Anak Ternyata Perlu Juga Bermain Sendirian

Usia balita (0–5 tahun) sering dikatakan sebagai usia emas anak. Pada usia ini anak berada dalam tahap perkembangan yang sangat penting. Tentu orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk mendukung perkembangan anaknya. Apa saja yang bisa dilakukan? Selain menyediakan nutrisi yang tepat, orang tua juga bisa mengajak anak belajar. Belajar ini tak melulu berarti harus dilakukan sambil duduk diam. Bermain pun bisa menjadi salah satu bentuk kegiatan belajar.

Walaupun terlihat sederhana, sebetulnya permainan merupakan cara bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi. Dengan bermain, anak juga mendapatkan kesempatan untuk memahami sekelilingnya dengan cara yang menyenangkan. Dampak positifnya bisa terasa pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.

Ginsburg (2007) menyatakan bahwa permainan adalah sarana penting yang memungkinkan anak-anak untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan fisik melalui eksplorasi bebas dalam lingkungan yang aman. Selain itu, melalui permainan, anak-anak dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia sekitar mereka dan berlatih keterampilan yang akan berguna sepanjang hidup.

Continue reading

Kumpulan Tips Menjelaskan Soal Aksi dan Demonstrasi kepada Anak

Runtutan peristiwa yang terjadi di negeri ini sejak akhir bulan lalu membuat hati ikut merasakan emosi berwarna-warni. Ada kesedihan korban yang jatuh, ada merinding karena semangat aksi sebagai salah satu bentuk mengungkapkan pendapat, ada kesal ketika fasilitas umum dirusak oleh orang-orang tak bertanggung jawab, ada kekhawatiran saat harus melaksanakan aktivitas tertentu, dan seterusnya.

Jika kita yang sudah dewasa dan relatif punya cukup pengalaman saja terkadang kewalahan memproses beraneka rasa yang muncul ini, bayangkan isi kepala dan hati anak-anak kita. Saya pun sempat bingung menjelaskan ke anak mengenai kejadian-kejadian tersebut. Seberapa banyak yang perlu ia tahu? Batas-batas apa yang bisa saya terapkan untuk memastikan agar informasi yang tersampaikan tetap objektif?

Continue reading

Wangi Minyak Kayu Putih dengan Aroma Elegan, Bisa untuk Terapi di Rumah Sendiri!

Bulan-bulan ini sedang banyak kenalan yang baru dikaruniai bayi. Saya biasanya akan mengirimkan kado sebagai tanda turut berbahagia. Kado apa yang cocok untuk bayi teman kantor atau teman lama? Bisa macam-macam sih, dari mainan, baju, buku bantal atau buku kain untuk bayi, sampai baju menyusui atau perlengkapan #MengASIhi lainnya untuk ibunya. Kalau memungkinkan, terutama dari segi ekspedisi (mengingat kawan-kawan saya tersebar di berbagai daerah), saya juga akan menambahkan keperluan bayi seperti minyak telon.

Kenapa minyak telon? Karena minyak telon ini memang sudah identik dengan tradisi keluarga Indonesia untuk diberikan kepada bayi. Saya pribadi meski sudah punya dua anak, masih menyukai harum minyak telon. Bahkan saya sempat tidak menyukai minyak kayu putih dan memilih memakai minyak telon karena beberapa kejadian dalam hidup saya. Tapi, itu dulu … 

Minyak Kayu Putih, Sahabat Saya Sejak Dulu

Flashback ke masa sekolah, saya dan minyak kayu putih itu ibarat punya love-hate relationship.

Continue reading

Rayakan Hari Anak Nasional bersama Festival LSTEAM

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli kemarin, kami mengikuti acara puncak Festival Bermain LSTEAM (Literacy, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) yang diadakan oleh Rumah MainSTrEAM bekerja sama dengan Reading Bugs. Setelah 21 hari para peserta berusaha konsisten bermain dengan anak-anak sambil mengajak mereka mengenali aspek LSTEAM-nya, acara ini digelar untuk merayakan kebersamaan dan semangat belajar itu.

