Si Gurih Renyah Keritcu

kritcu-4kritcu-1kritcu-3

 

Ini salah satu hasil penugasan saat KKN di STIE Pertiba Pangkalpinang tahun 2009. Daripada hilang bersama dengan dihapusnya blog lama, dimuat kembali di sini saja. Kebetulan lagi kangen juga makan keripik nan renyah dan gurih ini.

Bp. Djunaidi Sarimin (67 tahun) merintis usaha keripik telur cumi atau keritcu/kritcu ini pada tahun 1998. Saat itu Bp. Djunaidi yang seorang pensiunan PT Timah, Tbk. menangkap adanya peluang, karena jenis makanan kecil ini memang belum ada yang menjual. Awalnya Bp. Djunaidi melakukan survei terlebih dahulu di toko-toko untuk menentukan bentuk dan kemasan seperti apa yang diminati masyarakat khususnya anak-anak. Ditemukanlah bentuk mirip stik kecil-kecil. Kemudian penjajakan bahan baku dilakukan pula dengan cara mendatangi pabrik pengolahan cumi-cumi di kawasan Pangkalbalam. Di sana cumi-cumi diolah untuk kepentingan ekspor, sedangkan telurnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Tambahan modal diperoleh dari pinjaman BUMN.

Saat itu harga satu kilo telur cumi hanya seribu rupiah, dan Bp. Djunaidi membeli 5 kilogram. Hasil jadinya dijual seharga Rp 12.000,00 dan dipasarkan dengan sistem titipan ke toko-toko oleh-oleh yang ada di kota Pangkalpinang. Rasalina dipilih sebagai merk dagang, yang merupakan akronim dari Rasa Lautan Indonesia (sekaligus mendekati nama istri Bp. Djunaidi). Pekerjaan menjemput bahan baku dan mengolah keritcu ini masih ditangani langsung oleh Bp. Djunaidi berdua istri, dengan basis tempat tinggal mereka di Jl. Adyaksa No. 180 Kacangpedang Pangkalpinang. Penambahan pekerja musiman untuk membantu hanya dilakukan apabila benar-benar diperlukan.

Hambatan yang ditemui dalam perkembangannya antara lain bahan baku telur cumi tidak selalu tersedia, karena sangat tergantung dengan kondisi laut. Tsunami tahun 2004 yang lalu membuat nelayan tidak lagi terlalu berani mengambil risiko melaut di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Ini membuat pelebaran sayap untuk dikirim ke daerah lain dalam jumlah besar yang pernah dilakukan pada tahun 2000-an terpaksa terhenti. Daya tahan produk sendiri tak sampai dua bulan untuk kualitas terbaik. Kemudian harga bahan-bahan lain seperti tepung tapioka dan minyak goreng, juga bahan bakar untuk memasak semakin menanjak. Di sisi lain, jika harga jual ikut dinaikkan berarti akan mengurangi daya saing di pasaran. Apalagi kini sudah banyak sekali produsen makanan serupa yang berlomba-lomba menempatkan produknya di toko.

Kemasan produk keritcu sudah mengalami lima kali perubahan. Pada tahun 2001, keritcu Rasalina memenangkan lomba pengemasan UKM se-Sumatra Selatan. Saat ini ada beberapa jenis kemasan dari plastik hingga kotak. Walaupun harga bahan kemasan berbeda-beda, tetapi harga jualnya sendiri tetap sama dengan kemasan apa pun. Yang membedakan adalah daerah pemasaran. Untuk dititipkan di warung-warung misalnya, kemasan plastik biasa terbukti lebih menarik karena orang yang hendak membeli bisa melihat langsung isinya. Sedangkan untuk keperluan pameran dan toko tertentu dipakai kotak dengan ‘jendela’ plastik bening di depannya.

Desain dan beberapa kemasan awal merupakan bantuan dari pemerintah, bersama alat untuk menutup kemasan (awalnya masih manual menggunakan lilin). Setelah kemasan bantuan habis, Bp. Djunaidi harus memesan sendiri kemasan dengan desain yang sudah ada. Pada bungkus, selain merk dicantumkan pula bahan-bahan pembuatan keritcu, logo halal, alamat yang bisa dihubungi, juga versi bahasa Inggris keterangan tersebut dengan tujuan agar lebih dikenal dan dipercaya konsumen.

Sekarang keritcu Rasalina sudah semakin berkembang. Harga untuk kemasan ukuran 250 gram adalah 15 ribu rupiah. Perputarannya di toko termasuk cepat dan termasuk salah satu merk favorit pembeli. Bahkan sudah merambah juga ke kota-kota lain seperti Palembang, Jambi, Batam, dan Jakarta walaupun tidak dikirim sendiri melainkan dibawa oleh pembeli dalam jumlah banyak.

Salah satu kelebihan lain adalah tempat pembuatannya yang strategis dan mudah dikunjungi oleh umum. Sehingga pelanggan yang berminat bisa langsung datang untuk membeli tanpa melalui toko dan pihak-pihak yang ingin mengadakan penelitian, studi banding atau sejenisnya juga bisa mencapainya dengan mudah. Bp. Djunaidi memang mengaku tidak ada rahasia dalam usahanya, setiap orang boleh saja datang untuk menimba ilmu. Rombongan dari Dinas Perindustrian Maluku pernah berkunjung untuk mempelajari pengolahan telur cumi.

Penghargaan dan berbagai sertifikat pengakuan berhasil diperoleh, termasuk liputan di berbagai media. Dalam wawancara dengan tabloid bisnis nasional ‘Kontan’ bulan April lalu, Bp. Djunaidi menyatakan bahwa omzetnya sekitar 12 juta rupiah perbulan. Satu cabang usaha keritcu Rasalina telah dibuka di Sungailiat (Kab. Bangka), dikelola oleh putra Bp. Djunaidi.

Menurut Bp. Djunaidi, dirinya tetap optimis bahwa usaha keritcu Rasalina akan tetap bertahan. Sebab, yang diutamakannya adalah kualitas. Selain itu keritcu sudah menjadi komoditas unggulan kota Pangkalpinang dan tidak ada duanya di daerah lain sehingga akan selalu ada pembeli khususnya untuk oleh-oleh maupun cemilan di rumah. Pelanggan pun sudah bisa membedakan mana keritcu yang benar-benar bermutu dengan yang terlalu banyak memakai bumbu penyedap. Produksi keritcu pun tergolong kontinyu, tidak musiman seperti beberapa merk lain sehingga memudahkan dalam membentuk pasar pelanggan setia. Walaupun ada keterbatasan bahan baku sehingga produksi pun tidak bisa dilakukan setiap hari (maksimal hanya tiga hari sepekan), tetapi ini justru dianggap sebuah efisiensi. Antara lain karena tidak perlu menambah pekerja yang tentunya memerlukan upah lebih banyak. Sebagai usaha tambahan, Bp. Djunaidi juga memproduksi kemplang, tetapi tidak dalam jumlah besar dan tidak tentu waktunya.

Saking semangatnya motret aktivitas sampai lupa ambil foto keritcunya sendiri. Nah, ini dia nih yang namanya keritcu (tapi merk lain hehehe).

.SAMSUNG DIGIMAX A403kritcu-5

MPASI Perdana, Apa, Ya?

Disclaimer: tulisan ini disusun berdasarkan rekomendasi pada saat itu. Semoga dapat memberikan wawasan bahwa memang ilmu terus berkembang dan akses terhadap informasi pun makin luas sehingga bisa jadi apa yang direkomendasikan dahulu berbeda dengan sekarang.

