Benarkah E-KTP Berlaku Seumur Hidup?

Januari kemarin seharusnya masa berlaku e-KTP saya berakhir. Mengingat dokumen yang satu ini cukup penting, pada akhir tahun lalu saya sudah siap-siap bertanya pada adik saya di kota di mana Kartu Tanda Penduduk alias KTP saya diterbitkan. Maksudnya minta tolong ditanyakan syarat untuk memperpanjangnya apa saja, dan kapan bisa mulai ke sana untuk mengurus langsung, atau apakah boleh diwakilkan. Kaitannya dengan mengatur minta cuti juga soalnya kalau memang harus datang sendiri.

Adik saya membalas whatsapp dengan cuplikan edaran bahwa KTP yang dikeluarkan sejak 2011 sudah berlaku seumur hidup. Masih bisa digunakan sebagai identitas administrasi kependudukan yang melekat pada seseorang, tidak perlu diurus untuk perpanjangannya, kecuali kalau ada keterangan yang mau diubah.

Continue reading

Cemilan Rabu Kelas Bunda Sayang IIP: Bertanggung Jawab terhadap Hasil Komunikasi

☕🍪 Cemilan Rabu #2🍪☕
BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP HASIL KOMUNIKASI KITA
Bulan ini bagi teman-teman yang sudah bisa menyelesaikan tantangan 10 hari, akan mendapatkan badge yang bertuliskan
I’m responsible for my communication result.”
Artinya apabila hasil komunikasi kita dengan pasangan hidup, dengan anak-anak, dengan teman-teman di komunitas, rekan kerja, dan masyarakat sekitar kita tidak sesuai harapan, maka jangan salahkan penerima pesan, kitalah yang bertanggung jawab untuk mengubah strategi komunikasi kita.
Contoh kasus, saya pernah jengkel dengan assisten rumah tangga saya yang biasa dipanggil budhe. Berkali-kali diberitahu cara setrika yang benar, tapi hasilnya selalu salah. Kondisi seperti ini biasanya akan menyulut emosi kita ke penerima pesan. Maka saya harus segera mencari orang ketiga untuk cari solusi lain.
Saya ceritakan kondisi ini ke Pak Dodik, beliau hanya menjawab simpel, “Kalau sekali saja diberi tahu langsung paham, maka budhe itu sudah pasti jadi manajer sebuah bank, bukan kerja di rumah ini” (😀 beginilah salah satu gaya komunikasi pak Dodik).

Continue reading

Peran Akupunktur dalam Mencegah Serangan Jantung Secara Dini (Sesi II) 

Sesi Peran Akupunktur dalam Mencegah Serangan Jantung Secara Dini ini menyambung bahasan sesi sebelumnya. Dalam acara yang diadakan oleh Balai Kesehatan Kementerian Keuangan bekerja sama dengan RSIA Tambak pada tanggal 8 Februari 2017 ini, dr. Lina Rostini, Sp.Ak. tidak hanya menyajikan presentasi tetapi juga langsung mencontohkan kegiatan senam limfatik dan gerakan akupunjktur sederhana yang dapat dilakukan di rumah sehari-hari. Beberapa peserta juga menjajal langsung akupunktur dengan jarum oleh dr. Lina di akhir acara.

wp-1486603771892.jpg

 

Berikut catatan saya:

Serangan jantung adalah kondisi di mana jantung tidak mendapatkan cukup oksigen dari darah yang mengalir ke jantung, sehingga otot jantung tidak bisa berfungsi (memompa darah) dan aliran darah berhenti. Penyebab: keterlambatan suplai darah ke otot jantung, peningkatan kebutuhan darah dan oksigenisasi. Sedangkan faktor predisposisinya antara lain merokok, stres, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan stres.

Pilar pengelolaan diabetes bukan hanya minum obat ya, tapi harus jaga input dan output yaitu makanan dan olahraga.

Continue reading

CERDIK Cegah Serangan Jantung Usia Muda (Sesi I) 

Siang tadi saya mengikuti acara edukasi semacam seminar yang diadakan oleh Balai Kesehatan Kementerian Keuangan bekerja sama dengan RSIA Tambak. Narasumber untuk bahasan pertama dengan judul CERDIK Cegah Serangan Jantung di Usia Muda adalah dr. Elli Arsita, Sp.PD.

wp-1486542378558.jpg

Penyakit jantung saat ini tak lagi mengenal usia, banyak orang berusia muda terkena serangan jantung dan meninggal. Serangan jantung terjadi ketika terbentuk gumpalan darah di pembuluh darah, jantung tiba-tiba tidak bisa berfungsi mendadak, berhenti berdetak, bisa meninggal. Penyakit jantung koroner disebabkan penyempitan pembuluh darah koroner oleh plak di dinding pembuluh darah. Plak timbul karena gaya hidup tak sehat: merokok, konsumsi terlalu banyak makanan mengandung kolesterol jahat, dan diabetes mellitus.

Continue reading

Bincang Kesehatan Reproduksi Wanita 

Pernah dapat broadcast soal minum es saat haid bisa bikin kista? Atau baca forward-an kurang jelas tentang makanan-makanan tertentu yang juga terkait kesehatan rahim atau payudara? Masalah kesehatan reproduksi memang patut mendapat perhatian khusus, sayangnya informasi terkait hal tersebut kadangkala simpang siur kalau kita tak piawai memilah sumber. Salah-salah malah terjerumus pada hoax yang bukan hanya tak berguna, tetapi juga bisa berbahaya. Karena itulah saya mendaftarkan diri pada acara Pink Class #TUMMeTime yang diadakan oleh The Urban Mama yang mengangkat tema All About Kesehatan Kewanitaan.