Hari itu jadinya untuk pertama kalinya kami sekeluarga mengunjungi Dufan yang dijadikan lokasi acara. Cukup surprised juga karena awalnya acara puncak direncanakan digelar di Taman Tebet yang sedang hype itu, tetapi ternyata taman tersebut masih ditutup sampai hari pelaksanaan acara, sehingga lokasinya kemudian dialihkan. Tentang pengalaman perdana kami ke Dufan ini nanti akan dibahas lebih lanjut di post lainnya yaa, biar lebih fokus.

Acara dibuka oleh Kak Dilla, kemudian diikuti dengan sambutan dan kilas balik singkat tantangan bermain 21 hari yang sudah dijalankan. Setelah itu, ada dongeng untuk anak-anak.

Para peserta bersama keluarga yang datang kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Kami kebagian di kelompok oranye. Secara bergantian, tiap kelompok akan mengunjungi empat pos yang sudah disiapkan.
Continue reading

“Silent Disease” dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Anak

Waktu Fathia bayi dulu alias sekitar 9 tahun yang lalu, saya aktif di beberapa komunitas ASI di Facebook, bahkan sempat bantu-bantu menjadi salah satu adminnya. Namanya ibu-ibu yang punya bayi, selain soal ASI sesuai judul grupnya, yang biasa menjadi topik perbincangan hangat sehari-hari adalah soal tumbuh kembang anak. Terutama soal kenaikan berat badan bayi yang dianggap seret, baik itu penilaian lewat pengamatan mata sendiri, perbandingan dengan anak tetangga atau sepupu yang seusia, pemantauan terhadap kurva pertumbuhan yang ada di buku KIA, atau sudah pernyataan dari dokter yang memeriksa langsung.

Pastinya akan selalu ada anggota grup yang bermaksud baik membesarkan hati si ibu yang bertanya atau curhat dengan menanggapi bahwa “Yang penting sehat, masih aktif dan ceria, kan?”, “Ngapain juga anak harus gendut-gendut”, atau “Anakku juga dulu gitu dan sampai besar sekarang baik-baik saja, kok”.

Namun, beberapa anggota grup lainnya akan mengingatkan juga bahwa kita tidak boleh terlena begitu saja sehingga mengabaikan kemungkinan bahwa pertumbuhan anak memang sedang menghadapi kendala. Bisa jadi perlu ada evaluasi bahkan intervensi segera. Di sinilah suka ada yang mengemukakan istilah “silent disease“. 

Continue reading

Tantangan PJJ: Tenggang Rasa Soal Suara

Setahun lebih anak-anak menjalani pembelajaran jarak jauh. Sampai saat ini pun ketika sekolah anak-anak mulai mengadakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), kami termasuk yang masih memilih agar mereka belajar dari rumah dulu. Bukan tanpa tantangan, memang. Apalagi sekarang, pada saat saya dan suami sudah lebih banyak mendapatkan tugas masuk kantor.

Baik ketika kami bisa membersamai pada saat kelas daring diadakan maupun tidak, ada persoalan yang belum benar-benar bisa dituntaskan. Seperti kita tahu, tipe belajar orang bisa berbeda-beda. Secara umum, rasanya lingkungan yang hening (kecuali suara guru menjelaskan dan audio dari video pembelajaran, misalnya) dan tenang cenderung jadi pilihan yang mendukung kelancaran belajar. Apalagi jika pembelajarannya bersifat interaktif. Pastinya dibutuhkan konsentrasi penuh untuk bisa menyerap apa yang dipelajari dan menjawab pertanyaan yang mungkin dilontarkan pengajar. Dalam keadaan seperti ini, gangguan suara lainnya bisa menjadi “polusi” yang menyulitkan. Adapun untuk kegiatan belajar yang dilakukan mandiri, ada juga orang yang lebih mudah berkonsentrasi jika ditemani musik, atau sambil bernyanyi sendiri.