==============================================================

Ngumpulin beberapa artikel dari berbagai sumber, buat ditengok sewaktu-waktu perlu informasi mengenai MPASI awal.

Yang ini dari milis MPASI Rumahan (mengacu pada brosur complementary feeding dari WHO).

Brosur MPASI Alih bahasa (unicef)(1)-page-001 Brosur MPASI Alih bahasa (unicef)(1)-page-002

Brosur Apakah MPASI itu-page-001Brosur Apakah MPASI itu-page-002

Yang ini kultwit dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) menggenai MPASI, diterjemahkan dari IYCF WHO 2010.

Apa sih poin-poin penting MPASI atau Infant and Young Child Feeding?

Poin-poin penting MPASI antara lain: Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active/Responsive dan Hygiene. Disingkat menjadi AFATVAH.

AGE
Artinya, MPASI diberikan pada saat yang tepat, yaitu usia 6 bulan (180 hari). Kalo telat, risikonya: bayi tidak dapat cukup nutrisi untuk pertumbuhan, tumbuh kembangnya lebih lambat, malnutrisi & defisiensi gizi seperti zat besi dll.

FREQUENCY
Perhatikan frekuensi pemberian MPASI. Di awal mulai makan (umur 6 bln), 1-2x/hari. Lalu tambah jadi 2-3x plus 1-2x makanan ringan. Sejak umur 9 bulan, berikan 3x makan dan 2x selingan makanan ringan. Umur 1 tahun ke atas, kasih 3-4x makan dan 2x selingan.

AMOUNT
Jumlah makanan tentu harus diperhatiin ya. Pas baru mulai makan, mulai dengan sesuai selera bayi, lalu tingkatkan secara bertahap. Umur 6bln (awal) mulai dengan 2-3 sdm setiap kali makan. Notice your baby’s cues :). Tingkatkan secara bertahap sampai setengah mangkok ukuran 250ml utk usia 6-9 bln. MPASI Setelah umur 9-12bln, diharapkan udah mulai makan setengah-tiga perempat mangkok ukuran 250ml. Setelah umur 1thn, porsi rata-rata 1 mangkok ukuran 250ml.

TEXTURE
Tekstur makanan sangaaaat penting. Anak kan lagi belajar makan, jadi harus bertahap teksturnya sampai bisa jago makan kayak emaknya :D.

Tahapan tekstur ini jangan terlalu cepet, tapi jangan terlalu lambat juga. Waktu mulai makan umur 6 bulan, kasih bubur kental atau puree. Jangan terlalu encer atau terlalu kental. Patokannya? Kalau MPASI-nya ditaro di sendok, sendoknya dimiringin, itu puree/bubur gak langsung tumpah.

Setelah mulai makan beberapa minggu, sampai umur 9 bulan kasih bubur yang lebih kental atau bubur saring. Mulai umur 9 bulan udah bisa dikasih makanan cincang halus, yang penting tidak keras, dan mudah dijumput anak. bagian2 yg sulit dikunyah seperti daging sapi.

VARIETY
Keberagaman makanan adalah kunci gizi seimbang. Karena gak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua gizi. MPASI boleh dimulai dgn bubur serealia atau puree buah. Gak usah berantem cuma bahas ginian, yang penting, secepatnya kenalkan bahan makanan yang bervariasi. Inget, kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat terus, sedangkan cadangan zat besi menurun drastis di usia 6bln.

Sejak umur 6bln mulai kenalkan semua variasi makanan: pangan pokok (serealia, ubi2an), buah, sayuran, kacang-kacangan, dan sumber hewani. Jadi, variasi sama di semua umur (alias sevariatif mungkin), yang berubah cuman tekstur dan jumlah+frekuensi yg meningkat.

ACTIVE/RESPONSIVE
Pemberian makan secara aktif dan responsif terhadap bayi/anak. Gak ada lagi yaaaa cerita nyalain tv atau jalan keliling komplek biar anak tinggal mangap dan glek. Respon anak dengan senyum, jaga eye contact, kata-kata positif yang menyemangati. Suapin pelan-pelan, sabar, ceria, penuh humor. Biar asik gitu loh.

Kasih makanan yang bisa dia pegang (seukuran jari, lunak) jadi dia akan ikut makan sendiri. Lah mainan aja masuk mulut apalagi makanan :P. Jangan ada distraction ya. Biar anak tetap tertarik sama makanannya. Boleh dipangku kalo dia lebih nyaman, tapi jangan gendong jalan-jalan ya 🙂

Poin penting MPASI terakhir tapi juga yang utama: HYGIENE alias higienis. Pastikan makanan bebas patogen (cuci tangan, pilih makanan segar, simpan dan masak dengan baik). pastikan juga MPASI bebas toksin/racun, tidak ada bahan kimia berbahaya, tidak ada tulang atau bagian keras yang bisa bikin keselek, tidak panas mendidih.

Panduan selengkapnya dari UNICEF 2012 (terbaru saat ini) bisa diunduh lewat sini http://www.unicef.org/nutrition/index_58362.html.

Lebih lengkap seputar MPASI tengok postingan yang ini yuk…. https://ceritaleila.wordpress.com/2014/12/05/serba-serbi-mpasi-dari-grup-aimi/

Tambahan pamflet, dari akun dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A,. IBCLC.

14233163_10208992584083490_5372395030799339114_n.jpg

 

Update Oktober 2018:

Panduan MPASI dari IDAI bisa diunduh di sini  atau di sini

List ex-Blogger MP yang kini Blogger WP

Ke mana saja saya, ya… kok ya baru nemu 😀 (dulu bacanya hanya di grup fb, ternyata mas Iwan berbaik hati membuatkan daftarnya).

Iwan Yuliyanto's avatarIwan Yuliyanto

Di bawah ini adalah alamat resmi kawan – kawan blogger Multiply yang sudah menjadi blogger WordPress pasca ditutupnya fitur blog Multiply per 1 Desember 2012 (Resmi ditutup fitur blog pada tanggal 20 Maret 2013, dan murni berganti platform menjadi murni e-commercee, namun ternyata kemudian situs tersebut DITUTUP SELAMANYA pada tanggal 6 Mei 2013).

Update terakhir: 15 Desember 2013, 17.15 WIB
Jumlah: Lebih dari 400 WPers ex-MPer.

Semoga Anda menemukan kembali kawan – kawanmu di sini, dan kemudian saling memfollow mereka sebagai bagian dari upaya mempererat jalinan silaturahim.

View original post 1,526 more words

Sunat Perempuan

Copas kultwit dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) tentang sunat pada perempuan.

1. #sunatperempuan perlu dipahami adalah bagian dari ajaran agama Islam. Bukan berasal dari indikasi medis seperti sunat laki-laki.

2. Oleh karena merupakan ajaran agama, #sunatperempuan banyak dilakukan di berbagai belahan dunia oleh umat Islam.

3. Namun di beberapa negara seperti Afrika dan sekitarnya, terdapat tradisi untuk memotong klitoris dan dikenal dengan female genital mutilation.

4. Praktek #sunatperempuan yang sesuai ajaran Islam berbeda dengan #femalegenitalmutilation ini.

5.Namun WHO maupun Amnesty International menyamakan #femalegenitalmutilation dengan #sunatperempuan yang dilakukan di Indonesia.

6. Tidak aneh bila beberapa waktu lalu kita mendengar bahwa Amnesty International minta Indonesia menghentikan #sunatperempuan karena kerancuan pemahaman.

7. Coba baca kembali Permenkes tahun 2010 tentang #sunatperempuan yang ada di website IDAI. Buka http://www.hukor.depkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%201636%20ttg%20Sunat%20Perempuan.pdf ya.

