Observasi di PPID Kota Bekasi

Tulisan ini merupakan bagian dari tugas akhir dalam Diklat Pembentukan Jabatan Fungsional Pranata Humas yang saya ikuti bulan Mei lalu. Tepatnya bagian yang saya susun, karena sebetulnya ini adalah tugas kelompok. Sayang saja jika tidak dipublikasikan, mengingat banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan saat kegiatan observasi langsung ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Bekasi dan ketika mencari referensi terkait.

Saat berkunjung yang difasilitasi oleh Pusdiklat Kominfo, kami diterima oleh Kabag Humas Pemkot Bekasi Ibu Amsiyah, Subkoordinator Hubungan Dokumentasi Internal Ibu Diah Setiyawati, dan Staf Bagian Humas Pak Agung Septian Saputra.

Kabag Humas Pemkot Bekasi Ibu Amsiyah

Keterbukaan Informasi Publik

Dalam buku “Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipasi di Indonesia” Hetifah Sj. Sumarto menjelaskan bahwa hak terhadap informasi adalah bagian yang esensial dalam mekanisme partisipatori. Hal ini membuat setiap orang harus mendapatkan haknya untuk mendapat akses informasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Continue reading →

Ulasan Buku Tentang Anak

Meskipun anak-anak sudah beranjak besar, tetapi saya masih sering membelikan board book untuk mereka. Apalagi kalau temanya menarik untuk dibahas (dan kadang-kadang sesederhana karena ilustrasinya menarik). Namun memang lama-lama saya agak pilih-pilih. Bagaimana pun, harga buku yang bahannya tebal seperti ini cenderung lebih mahal. Ruangan kami di rumah pun terbatas, Jadi tetap harus ada prioritas.

Buku Tentang Anak

Buku Tentang Anak

Saat muncul berita bahwa ada board book baru dengan tajuk seri Sikap Baik yang diluncurkan pada Desember 2020, saya juga masih pikir-pikir dulu untuk membeli. Temanya sekilas sudah sering diangkat, yaitu tentang kata-kata ajaib. Namun, suasana pandemi memang membuat saya jadi memerlukan amunisi bacaan yang lebih banyak untuk anak-anak yang jadi tidak bisa pergi ke mana-mana. Apalagi saya membaca bahwa buku dari Tentang Anak ini diramu oleh dokter spesialis anak dan pakar lainnya seperti psikolog anak, penggiat Montessori, praktisi anak usia dini, dan penulis buku anak.

Continue reading →

Peran Pemerintah Dukung UMKM Lewat Pinjaman Murah

Kecil-kecil cabe rawit. Ungkapan ini sepertinya cocok untuk disematkan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kategori mikro, kecil, dan menengah ini memiliki lingkup masing-masing sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Di sana dicantumkan bahwa Usaha Mikro memiliki hasil penjualan tahunan sampai dengan maksimal Rp2 miliar rupiah, Usaha Kecil hasil penjualan tahunannya lebih dari Rp2 miliar sampai dengan Rp15 miliar, sedangkan Usaha Menengah memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp15 miliar sampai dengan Rp50 miliar.

UMKM kerajinan rotan di Pekanbaru

UMKM kerajinan rotan di Pekanbaru

Peraturan yang sama menyebutkan bahwa Usaha Mikro memiliki modal dasar paling banyak Rp1 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, kemudian Usaha Kecil memiliki kisaran modal awal lebih dari Rp1 miliar sampai dengan Rp5 miliar, dan Usaha Menengah memiliki modal awal lebih dari Rp5 miliar sampai Rp10 miliar. Keterbatasan modal acapkali memang menjadi kendala bagi UMKM untuk dapat bertahan dan berkembang. 

Continue reading →

Suzume dan Simbol Perjuangan Menutup Pintu

Sebuah pintu misterius terbuka, membuat makhluk mengerikan terlepas dan mengamuk. Tokoh protagonis berpacu dengan waktu agar makhluk itu tidak berbuat kerusakan, dan dapat dikunci kembali di dunianya. Plot seperti ini bukanlah hal baru untuk film-film aksi fantasi. Sudah terbayang akan ada adegan-adegan berbahaya yang membuat penonton ikut menahan napas, sebelum akhirnya dunia dapat diselamatkan. Namun, Suzume (2022) lebih dari itu.

