007-2012 dan terpilih kembali untuk 2012-2017, tetapi meninggal dunia pada tahun 2013).

Jembatan Emas Pulau Bangka tampak tengah

Continue reading →

Pesona Wisata Bangka

Pulau Bangka memiliki sejarah yang panjang. Kepulauan Bangka dan Belitung adalah bagian dari wilayah perairan Sumatera yang menjadi pusat lalu lintas perdagangan dunia sejak zaman dahulu. Bangka juga memiliki komoditi pertanian rempah-rempah berupa lada.

Sekitar tahun 1709 M, ditemukan timah di Pulau Bangka dan sejak itu timah dari Bangka menjadi primadona di mata berbagai bangsa. Banyak penambang maupun pedagang timah yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia, bahkan silih berganti Bangka Belitung dikuasai oleh berbagai kerajaan besar, mulai dari Sriwijaya, Majapahit, Malaka, Johor, Banten, Kesultanan Palembang, Inggris, Belanda, hingga Jepang, sebelum akhirnya menjadi bagian dari Republik Indonesia. 

Continue reading →

Eloknya Kain Cual, Tenun Khas Bangka

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke Museum Cual Ishadi, di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Ini kedua kalinya saya mendatangi tempat tersebut. Namun, saat saya tinggal di Pangkalpinang dulu museum ini belum ada, baru berupa galeri penjualan saja.

Berbelanja kain cual khas Bangka

Ternyata saya masih menyimpan foto saat berbelanja cual untuk oleh-oleh Mama tahun 2008

Jika Sumatera Selatan terkenal dengan kain songketnya, maka Bangka Belitung (yang memang dahulu termasuk dalam povinsi tersebut) juga punya wastra tenun yang tak kalah cantiknya bernama kain cual. Adalah almarhum Abdul Hadi Muchtar yang berinisiatif mengangkat kembali kain cual khas kampung halamannya. Seperti dituturkan oleh Isnawaty, istri Abdul Hadi, pengesahan Bangka Belitung (Babel) sebagai provinsi tersendiri pada bulan November 2000 menjadi momentum menguatnya tekad melestarikan kain cual.

Continue reading →

Contoh Pidato Hari Ibu untuk Kegiatan Kerta Wredatama

Bulan Desember di Indonesia identik dengan peringatan Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu di Indonesia mengambil tanggal dari hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I. Kongres yang diikuti oleh lebih kurang 30 organisasi wanita dari berbagai daerah ini diselenggarakan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928. Melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 Presiden Sukarno kemudian menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional

Pada kongres tersebut diagendakan antara lain pembahasan mengenai persatuan perempuan nusantara dan peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan. Tak hanya memperjuangkan hak-hak para ibu yang identik dengan sebutan bagi perempuan yang telah memiliki anak, tetapi kongres ini juga membahas tantangan-tantangan bagi perempuan Indonesia secara umum pada masa itu seperti terbatasnya kesempatan mengenyam pendidikan. 

Continue reading →

Wangi Minyak Kayu Putih dengan Aroma Elegan, Bisa untuk Terapi di Rumah Sendiri!

Bulan-bulan ini sedang banyak kenalan yang baru dikaruniai bayi. Saya biasanya akan mengirimkan kado sebagai tanda turut berbahagia. Kado apa yang cocok untuk bayi teman kantor atau teman lama? Bisa macam-macam sih, dari mainan, baju, buku bantal atau buku kain untuk bayi, sampai baju menyusui atau perlengkapan #MengASIhi lainnya untuk ibunya. Kalau memungkinkan, terutama dari segi ekspedisi (mengingat kawan-kawan saya tersebar di berbagai daerah), saya juga akan menambahkan keperluan bayi seperti minyak telon.

Kenapa minyak telon? Karena minyak telon ini memang sudah identik dengan tradisi keluarga Indonesia untuk diberikan kepada bayi. Saya pribadi meski sudah punya dua anak, masih menyukai harum minyak telon. Bahkan saya sempat tidak menyukai minyak kayu putih dan memilih memakai minyak telon karena beberapa kejadian dalam hidup saya. Tapi, itu dulu … 

Minyak Kayu Putih, Sahabat Saya Sejak Dulu

Flashback ke masa sekolah, saya dan minyak kayu putih itu ibarat punya love-hate relationship.

Continue reading →