8. Di situ sangat gamblang dijelaskan teknik #sunatperempuan yang sesuai dengan medis dan syari’ah islam. Sama sekali bukan #femalegenitalmutilation.

9. Justru Permenkes ini melindungi bayi perempuan dari tindakan #sunatperempuan yang tidak benar secara medis maupun syariah Islam.

10. Teknik #sunatperempuan hanya menggores dengan jarum steril. Tidak boleh memotong klitoris sama sekali. Jadi bukan #femalegenitalmutilation, kan.

11.Mari kita jernihkan kembali kerancuan ini. Ingat, ya, bahwa #sunatperempuan di Indonesia bukan #femalegenitalmutilation.

12. Silakan baca kembali panduan pada Permenkes itu buat sejawat yang akan melakukan #sunatperempuan.

13. Beberapa tahun lalu petugas medis dilarang melakukan #sunatperempuan karena kerancuan tadi. Akibatnya yang mengerjakan para dukun dan orang nonmedis.

14. Karena bukan orang medis yang melakukan #sunatperempuan maka tidak terjamin aspek sterilitas dan kebenaran tekniknya.

15. Jadi, daripada melarang #sunatperempuan maka pemerintah kini memberi panduan #sunatperempuan yang benar.

16. MUI membuat tulisan berjudul: dilarang melarang #sunatperempuan. Argumen berdasarkan dalil2 agama berkaitan dengan #sunatperempuan.

16. Bila ada yang minat dengan makalah dari MUI tentag berbagai dalil #sunatperempuan silakan kirim email ke piprim@klinikjantunganak.com.

17 .Itu sedikit bahasan #sunatperempuan yang sempat kontroversial. Semoga tidak terjadi lagi kerancuan menyamakan #sunatperempuan dengan #femalegenitalmutilation.

18. Apa manfaat #sunatperempuan dari segi medis? Saya sendiri belum tahu pasti. Ada teori yang mengatakan mempermudah wanita orgasme kelak.

19. Tapi masalah #sunatperempuan kan anjuran agama, maka ada atau tidak manfaat medisnya orang tetap melakukannya, bukan?

20. Tugas kami sebagai dokter anak dan petugas medis yang lain hanyalah mengamankan agar #sunatperempuan dilakukan dengan cara yang benar.

Kultwit lain dari beliau…

1) Hadits shahih: 5 perkara yang merupakan fitrah manusia: khitan, mencukur rambut kemaluan, dan ketiak, mgunting kuku dan memotong kumis.. (HR Jamaah)

2) Hadits: dari Aisyah ra, apabila bertemu dua khitan, maka wajib mandi. (Hadits shahih redaksi Ibn Hibban)

3) Dari Ummu Athiyah ra: diceritakan bahwa di Madinah ada seorang wanita tukang khitan, sabda Nabi kpdnya: jgn berlebihan, yg demikian itu…

4)…paling membahagiakan perempuan dan paling disukai suaminya. (HR Abu Dawud dari Ummu Atiyyah ra)

5) Bahwa Nabi saw bersabda khitan merupakan sunnah (ketetapan Rasul) bagi laki2 dan makrumah (kemuliaan) bagi perempuan. (HR Ahmad)

6) Dari Abdullah ibn Umar bhw Rasulullah saw bersabda: Wahai wanita2 Anshar, warnailah kuku kalian (dengan pacar dan sejenis) dan berkhifadhlah

7) Berkhifadlah = berkhitanlah.. Tapi jangan berlebih2an (Al Syaukani dlm Nailul Authar)

8) Ijma’ ulama: seluruh ulama sepakat bahwa khitan bagi perempuan merupakan hal yg disyariatkan…

9) Kaidah Fiqh: Laa ijtihad ma’annash..Tdk ada ijtihad ketika ada nash..artinya ga perlu interpretasi yg lain saat ada dalil (nash)

10) Khitan perempuan menurut madzhab Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah: hukumnya sunnah. Menurut Syafi’iyyah: hukumnya wajib..

11) Tidak ada satu pun ulama ahlus sunnah wal jama’ah yang melarang khitan pada perempuan..

12) Oleh karena itu, khitan perempuan adalah masalah ibadah, masalah anjuran agama..medis hanya mengamankan pelaksanaannya.

13)  Dalam hal khitan perempuan ini rujukan kita adalah para ulama, bukan WHO (maaf kalo tdk berkenan). Medis tinggal memastikan tekniknya aman.

14) Th 2010 terbit Permenkes 2010 ttg sunat perempuan yg ditandatangani Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih alm dan Menku mham Patrialis Akbar.

15) Permenkes 2010 ttg Sunat Perempuan dan juknis pelaksanaannya yg aman secara syariah dan medis bisa didonlot di http://t.co/skwgb19e16) Smg sharing ini bs memupus keraguan tentang bolehnya khitan perempuan…maaf bila tdk berkenan.

Fatwa MUI http://www.muidiy.or.id/fatwa-mui/fatwa-mui-tentang-khitan-perempuan

 

Sering baca di media sosial, yang pro maupun yang kontra sunat perempuan sama-sama punya alasan sendiri. Bagaimana dengan Fathia? Belum dikhitan juga sih… padahal deketan ya sama Rumah Vaksinasi punya dr. Piprim.

 

Update:

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 1636/2010 tentang Sunat Perempuan dicabut pada 6 Februari 2014, melalui Permenkes No 6/2014. Salah satu pertimbangannya adalah bahwa sunat perempuan lebih didasari oleh pertimbangan adat dan agama, bukan merupakan tindakan medis, sehingga tidak perlu diatur.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan pernah melarang sunat perempuan melalui Surat Edaran No HK.00.07.1.3.1047a tahun 2006. Larangan tersebut melunak dalam Permenkes No 1636/2010 karena sunat perempuan di Indonesia dinilai tidak sama dengan FGM dan hanya bersifat simbolis.

Permenkes tentang Surat Perempuan banyak menerima kritik terutama dari kalangan aktivitas perempuan. Permenkes tersebut dinilai rentan melanggar hak-hak perempuan. “Kalau dasarnya agama kan biar peraturan agama yang mengatur,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr Supriyantoro, Sp.P, MARS, di Jakarta, Senin (24/2).

Kalau itu tradisi, kata Supriyantoro, sejauh tidak mengganggu kesehatan maka tidak bisa dilarang. Yang harus dipertimbangkan bagi yang melakukan (sunat perempuan), adalah masalah higienis. Tempat melakukannya harus bersih, pakai sarung tangan, dan lain-lain. Jangan sampai karena budaya lalu merusak organ kelamin wanita.

Jika sunat perempuan mengacu pada female genital mutilation (FGM), maka Majelis Umum PBB telah melarang praktik ini.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut sunat perempuan bersifat makrumah (ibadah yang dianjurkan). Tata cara pelaksanaan khitan perempuan menurut ajaran Islam adalah cukup dengan menghilangkan selaput yang menutupi klitoris.

“Digores sedikit saja. Tidak boleh berlebihan apalagi sampai dipotong. Dalam ajaran agama juga tidak boleh melakukan yang berlebihan,” papar Wakil Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin. Jika digores tentunya akan meninggalkan bekas luka. Bukankah hal itu nantinya akan menyebabkan sakit pada anak? Adakah bahaya yang dirasakan ketika perempuan sudah dewasa?

Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), Prof. Dr. dr. Ali Baziad, SpOG(K) mengatakan bahwa tidak ada masalah. “Kalau hanya digores sedikit sekadar syarat tidak akan ada permasalahan,” ungkapnya.