Continue reading →

Bloggercrony Ajak Tingkatkan Skill dan Jaga Profesionalisme

“Maka dari itu, kita perlu menyusun perencanaan konten dengan baik agar …..” Suara saya mendadak terhenti. Otak saya macet. Dengan gugup, saya memindahkan mikrofon ke tangan kiri. Agar apa, ya? Agar berhasil? Terlalu sederhana sepertinya. Agar banyak yang like dan comment? Entahlah, rasanya buntu. Saya menghela napas lalu memutuskan untuk langsung lanjut saja ke halaman berikutnya.

“Ya, itu tadi hal yang harus dilakukan ya, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu. Berikutnya dalam perencanaan konten kita harus mengingat ….” Sesi saya teruskan dengan membacakan poin demi poin yang muncul di layar besar di sebelah.

berbicara di depan umum

Menjadi narasumber di acara kantor

Satu pekan terakhir ini sungguh tidak biasa bagi saya. Empat kali saya perlu tampil berbicara di depan umum, meskipun tiga di antaranya dilakukan secara daring. Saya, yang sebenarnya lebih suka mengungkapkan apa pun lewat tulisan, dari dulu selalu gemetar kalau sudah harus melakukan public speaking. Sebisa mungkin saya berusaha mengalihkan agar teman lain saja yang dijadikan pembicara, host, atau sejenisnya. Pada satu-satunya sesi luring dari empat acara seminggu ini, tepatnya yang baru saja berlangsung kemarin sore, kegugupan saya mencapai puncaknya sebagaimana saya ceritakan di atas. Apalagi audiens saya adalah para pejabat.

Saya jadi mengingat kembali paparan Bang Anwari Natari atau akrab disapa dengan Bang Away, pengawas Komunitas Bloggercrony Indonesia pada Kick Off Event #BloggerDay2023 tanggal 24 Februari lalu. Di situ, Bang Away mengingatkan perlunya seorang blogger atau penulis memiliki keterampilan public speaking.

Continue reading →

Fiesta Seafood, Solusi Bekal Praktis Anak untuk Ibu Bekerja

Akhir pekan begini saatnya menyusun menu mingguan, termasuk merencanakan anak-anak akan bawa bekal apa ke sekolah. Sehari-harinya, Fathia dan Fahira berada di sekolah sekolah sampai hampir pukul 3 sore. Belum lagi kalau ada les atau latihan untuk kegiatan tambahan seperti pentas dan lomba, atau mengerjakan tugas kelompok dulu.
 
Sebagai ibu bekerja, terus terang saya lebih sering mencari yang praktis-praktis saja untuk bekal. Apalagi sekarang load pekerjaan sudah makin padat. Bulan-bulan ini saya kerap baru pulang setelah Isya atau kalaupun bisa pulang cepat tetap ada pekerjaan yang harus dilanjutkan di rumah.
 

Continue reading →

Libur Akhir Tahun di Depan Mata, ASUS Zenfone 9 Siap Rekam Momen Manisnya

Pagi tadi saya dan suami mengambil rapor anak-anak di sekolah. Pembagian rapor ini menandai berakhirnya semester ganjil tahun 2022. Alhamdulillah, nilai-nilai mereka termasuk bagus. Dari obrolan dengan para guru, masih terdapat beberapa aspek dalam diri anak-anak yang perlu ditingkatkan, salah satunya kepercayaan diri. Hasil diskusi ini lalu menjadi masukan juga bagi kami untuk lebih memotivasi anak-anak agar makin berani dalam mengungkapkan pendapat dan tampil di depan apabila memang diperlukan.

Rapor sudah diambil, artinya siap-siap liburan, nih. Penghujung semester ini bertepatan dengan pergantian tahun, yang bagi beberapa keluarga memang menjadi momen untuk berlibur bersama. Kami sendiri jarang secara khusus merencanakan liburan akhir tahun. Penyebabnya, justru pada bulan Desember inilah pekerjaan saya dan suami sedang padat-padatnya. Boro-boro mau cuti, bisa pulang tidak terlalu malam saja sudah sangat bersyukur.

Board game JUARA

Salah satu board game favorit anak-anak saat ini

Namun, tentu sayang juga kalau hari libur anak-anak tidak diisi dengan kegiatan yang seru. Apalagi setelah berkutat dengan Penilaian Akhir Semester di sekolah yang cukup menguras energi. Sejumlah kegiatan sudah saya siapkan untuk bisa dilakukan oleh anak-anak di rumah, dengan bantuan paket-paket kreativitas yang saya pesan. Ada kit melukis dengan kanvas sederhana, rangkaian percobaan sains yang dikaitkan dengan permainan anak-anak, seperangkat DIY membuat kertas daur ulang, board game, puzzle, juga pastinya banyak buku bacaan.