Continue reading

Tips Mempersiapkan Anak Menghadapi Tes Swab untuk Covid-19

Dengan semakin meluasnya kasus Covid-19, adakalanya anak-anak perlu menjalani tes Covid khususnya tes swab karena satu dan lain hal. Misalnya karena diminta oleh provider perjalanan atau pendidikan, atau karena sudah terjadi kontak erat antara anak dengan orang yang positif Covid-19.

Hari ini putri pertama kami mengikuti tes swab untuk kedua kalinya. Ia dinyatakan positif untuk tes swab pertamanya, sebagaimana kami selaku orang tuanya. Kemungkinan besar memang tertular dari kami berdua yang sama sekali tidak menyadari sudah terinfeksi, karena memang tidak ada gejala yang berarti.

Panjang sebetulnya kalau mau cerita tentang riwayat Covid-19 kami ini. Kali ini saya akan berfokus pada tes swab yang harus dilalui, lebih khusus lagi bagi anak-anak. Kalau tes rapid, mungkin anak sudah ada gambaran dan orang tua juga lebih mudah menjelaskan, karena prosedurnya melibatkan jarum suntik.

alat swab test

Continue reading

9 Pilihan Lomba Daring HUT RI, Tetap Seru, Kok!

Menjelang peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-75, sejumlah komentar berbeda lalu-lalang di grup-grup yang saya ikuti. Ada yang mengungkapkan kerinduan akan kemeriahan perayaan tujuhbelasan yang biasanya diisi dengan berbagai lomba dan keriaan. Ada juga yang justru melontarkan kegemasan pada perangkat lingkungan yang tetap bersikeras mengadakan acara pada masa seperti ini, bahkan menyebut warga yang tidak mau berpartisipasi sebagai tidak nasionalis.

Peringatan hari kemerdekaan dari tahun ke tahun memang selalu diiringi dengan berbagai kegiatan. Kesibukan umumnya dimulai dengan pemasangan bendera dan umbul-umbul di lingkungan rumah. Hal ini tentu mendatangkan rezeki pula bagi para penjual bendera dan pernak-perniknya. Kepanitiaan pun dibentuk untuk menyelenggarakan acara terkait seperti doa bersama, lomba-lomba, hingga panggung hiburan yang kadang sampai menutup jalan umum.

Continue reading

Jangan Panik, Sediakan Obat Alami Diare pada Anak

Baby-ku diare, nih, Mom. Dikasih apa ya, biar mampet. Kasihan lihatnya.”

“Ada yang tahu enggak, Bunda, obat alami buat bayi mencret? Kalau dikasih obat kimia, kasihan.”

Berhubung saya memang menjadi anggota banyak grup whatsapp, chat seperti di atas hampir setiap hari berseliweran. Diare memang menjadi salah satu penyakit langganan anak yang membuat orang tua khawatir.

Pertama, karena umumnya orang tua juga sudah mengetahui betapa tidak nyamannya sakit perut akibat diare ini. Kita yang sudah dewasa saja bisa sampai mengerang kesakitan dan kesulitan beraktivitas, belum lagi ditambah dengan rasa lemas yang mengikuti. Bayi mungil yang “belum bisa apa-apa”, pastilah lebih menderita.

mengobati diare bayi secara alami

Continue reading

Alternatif Vaksinasi di Tengah Wabah Covid-19

Di tengah pandemi penyakit akibat virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini, salah satu imbauan yang dikeluarkan oleh banyak pihak adalah untuk berada di rumah saja. Kurangi bepergian dan berinteraksi dengan orang banyak, atau istilahnya social/physical distancing. Bahkan untuk sakit pun, selama tidak darurat, ada anjuran untuk tidak mendatangi fasilitas kesehatan. Kalaupun terpaksa datang ke sana, usahakan menjaga jarak, meminimalkan kontak fisik, dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk melindungi diri seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan menghindari memegang-megang area wajah.

Continue reading