Ia menuturkan selama 20 tahun lebih menjadi dokter kandungan, tidak pernah ada pasien yang datang dan mengatakan ada keluhan karena sunat perempuan, baik dari ibu atau anaknya. Namun ia juga mengakui bahwa dirinya belum pernah melakukan apa yang disebut orang sebagai sunat perempuan tersebut. Dikatakannya bahwa kebanyakan pasien melakukan hal tersebut ketika sudah pulang ke rumah.

Sementara itu DR dr Nur Rasyid, SpU(K), Ketua Departemen Urologi RSCM, mengatakan selama ini praktik sunat perempuan yang dikenalnya adalah penyayatan penutup klitoris semata. Jangan dibayangkan penyayatan ini akan membuat organ genital anak perempuan jadi berdarah-darah. Sebab hanya dengan menggunakan jarum saja, lapisan penutup klitoris sudah bisa dirobek.

“Itu merupakan puncak atas dari vagina, jadi kulitnya disayat supaya klitorisnya semakin terekspos jadi justru wanita bisa menikmati rangsangan lebih baik. Tidak ada yang dibuang dari sunat wanita itu,” terang dr Nur Rasyid. (kkb2/sumber: detik.com)

(disalin dari http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1000)

Kenalan sama Sariawan

Akhirnya Fathia mengalami juga yang namanya sariawan. Jujur, ini salah satu yang paling saya takuti sejak dulu…. lha nggak sariawan aja makannya suka mood-mood-an, gimana kalau kena? Benar saja, Fathia bukan hanya tidak mau makan, bahkan air putih favoritnya pun ditolak! Tiga malam kami semua begadang karena Fathia terus-menerus menangis, hanya bisa terlelap beberapa menit untuk kemudian bangun lagi dan menangis lagi, sampai menjelang subuh. Saat terjaga pun, tertawa jadi hal yang menyakitkan, sampai nggak tega mau ngajakin bercanda (padahal maksudnya kan biar lebih ceria).

Begitu melihat gejala sariawan di Fathia, saya buka-buka lagi deh tulisan bu Julia. Karena panjang, nanti saya tempel di akhir tulisan ya. Sudah lama baca tulisan ini dikirim berulang kali di milis Sehat, copas ke sini saja sekalian buat arsip.

(update yang saya tambahkan belakangan)

Yang ini tulisan dr. Arifianto Apin https://www.facebook.com/arifianto.apin/posts/10205474698541285

Benarkah kebanyakan sariawan pada anak disebabkan oleh jamur?

Ya, tidak jarang seorang anak pergi ke dokter dan dinyatakan mengalami sariawan. Lalu pulang dari dokter dengan membawa resep: nistatin alias antijamur.

Benarkah demikian?

Ternyata tidak. Infeksi jamur penyebab sariawan terjadi pada anak-anak dengan daya tahan tubuh menurun, seperti mereka yang sakit leukemia (kanker sel darah putih) dan mendapatkan kemoterapi. Atau anak-anak dengan HIV/AIDS.

Lalu apa penyebab tersering sariawan pada anak?

Seperti yang ada di foto-foto, secara umum sariawan (sores) dibagi 2: cold sores dan canker sores. Nah, cold sores ini letaknya biasanya di bibir dan gusi. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (HSV). Canker sores lokasinya lebih ke dalam lagi, bisa sampai ke langit-langit. Dan bentuknya bisa lebih putih, yang kadang dipikirkan sebagai infeksi jamur, padahal bukan. Penyebab canker sores lebih variatif dan belum jelas benar, bisa karena trauma gigitan, stres psikologis, sampai “bakat” alias keturunan (ada kaitannya dengan sistem imun juga).

Prinsip penanganannya adalah: baik cold maupun canker sores akan sembuh dengan sendirinya dalam 1 sampai 3 minggu. Lalu apa obatnya? Lagi-lagi dan lagi-lagi…. SABARRR. Ya, pemberian antivirus, apalagi antibiotik bahkan antijamur tidak terbukti mempercepat penyembuhan. Tega bener, anak kesakitan, ngeces terus, nggak bisa makan, nggak mau menetek, kok disuruh SABAR aja??

Pemberian minuman dingin, pokoknya yang adem-adem bisa membantu menyamankan (biasanya saya menyarankan anak mengemut es batu, atau sekalian saja makan es krim. Hmmm, enaakk). Yang penting: anak tidak boleh dehidrasi. Yang paling dikhawatirkan adalah kekurangan cairan. Jadi, perbanyak saja minum dan cairan.

Saya jadi ingat putra saya mengalami sariawan yang putih-putihnya hampir memenuhi seluruh rongga mulutnya, sampai ke langit-langit. Ya, butuh kurang lebih seminggu sampai akhirnya putih-putih tersebut hilang dengan sendirinya.

Yang lagi pada sariawan, semoga cepat sembuh semua ya.
Yang pengalaman anaknya diobservasi saja sesuai tulisan ini dan sariawan sembuh sendiri, silakan berbagi pengalamannya, supaya yang lain juga makin mantap.

Bisa baca lanjutannya yang fokus ke seriawan jamur di (https://m.facebook.com/arifianto.apin/posts/10205483438959790).

Referensi lain yang juga sempat saya baca: http://kidshealth.org/parent/general/aches/canker.html (kalau yang jamur di http://m.kidshealth.org/parent/infections/skin/thrush.html). Meski agak stres karena khawatir badannya tambah susut, apalagi minum pun sempat nggak mau sama sekali, saya mencoba mencari cara untuk menyamankan Fathia.

Mengingat yang dingin-dingin biasanya ampuh, saya beli saja es krim, dan ternyata memang lumayan bisa masuk untuk menambah tenaganya (kendati tidak banyak juga). Tetap saja saya cemas, sih, dan akhirnya bersama suami memutuskan untuk ke dokter langganan kami :D. Alasan saya sih, biar bisa dicek langsung gitu, siapa tahu jamur, kan bisa diobatin lebih awal. Tetep ya, namanya juga panik, padahal sudah pernah lihat foto-foto oral thrush di https://www.dermnetnz.org/topics/oral-candidiasis/. Beda kan ya dengan sariawan yang satunya, yang lebih mirip dengan yang Fathia alami https://www.dermnetnz.org/topics/aphthous-ulcers/.

Di rumahnya, tante dokter nan sabar mengulangi lagi materi yang sebetulnya juga saya sudah baca berkali-kali, ampun Dok, memang sayanya masih suka galau nih :D. Intinya, kalau sampai nggak mau minum sama sekali, bisa saja dikasih obat, tapi mengingat isi obatnya kortikosteroid yang efek sampingnya lumayan, alangkah lebih baik tunggu dulu saja.

Alhamdulillah, ternyata memang sariawan Fathia sembuh sendiri di hari kelima. Nafsu makannya pun berangsur kembali, sudah bisa minta kerupuk pula…. (waktu lagi parah-parahnya itu, minta nasi aja terus langsung nangis sendiri karena ingat bakalan sakit kalau dimasukin ke mulut).

