Untuk hari kesebelas Tantangan Level 11 Kelas Bunda Sayang Ibu Profesional: Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak ini, karena memang jadwal presentasi kelompok sudah usai, saya meneruskan sebagaimana instruksi awal yaitu mencari media edukasi lain kemudian me-review-nya. Kali ini saya ambil dari tulisan bu Elly Risman di facebook.
Elly Risman-Full
Saatnya Mencermati Permainan
Makna kata MENCERMATI menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah: memperhatikan dengan seksama, teliti, penuh minat dan sungguh-sungguh. Permainan yang saya maksudkan di sini termasuk: benda berupa games dan permainan yang berbentuk kegiatan yang dilakukan anak-anak saat mereka bermain bersama.
Terkejut sekali saya begitu akan presentasi di dua tempat di salah satu kota besar di Jawa Tengah ketika mendengarkan jawaban staf saya tentang temuan apa yang menarik dan mutakhir di daerah ini, dan dia menjawab sebuah permainan yang berkonotasi seks lagi marak di kota itu.
Saya memandangnya tak berkedip, ketika dia menguraikan dan memperlihatkan contoh komik dan website dari apa yang ditiru anak SD untuk dijadikan permainan.
Sudah jadi kebiasaan di YKBH (Yayasan Kita dan Buah Hati) kalau kami (para pembicara dan pelatih parenting) akan memberikan seminar dan pelatihan di satu kota, maka tim riset YKBH berkewajiban mensuplai data tentang daerah tersebut, berkaitan dengan topik yang dibahas, terutama dampak negatif dari pornografi terhadap anak dan keluarga. Jadwal dan materi kegiatan Tim YKBH bisa dilihat di FB YKBH. Karena (masha Allah tabarakallah) kegiatan saya yang padat sekali, kadang kadang saya baru menanyakan hal ini di atas pesawat atau setibanya di hotel, di mana biasanya saya memeriksa sebentar materi presentasi.
Target Baru Pebisnis Pornografi
Dari segi konten atau materi sebenarnya kurang lebihlah yang ingin mereka jual dan pasarkan, hanya kini target yang ingin mereka sasar dari segi usia menjadi lebih muda. Bila di tahun 2009 anak yang ingin mereka sasar adalah mereka berusia baligh yang waktu itu bergerak dari 9 -13 tahun, kini telah turun ke anak-anak yang usianya lebih muda, yaitu balita! Mereka bukan saja jadi korban tetapi juga pelaku, seperti yang banyak diberitakan media terutama yang terjadi di Jatinegara beberapa pekan yang lalu di mana GS (5) dicabuli 7 anak lainnya yang berusia 5- 12 tahun.
Yang menarik dari kasus ini adalah bahwa pelaku utama mengetahui materi P dari HP orang terdekat dan kemudian mencari dan menikmatinya dari warnet dekat rumahnya.