Continue reading →

Tukoni Dorong UMKM Tangkas Bergerak Memangkas Jarak

Dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pertengahan bulan November lalu, Presiden RI Joko Widodo antara lain mengungkapkan peran penting ekonomi digital. Digitalisasi di bidang ekonomi membuat sekat-sekat tempat dan waktu kian menipis, sehingga memungkinkan peluang pasar makin terbuka baik nasional maupun internasional. Pandemi Covid-19 memang menyisakan banyak dampak negatif di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga perekonomian. Namun, pandemi justru memicu percepatan pengembangan ekonomi digital.

Akibat pembatasan aktivitas masyarakat untuk membantu mencegah penyebaran penyakit, makin banyak pelaku usaha yang melirik teknologi digital untuk memasarkan produknya. Sebab, menunggu pembeli datang langsung menjadi hal yang cenderung kecil kemungkinannya pada saat itu. Melalui media sosial maupun platform penjualan daring lainnya, kegiatan promosi sampai dengan transaksi penjualan dan pengiriman dapat difasilitasi. Laporan SEA e-Conomy oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkapkan bahwa 1 dari 3 pedagang digital di enam negara di Asia Tenggara percaya bahwa mereka dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19 karena menggunakan platform digital. Termasuk di Indonesia, 28% pedagang berpendapat bahwa mereka mustahil bertahan tanpa memanfaatkan digitalisasi.

Continue reading →

Menanti ASUS Zenfone 9, si Compact yang Kaya Fitur

Mengirim bahkan mengedit dokumen untuk pekerjaan kantor. Meneruskan informasi tugas PJJ anak-anak dan menyetorkan kembali jawabannya, sering pula harus merekam video sesuai dengan instruksi guru di sekolah. Memantau berita baik untuk keperluan pekerjaan maupun pribadi.

Mendokumentasikan kegiatan anak-anak. Mengolah foto dan video menjadi konten yang meski belum secanggih teman-teman lain, tetapi justru dalam masa masih belajar inilah rasanya butuh waktu dan usaha yang lebih. Mengelola media sosial dan blog pribadi. Menonton web series dan film lewat platform OTT. Video call dengan orang tua yang tinggal di kota lain. Berdiskusi dengan orang tua murid lain di grup sekolah, dengan sesama anggota komunitas di grup percakapan. Menelepon petugas antar jemput sekolah. Mengecek CCTV rumah.

Mengecek kebenaran suatu informasi. Mencari tahu tempat rekreasi keluarga yang akan dikunjungi. Menyewa jasa taksi secara daring. Berbelanja di toko favorit. Membaca buku kesukaan. Mengatur keuangan lewat mobile banking. Sebanyak itulah aktivitas yang sering saya jalani sehari-harinya dengan bantuan ponsel, bahkan mungkin masih ada yang belum saya sebutkan.

Continue reading →

Meriahnya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga

“Bun, Bunda besok masuk nggak?” Fahira bertanya. Maksudnya, apakah esok hari saya bekerja dari rumah atau berangkat ke kantor.

“Besok Bunda ke kantor, Dek. Kenapa?” Reaksi Fahira yang justru girang mendengar jawaban ini membuat saya heran. Biasanya, ia akan bilang, “Yaaah …” kalau saya menjawab demikian. Kenapa kali itu berbeda?

“Ada, deeeh,” Fahira masih senyum-senyum seperti menyembunyikan sesuatu.

Keesokan harinya, saya baru pulang dari kantor sehabis Isya. Sampai di rumah, Fahira dan kakaknya, Fathia, sudah menunggu. Dengan bersemangat, mereka menyambut saya dan suami, lalu menunggui kami makan sampai selesai.

“Bunda, Adek punya kejutan buat Bundaaa,” kata Fahira begitu saya selesai dengan urusan piring kotor.

“Kejutannya adalaaahh … ” Fathia berjalan mendekati lemari es.

“Iniii … Selamat ulang tahun yaa, Bunda,” seru Fahira sambil mengeluarkan sesuatu dari freezer.

Anak-anak menyodorkan cetakan es berisi popsicle kepada saya. Saya mencoba mengeluarkan satu, tampak es berwarna putih dengan lapisan warna cokelat di bagian ujungnya. 

Es Oreo

Ilustrasi Oreo Popsicle yang suka dibuat oleh anak-anak (yang di hari ultah saya nggak sempat difoto)

Continue reading →