Berikut saya sertakan juga hasil pencarian terkait obat-obatan yang sering disarankan untuk sariawan, penjelasannya adalah sebagai berikut:
– Antijamur mis. nystatin, ada merk mycostatin, candistin: tentu hanya untuk jamur. Lebih lengkap bisa dibaca di sini http://www.drugs.com/mtm/nystatin.html
– Gom: isinya borax glycerine. Pernah baca tulisan yang menyebutkan bahwa sekarang sebaiknya tidak dipakai lagi karena bikin rongga mulut kering dan pastinya tambah nyeri, tepatnya di http://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@term+@DOCNO+328 . Kalau di milis sih, simpelnya, yah, borax gitu lho…
– Kenalog in orabase: Isinya triamnicolone acetonide yang termasuk kortikosteroid dengan efek antiperadangan, antigatal, antialergi, sebaiknya dengan petunjuk dokter. Selengkapnya di sini http://www.drugs.com/kenalog.html.
– Albothyl: saya pernah coba waktu zaman sekolah, dan suakiiittt…. efeknya kan memang mematikan jaringan, ya. Sekali lagi, yakin, mau ngasih ke anak? Dulu pun, saya takjub membaca keterangan di kemasannya yang sebetulnya bukan diperuntukkan bagi sariawan mulut. Trus sariawan di mana, dong? Ng, sila baca selengkapnya di sini, ya, http://www.mims.com/malaysia/drug/info/Albothyl/?type=full.

Berikut ini tulisan bu Julia selengkapnya.

SARIAWAN

Apa sih sariawan itu?

Sariawan adalah istilah yang digunakan luka-luka/lesi-lesi di dalam mulut. Dalam bahasa kedokteran digunakan istilah APHTHAE. Bentuk luka macam borok dengan selaput putih, permukaan rata. Tempat yang terkena adalah bagian-bagian selaput lendir/mukosa mulut yang bisa digerak-gerakkan yaitu daerah pipi bagian dalam, bibir bagian dalam. Gejalanya perih, sakit jika digerakkan dan sensitif terhadap rasa pedas. Tidak demam. Sembuh sendiri.

Penyebab: BELUM DIKETAHUI
Mungkin karena genetik, hormon, stress, daya tahan tubuh (faktor imun sehingga kecolok sikat gigi bisa menjadikannya sariawan, tergigit), alergi pasta gigi, obat, makanan.

Ada dua kelompok Aphthae:
– minor
– mayor/kronis

Minor Aphthae akan sembuh sendiri dalam tiga – lima hari. Tidak demam, dan tidak menimbulkan rasa lemah. Tidak muncul berulang-ulang. Tidak perlu diobati.

Mayor aphthae:
Adalah sariawan yang berulang-ulang, luka lebih dalam, lebih sakit, kadang diikuti rasa demam-demam, dan lemah. Bentuk sariawan bisa bergerombol bisa melebar dengan pinggiran merah. Seringkali diikuti infeksi sekunder (bakteria). Munculnya berulang-ulang, ada yang muncul saat-saat menstruasi, atau jika terlalu lelah, stress. Lamanya muncul lebih lama daripada Aphthae minor tadi. Bentuk Aphthae ini kadang juga sebagai manifestasi (muncul gara-gara) penyakit lain yang lebih parah, misalnya HIV/AIDS, gangguan hormon, gangguan imunologi.

Pengobatan:
Antibakteria kumur untuk mencegah infeksi sekunder.
Vitamin untuk menunjang daya tahan tubuh.
Penghilang rasa sakit
Salep mulut kortikosteroid (hanya dengan resep dan di bawah pengawasan dokter).
Jaga kebersihan mulut.

http://www.aafp.org/afp/20000701/149.html

INFEKSI JAMUR

TIDAK DISEBUT SARIAWAN (tolong jangan menyebut sariawan buat infeksi jamur, bisa membingungkan), karena memang bukan sariawan, tetapi infeksi jamur. Yang paling sering adalah infeksi jamur candida, maka disebut candidiasis. Infeksi jamur ini yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Warnanya gumpalan-gumpalan putih creamy macam susu. Tempatnya terutama di lidah, tetapi juga bisa menyebar ke mana-mana hingga selaput lendir atau mukosa mulut lainnya yaitu pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, bawah lidah, gusi, pinggiran mulut, bahkan ke luar rongga mulut sekitar mulut. Selain dapat menyebar ke luar mulut, dapat juga menyebar ke dalam yaitu ke tenggorokan, kerongkongan, dan masuk ke dalam usus. Jamur yang menggerombol dan menempel ini kadang lepas akan menyebabkan luka-luka yang sangat sakit. Jika penyebarannya mencapai tenggorokan anak akan selalu menangis karena sulit menelan dan sulit makan.

PERLU DIOBATI dengan antijamur dengan resep dokter. Jaga kebersihan supaya tidak menular ke mana-mana. Bagi ibu yang sedang menyusui maka si ibu juga perlu mendapatkan pengobatan candida di puting susu. Pengobatan harus tuntas, karena itu jika obat telah habis tetapi belum sembuh juga, perlu kembali ke dokter yang merawatnya.

Untuk infeksi jamur, antibiotika adalah kontraindikasi.
http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm
http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2

INFEKSI VIRUS

Juga TIDAK DISEBUT SARIAWAN. Tetapi infeksi virus. Biasanya virus yang mengenainya adalah virus herpes, umumnya disebabkan karena virus herpes simplex atau herpes zozter. Gambaran virus herpes simplex mempunyai luka-luka soliter (satu-satu sendiri-sendiri) dan herpes zoster bisa menggerombol. Bentuk luka/lesi-lesi bulat-bulat kecil sekitar 2 – 3 mm – bisa menyerang seluruh bagian mulut. Biasanya dimulai dengan gelembung yang segera pecah meninggalkan luka-luka yang sakit, daerah mukosa menjadi merah, mudah berdarah, dan kadang diikuti pembengkakan. Gejalanya: high fever, rasa sakit, tidak enak badan, tidak nafsu makan, lemah, ada pembengkakan kelenjar di bawah rahang, MENULAR.

Harus segera mendapatkan penanganan segera, makanan tinggi kalori tinggi protein, untuk mengurangi sakit diberi obat oles yang mengandung lidocain (anastesi lokal) atau analgesik telan. Jika tanpa medikasi akan sembuh sendiri antara 10-14 hari. Pemberian antivirus hanya untuk memperpendek waktu sakit. Untuk anak kecil harus dijaga agar tidak terjadi penyebaran ke mata yang membahayakan penglihatan (buta).
http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html
http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm

Diagnosis pembanding: HFMD (Hand–Foot-Mouth-Disease) gambaran di dalam mulut mirip-mirip.

INFEKSI BACTERIA

Infeksi bakteria (biasanya mix bacteria anaerob) SERING terjadi di daerah-daerah miskin yang kurang perhatian kebersihan terutama kebersihan mulut, ditambah dengan daya tahan tubuh kurang akibat gizi kurang baik. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada kelompok-kelompok ekonomi baik, sebab infeksi ini SANGAT MENULAR. Ginggivo stomatitis necrotica, atau Necrotica Ginggivostomatitis, atau Necrotica Ulcerative Ginggivostomatitis (NUG), bentuk yang akut disebut Acute Necrotica Ulcerative Ginggivostomatitis (ANUG).

Juga TIDAK DISEBUT SARIAWAN.

Dulu di sekitar Jakarta banyak ditemukan, lama-lama menghilang, tetapi kini dilaporkan sudah ada lagi pasien yang datang ke rumah sakit di Jakarta. Di daerah-daerah banyak ditemukan yang sudah melanjut kronis menjadi NOMA (kanker mulut).

Gejala awal, terjadi sangat cepat dengan rasa sakit pada gigi geligi hampir semua bagian di rahang atas dan bawah, gusi-gusi sekitar gigi-gigi merah meradang, untuk selanjutnya daerah gusi bagian yang runcing di antara dua gigi (papil) akan menumpul, menunjukkan adanya pembusukan (gangrena) dengan bau busuk yang sangat khas dan keras. Kondisi anak demam, lemah, rasa sakit, yang menyebabkan tidak mau makan. Jika dibiarkan pembusukan akan meluas mengenai gusi dan mukosa pipi bagian dalam. Pembusukan di daerah ini akan menyebabkan rusaknya jaringan yang akhirnya menyebabkan pembukaan dengan proses seperti kanker. Dalam keadaan ini kemungkinan meninggal dunia sangat besar, karena kondisi tubuh yang terus merosot dan dehidrasi. Kalau mencari laporan dan tidak ada laporan adanya ANUG di Indonesi bukan berarti di Indonesia penyakit ini tidak ada, tapi studi/penelitiannya dan laporannya ke dunia internasional yang tidak ada.

Pengobatan untuk ANUG: segera kumur atau basuh mulut dengan hidrogen peroksida, tingkatkan kebersihan mulut, vitamin, makanan tinggi kalori tinggi protein, banyak minum.

Keadaan kronis, perlu antibiotika (karena infeksinya mix perlu dilakukan tes lab). Kadang juga disertai dengan infeksi virus.

Noma perlu tindakan operasi dan perbaikan kondisi tubuh secara menyeluruh.

ANUG:

Click to access folayan.pdf

Gambar NOMA dapat dilihat di sini.

Click to access ph0004_176.pdf

Click to access 2187.pdf

ORAL ULCER (luka/lesi mulut) lain
Karena penyakit rongga mulut banyak, jika masih penasaran dapat membaca di sini serta membandingkannya.

Click to access 11_schneider.pdf

Salam,
Julia Maria van Tiel

sumber: milis Sehat

Oh ya, kata yang baku ternyata seriawan, lho. Dalam KBBI (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/seriawan) disebutkan bahwa kata sariawan tidaklah baku. Di situ sih diartikan sebagai n penyakit pada gusi, bibir bagian dalam, langit-langit mulut, atau lidah (tampak merah atau putih dan melepuh) .

Time Will Heal

Belajar jadi pasien yang rasional, apalagi dalam posisi sebagai orangtua, susah-susah gampang. Godaan sering muncul, apalagi kalau anak terlihat begitu ‘menderita’. Menangis sepanjang malam, tak mau makan, tak mau minum… ortu pun seringkali jadi harus mengorbankan waktu tidur yang bisa berefek ke pekerjaan (di rumah maupun kantor) esok harinya. Belum lagi khawatir menularkan sakit yang sama ke anak-anak yang lain, atau minimal anak yang lain jadi ‘nggak kepegang’ dan malah ikutan rewel.

Hal-hal seperti ini ternyata bagi sebagian orang jadi pertimbangan untuk memberikan obat pada anak. Meskipun tahu bahwa sebetulnya bisa sembuh sendiri. Walaupun sudah pernah baca bahwa tatalaksananya memang tidak perlu obat.

‘Tega’? Iya, label seperti itu akan mudah sekali melekat pada ortu yang ‘nggak ngapa-ngapain’ saat anaknya sakit. Padahal, sebetulnya bukan dicuekin juga sih. Tetap dinyamankan, ditawari makan, terutama minum, dan tentunya dilimpahi kasih sayang. Ada pula yang saking takutnya pada obat lalu mengejar penanganan yang ‘alami’, biasanya diidentikkan dengan herbal. Padahal yang alami itu belum tentu aman, dan seringkali sulit diukur berapa dosis yang tepat, dipantau efek sampingnya, dst.

Ada pula terapi yang sepertinya aman, minim efek samping, tapi kalau mau betul-betul mengikuti prinsip pengobatan rasional, tetap tidak tepat dari segi biaya, dan tidak disebutkan pula dalam panduan dasar dari WHO misalnya. Ada lho yang sampai titip-titip dicarikan karena di kotanya tidak ada, benar sih kita selalu rela berkorban demi anak termasuk dalam hal biaya, tapi sekali lagi, apakah memang perlu? Lebih banyak manfaatnya untuk mengobati kekhawatiran orangtuanya, sepertinya. Berikut saya kutipkan e-mail dari dr. Purnamawati di milis Sehat:

Sebetulnya, pemakaian kayu putih dll kan tidak ada ya dalam guidelinenya. Kalau ingusnya kental – mungkin membantu. Tetapi kalau ingusnya encer, kan akan keluar dengan sendirinya tanpa harus uap “sepanjang masa”. Saya tidak tahu apakah eucalyptus oil boleh dan aman untuk bayi tetapi yang jelas, kan tidak perlu. Kadang saya pikir, pemakaian breathy, sterimar, NaCl 0.9 persen – sebetulnya juga merupakan salah satu manifestasi bahwa parents di indonesia masih sulit menerima kenyataan bahwa batpil, runny nose, memang tdk ada obatnya – sehingga … Baik dokter dan orangtua (sadar tak sadar) merasa “harus” ada tindakan; harus ada terapi; butuh ada “intervensi”. Mbok biasa2 saja Kalau boleh usul lho ya Wati

Juga komentar dr. Endah Citraresmi, Sp.A. (K), DSA subspesialis alergi anak, yang kemudian terkenal dengan slogan “Time will heal“-nya….

Dear Smart Parents,

Sibuk mencari sesuatu cara untuk ‘do something‘ saat anak batuk pilek? Obat katanya gak boleh. Nebulizer kan cuma buat anak asma. Gemes kaaan, kalo gak bisa melakukan sesuatu? Kesannya menelantarkan anak?

Aha! Meluncurlah ke apotik beli br**thy, beli tr***p**m*n – obat batpil gak dibeli tapi tetap aja beli ‘sesuatu’. Gak cukup sampai di situ, masak air mendidih lalu diuapkan ke anak kita.

Kesemua itu gak perlu. Hal terpenting dari perlawanan terhadap virus adalah daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh dapat disokong oleh istirahat yang cukup (siapkan fisik untuk menggendong anak yang super rewel ya), makanan (bujuk – dan bukan paksa – anak untuk makan, 1-2 sendok secara berkala sudah lumayan banget), dan yang sangat penting: cairan! Telateni untuk memberi minum pada anak. Bayi ASI perlu disusui lebih sering. Sering lepas-lepas karena mampet? Perah ASInya lalu sendoki.

Sisanya? Time will heal.

Berkali-kali saya menemukan anak yang mengalami reaksi alergi terhadap balsam. Tersering akibat diberikan bawang. Ortu panik, dikira campak. Padahal dermatitis kontak. Yang menyedihkan, sudah dua kali menemukan kasus anak luka bakar akibat ‘terapi uap’. Yang pertama karena anak tidak bisa diam, meronta, ember berisi air panas tertendang dan airnya menciprati badannya. Kasus kedua, memasang magic jar di kamar tidur supaya mengeluarkan uap air panas, lalu ditinggal tidur. Anaknya sudah bisa turun sendiri, lalu memainkan magic jar tadi, melepuhlah kulit tangan sampai mukanya. Sedih sekali melihatnya.

Satu-satunya yang aman dan efektif yang perlu diberikan ke anak yang batuk pilek cuma minum yang banyak. Gak perlu ya perintilan-perintilan ‘home treatment‘. Siapkan stok sabar. Observasi tanda-tanda bahaya. Sisanya, serahkan pada tubuh anak. Sekali lagi, time will heal. Badai pasti berlalu.

Maaf jika tidak berkenan,

Endah

Serius sekali ya saya nulisnya? Padahal, jujur saja, saya juga masih suka panik. Beli juga balsem bayi untuk jaga-jaga kalau Fathia batuk-pilek. Dulu masih menguapi kamar dengan minyak kayu putih yang diteteskan ke panci berisi air panas (kira-kira ada lah 4 kali sepanjang usia Fathia yang sekarang 2 tahun). Waktu Fathia sariawan, masih sibuk mencari tahu kapankah kira-kira boleh dikasih obat oles, saking nggak tega mendengarnya menangis 10 menit, tidur 10 menit dst tiga malam berturut-turut.

Sudah baca teori berulang kali, dijelaskan oleh ahlinya, baca-baca pengalaman orangtua lain, ternyata tetap ada kalanya panik juga. Pernah juga saya ‘panik karena tidak merasa panik’, hahaha. Boleh kan ya dianggap sebagai bagian dari proses belajar? Semoga tidak terlihat seperti pembelaan diri semata, ya :).

Edit April 2015: alhamdulillah ada penguatan lagi dari dr. Arifianto, Sp.A (dokter yang aktif di milis sehat juga)

Arifianto Apin
11 April at 10:44 · 
Semua orangtua pernah mendapatkan anaknya mengalami selesma alias batuk pilek. Mayoritas berakhir dalam waktu yang tidak lama, sekitar semingguan. Tapi sebagian lainnya bertahan hingga berminggu-minggu, bahkan melampaui angka 1 bulan.

Orangtua yang awalnya paham bahwa selesma dibiarkan saja dan akan sembuh dengan sendirinya, tidak perlu minum obat apapun, toh infeksi virus yang ringan, menjadi khawatir. Apalagi kata orang, batuk yang dibiarkan lama bisa jadi “paru-paru basah”, flek, pneumonia, dan bronkitis.

Mulailah mereka membawa anaknya ke dokter. Sebagian khawatir akan kemungkinan TB, sehingga dilakukan foto ronsen dan tes Mantoux. Sebagian lagi curiga alergi atau asma, maka diberikanlah obat-obatan asma dan alergi. Masih tak kunjung sembuh juga. TB bukan, alergi bukan, asma juga tidak. Lalu apa? Infeksi virus ping-pong ternyata. Ya, awalnya si anak sakit, lalu bapak-ibunya tertular, lalu di sekolah teman-temannya juga sakit. Lengkap sudah.

“Ibu mau anaknya sembuh? Gampang Bu. Ibu taruh anaknya di suatu tempat yang tidak ada orang lain yang sakit batuk-pilek juga. Satu minggu aja. Nanti juga insya Allah sembuh sendiri.” Kata dokter sambil tersenyum.

Ujung-ujungnya pasti orangtua bertanya, “Lalu apa obatnya??”
“Sabar,” jawab dokter. “Obatnya adalah: sabar menunggu anak sembuh sendiri. Toh ini infeksi virus ringan yang hilang seiring waktu. Tapi ya harus sabar. Karena banyak orang di sekelilingnya yang sakit serupa dan bolak-balik menularkan.”

Satu lagi. Anak seringkali mengalami demam saat selesma. Suhunya bisa mencapai 40 derajat selsius. Ia menjadi rewel. Sudah diberi obat penurun panas, hanya turun sedikit jadi 38,5. Itupun kalau mau diminum obatnya. Banyak yang langsung muntah saat ia dipaksa orangtuanya minum parasetamol. Makin stres si ayah-ibu. Semalaman tidak tidur. Maunya digendong saja. Ditaruh sebentar di kasur, langsung nangis lagi. Hidungnya mampet. Batuknya grok-grok.

“Jadi saya harus kasih obat apa?” tanya orangtua lagi.
“Anaknya nyaman dan anteng kalau digendong kan?” tanya dokter.
“Iya….”
“Ya itu obatnya: gendong!”

Ya, semalaman menggendong anak tentunya melelahkan. Harus masuk kerja pula pagi-pagi.

Nikmatilah! Tidak akan lama masa-masa ini Anda alami. Anda akan segera merindukannya ketika anak-anak besar

Akhirnya ke Perpusnas

Sudah lama saya ingin berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas). Begitu pindah ke Jakarta lagi, perpustakaan yang terletak di Jl. Salemba Raya No. 28A Jakarta Pusat ini selalu kami lewati setiap kali berangkat kerja. Ternyata tetap saja perlu waktu agak lama sampai saya benar-benar dapat menginjakkan kaki di sana. Kami pergi ke Perpusnas pada hari Sabtu tanggal 14 September 2013, hari yang belakangan baru saya sadari sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Hari itu, Perpusnas juga sepertinya tidak mengadakan acara atau program khusus. Pameran Perpustakaan di Perpustakaan Nasional untuk memperingati Hari Kunjung Perpustakaan baru digelar mulai hari Senin (16/09).

Tujuan utama saya datang ke Perpusnas adalah untuk mencari seri buku Kamus Indonesia: The Beauty of Asia yang saya ikut terlibat dalam penulisannya. Mungkin karena kontributornya sangat banyak sementara bukunya dicetak cukup luks, jadi para kontributor tidak mendapatkan jatah buku sebagai bukti terbit. Mau beli sendiri juga lumayan berat, soalnya harga tiap buku mencapai Rp250.000,00, dan harus beli satu seri sebanyak minimal 10 buku :D. Keseluruhannya ada 2 seri, dan tidak di semua buku saya ikut menulis ataupun menyumbang foto.

Tujuan lainnya jelas, pengin ngajak Fathia jalan-jalan, mumpung hari libur. Tentu saja saya sempat ragu, mengingat perpustakaan kan identik dengan suasana hening, tenang, sepi…. Apa jadinya kalau seorang anak berusia menjelang dua tahun ‘dilepas’ di sana? Saya sih berharap ada semacam pojok bacaan anak di sana, tapi sepertinya harapan itu belum terpenuhi :).

20130914_111959

20130914_111627

Kami sampai di Perpusnas sekitar pukul sembilan pagi. Sebelumnya saya sempat googling dulu mengenai jam operasional pada hari Sabtu, dan ternyata tutupnya juga tidak terlalu siang kok. Berbeda ya dengan Perpustakaan Daerah Pangkalpinang, yang terakhir kali saya ke sana (2010 atau 2011 ya) akhirnya menutup layanan hari Sabtu karena katanya sepi peminat. Padahal kalau buka di hari Sabtu kan kami-kami yang bekerja ini juga bisa jadi lebih leluasa berkunjung, ya. ‘Untungnya’ saat layanan Sabtu ditiadakan itu saya dan suami sudah cukup ‘khatam’ membaca buku-buku yang kayaknya menarik di sana 😀 *yang menarik bagi kami lho ya*. Moga-moga saja sekarang sudah dibuka lagi. Ya, berhubung saya ‘susah hidup tanpa buku’, jadinya perpustakaan jadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika berkunjung atau pindah ke suatu kota. Tapi karena keterbatasan waktu, informasi, dan sarana, memang tidak semua berhasil didatangi.

Untuk Perpusnas, jadwal lebih lengkapnya sbb (kopas dari web Perpusnas):

Jasa Layanan yang dibuka hingga pukul 18.00 WIB adalah:
a. Koleksi berkala mutakhir (lantai I B)
b. Layanan Informasi (lt. 1C)
c. Loby Penitipan Tas (Lt. 1C)
d. Layanan Katalog (Lt. 2C)
e. Layanan Bahan Pustaka Baru (Lt.3B)

Layanan Katalog ditutup pada pukul 17.00 WIB, Layanan Pengambilan Bahan Pustaka ditutup pada pukul 17.30 WIB dan ruang baca ditutup pada pukul 18.00 WIB

Oya, informasi lain yang saya dapatkan dari membuka-buka web https://pusjasa.perpusnas.go.id/faq/ adalah bahwa di Perpusnas kita tidak bisa membawa pulang buku yang dipinjam. Agak mengecewakan ya, hehehe, tapi tujuannya kan mungkin untuk menjaga koleksi Perpusnas. Eh, tapi kalau mau fotokopi di tempat boleh kok. Dan, ada juga lho Perpusnas di Jl. Merdeka Selatan No. 11 yang memperbolehkan buku pinjaman dibawa pulang. Kapan-kapan ke sana, aaah. Oya, Perpusnas juga melayani fotokopi koleksi mereka maupun pembuatan kliping artikel lho, termasuk melalui e-mail/telepon/fax/pos, tentunya dengan biaya.

Memasuki gedung perpustakaan, kesan pertama saya adalah, “Waaah, luas, ya…”. Ya iyalah, hehehe, dan itu baru lantai satu. Kami diarahkan untuk mendaftar menjadi anggota baru terlebih dahulu. Peminat tinggal mengisi sendiri form di komputer-komputer yang sudah disediakan. Setelah mendapatkan nomor anggota secara otomatis, tinggal menuju ruang di sebelahnya untuk difoto dan dibuatkan kartu anggota. Tapi karena katanya sedang tidak memungkinkan untuk mencetak kartu, kami diberi tahu bahwa berbekal nomor anggota saja bisa kok meminjam buku. Ternyata pendaftaran keanggotaan bisa secara online juga lho, klik saja di http://keanggotaan.pnri.go.id/.

20130914_111633

Oke, sekarang waktunya menjelajah. Pertama-tama, kami menuju tempat penitipan tas. Di sana kami menyerahkan kartu identitas untuk ditukar dengan kunci loker. Loker inilah yang digunakan untuk menyimpan barang bawaan. Di dekatnya terdapat meja-meja komputer dengan wi-fi gratis. Setelah itu kami melihat-lihat display buku baru dan ruangan yang khusus berisi terbitan berkala terbaru baik dalam maupun luar negeri. Seperti sudah diduga, suasananya heniiing, semua orang kelihatannya konsentrasi membaca, sementara Fathia antusias melihat banyaknya bangku lalu tertarik memanjat :D.  Jadi kami buru-buru keluar dan naik lift menuju lantai II.

20130914_11170820130914_111329

Di lantai II inilah terdapat komputer dengan layanan OPAC alias Online Public Acces Cataloguing. Versi onlinenya ada di https://opac.perpusnas.go.id/. Di sini kita bisa mencari buku yang diinginkan, lalu menuliskan keterangan buku di kertas formulir yang sudah disediakan. Formulir ini nanti dibawa ke lantai di mana buku tersebut berada (ada keterangannya di katalog), lalu diserahkan ke petugas untuk diambilkan. Nah, saya belum sampai ke tahap ini, nih. Hasil baca-baca sih nanti kita menaruh formulir itu di sebuah kotak, lalu menunggu dipanggil oleh petugas yang sudah mengambilkan buku.

Kenapa saya tak sampai di tahap ‘memanggil buku’? Soalnya ayah Fathia keburu mau lembur di kantor, cuaca juga mendung. Lagipula, buku yang saya cari tidak ada :(. Padahal di Perpustakaan Nasional Australia (lagi-lagi thanks to mbah Google) ada lho… apa perlu ke sana ya :D. Eh, tapi di katalog ada juga kolom isian untuk meminta/mengusulkan buku yang belum ada di koleksi mereka, lho. Moga-moga ada tindak lanjutnya ya :).

20130914_111450

Sebelum pulang, Fathia sempat bergaya dulu :D. Yang jelas keinginan bikin Fathia senang tercapai, puas banget deh turun tangga dari lantai dua (ceritanya iseng aja coba jalur lain), malah maunya nambah lagi. Oya, ketika googling saya sempat menemukan ada keluhan mengenai petugas perpustakaan yang jutek… well, alhamdulillah, hari itu para petugas yang melayani kami sangat ramah, kok :).

Dibuat untuk mengikuti Library Giveaway

A Quarter

Desember 2007 yang lalu, saat masih aktif ngeblog di MP, saya dikejutkan oleh personal message dari Mba Arleen Amidjaja. Ya, mbak Arleen Amidjaja yang penulis (utamanya buku anak-anak) itu. Mba Arleen mengirimkan sebuah puisi karyanya sebagai tanggapan atas postingan saya mengenai ulang tahun suami yang ke-25. Puisinya manis dan mengena. Alhamdulillah walau situs blogging Multiply sudah almarhum, saya masih menyimpan arsipnya di e-mail. Sebagai kenang-kenangan, saya pajang di sini saja. Oya, setelah googling, ternyata puisi ini aslinya ditulis oleh Mba Arleen pada Maret 1999 (bisa dilihat di sini).

A Quarter
….. A Brief Contemplation on my 25th Birthday …..

by Arleen Amidjaja

Today I have lived exactly for a quarter of a century
And yet,
I have neither said nor done a quarter of the things I should’ve said and done
Haven’t even had a quarter as many good intentions as I should’ve had
Have neither known nor understood a quarter of the things I should’ve known and understood
Haven’t even learned a quarter of what’s out there to be learned
Have neither achieved nor been close to achieve a quarter of something admirable to be proud of
Haven’t even had the courage to decide what’s worth fighting for
Have neither touched nor changed a quarter as many lives as I would love to
Haven’t even given a quarter of kindness I should’ve been able to give
And haven’t even healed a quarter as many wounds as I planned to
In short,
I haven’t truly lived a quarter of even a quarter-full life

But then,
It doesn’t take me a quarter of a second to realize
I have definitely laughed more than a quarter of my share of laughing
Have loved more than a quarter of my share of loving
Have been loved way beyond a quarter of my share of being loved
Basically,
I have truly had much more than a quarter of my share of truly living
And,
Even though I may have had more than a quarter of my share of regrets,
They have forced me to see more than a quarter of my share of insights I would otherwise have never seen
Even though I may have done more than a quarter of my share of crying,
The tears I’ve shed were not even a quarter as heavy as those shed by others
So, I guess
Even though I’m not at all a quarter done
I have actually had a quarter of a century worth smiling about

Susu Tidak Menetralkan Obat

Sepertinya masih banyak yang salah kaprah mengenai hal ini…. mau nulis sendiri belum sempat nyari sumber tambahannya, untuk sementara ini dulu ya. Semoga Cak Moki berkenan postingan beliau saya reblog.

cakmoki's avatarcakmoki Blog

Susu dan Obat Di kalangan masyarakat, masih berkembang anggapan bahwa susu akan menetralkan obat jika diminum bersamaan. Tentu anggapan ini salah. Susu tidak menetralkan obat. Apakah kekeliruan informasi tersebut berhubungan dengan rendahnya tingkat pendidikan ? Tidak mesti ! Faktanya lulusan perguruan tinggi masih ada yang beranggapan bahwa susu akan menetralkan obat jika diminum bersamaan. Bahkan, boleh jadi sebagian petugas di lingkup kesehatanpun masih beranggapan semacam itu. Maklum, doktrin bahwa susu menetralkan obat sudah kadung melekat dalam masyarakat sehingga kadang tidak mudah meluruskannya, meski di kalangan kesehatan sekalipun. Untuk itu saya merasa berkepentingan menulis posting ini sebagai kontra-doktrin.

Benarkah semua jenis obat menjadi netral (tidak berkhasiat) jika diminum bersamaan dengan susu ? Tidak benar alias keliru.

Susu tidak membuat obat menjadi netral dan tidak menjadikan obat tidak berkhasiat. Ini artinya tidak masalah jika anak lebih suka minum obat bersama susu.

KILAS BALIK HUBUNGAN ANTARA SUSU DAN OBAT

Tatkala pertama kali bertugas di Puskesmas…

View original post 420 more words