Acaranya sendiri diadakan di fx Sudirman tanggal 28 Januari lalu. Narasumber yang diundang, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG namanya sudah sering saya baca di artikel atau rubrik konsultasi di berbagai media. Senang bisa mendengar penjelasan dari beliau langsung, termasuk bisa berdiskusi interaktif untuk menanyakan hal-hal yang selama ini mengganjal seputar kesehatan reproduksi wanita. Walaupun sudah tiga hari tidak pulang ke rumah (!) saking banyaknya pasien, beliau tetap semangat berbagi dan menanggapi keingintahuan para peserta.

Karena saya datang lebih awal, jadi saya ikut terlibat juga dalam obrolan ringan tapi berisi tentang concern kesehatan perempuan masa kini. Misalnya, kita cenderung kurang aktif bergerak, takut akan sinar matahari, apalagi tertutup hijab, sehingga rawan terkena osteoporosis dan osteopreni. Saat ini mungkin masih kuat, tetapi hati-hati saat menopause datang dan estrogen kita sudah ‘habis’. Sementara stres perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki, karena perempuan biasanya melalui fase hamil, menyusui, plus kurang tidur. Jadi, para mama, harus dibiasakan ya aktivitasnya, jangan sampai menyesal di belakang. Penyakit-penyakit yang dulu hadir di usia tua sekarang makin muda yang terkena. Kalau dulu masalahnya infeksi karena sanitasi yang kurang bagus, sekarang banyak penyakit degeneratif karena lifestyle. Junk food sebaiknya memang jangan sering-sering walaupun tidak secara langsung jelas ada hubungannya. Contoh saja makanan deep fried, tentunya risiko kolesterol jahat.

Beranjak ke materi utama, dr. Riyana mempresentasikan mengenai kanker leher rahim. Penyebab kanker leher rahim sendiri bermacam-macam dan sebagian belum sepenuhnya diketahui. Human papillomavirus atau HPV yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim (atau dalam bentuk lebih jinak bisa mewujudkan diri dalam bentuk kutil kelamin) 70% bisa sembuh sendiri karena virus kan pada dasarnya self limiting disease. Sedangkan yang 30% bisa berkembang misalnya karena pengaruh lingkungan. Menikah dan hamil terlalu muda, pola makan yang tidak baik, stres (yang biasanya berdampak juga ke makan sembarangan dan istirahat ikut terabaikan), berganti pasangan/partner seksual, merokok, banyak melahirkan, merokok bisa memicu perkembangan kanker. Kanker leher rahim ini lebih sering terlambat dideteksi. Segala kelainan di organ kewanitaan kita bisa menyebabkan keluhan di area berkemih maupun anus, jadi waspada terhadap gejala yang kita alami atau rasakan, misalnya sering berkemih ataupun keputihan berlebihan. Keputihan ada yang normal ada yang tidak. Yang jelas perlu waspada kalau ada perubahan pola haid, keputihan disertai darah. Keputihan bisa pengaruh ke kesuburan kalau sampai naik ke panggul dan menyumbat saluran tuba misalnya. Tapi tidak bisa langsung disimpulkan sulit punya anak karena keputihan karena ada banyak faktor.

Continue reading

Kosmetik Lokal, Seberapa Andal?

Seperti saya, mama juga bekerja kantoran sampai dua tahun yang lalu. Salah satu saran yang beliau sering ulangi kepada saya adalah, “Dandan dikit, gitu, lho.” Berhubung kantor mama memang menerapkan standar penampilan tertentu, jadi mama memang terbiasa berdandan sebelum bekerja. Karena kebiasaan itulah, beliau berharap saya setidaknya tak tampil polos-polos amat.

Masukan mama memang belum sepenuhnya saya terapkan untuk sehari-hari, hingga hari ini saya hanya memulas muka untuk acara khusus. Oleh karenanya, ‘peralatan lenong’ saya pun tak banyak. Dan di antara yang sedikit itu, koleksi saya tetap didominasi produk lokal.

Masa kecil saya dipenuhi dengan kenangan melihat mama memakai kosmetik dan produk perawatan kulit dalam negeri. Hanya beberapa item yang impor. Beberapa merk belakangan saya ketahui termasuk produk klasik yang popularitasnya tak lekang ditelan waktu, bahkan tanpa promosi besar-besaran.

Saya akui kesetiaan mama menggunakan produk kosmetik Indonesia merupakan salah satu penyebab saya pun mengambil pilihan yang sama. Lagipula, pembuat kosmetik dalam negeri saya asumsikan lebih tahu tipe-tipe kulit wanita Indonesia dan produk seperti apa yang sesuai, sehingga produknya lebih pas dipakai.

Kalau mau agak idealis, sih, bisa disebutkan bahwa membeli produk dalam negeri itu bisa membantu mengurangi jejak karbon sehingga lebih ramah lingkungan, juga menggerakkan perekonomian nasional tentunya. Pekerjaan saya setahun belakangan menuntut untuk mengamati tren pertumbuhan ekonomi, dan yang saya dapati adalah pertumbuhan yang baik di salah satu sektor bisa memberi efek baik ke hal lainnya, seperti memacu sektor transportasi maupun jasa dan membuka lapangan pekerjaan.

Continue reading

Oleh-oleh Khas Daerah dari Para Artis, Tren Baru?

Ikut grup whatsapp dengan anggota para ibu dari berbagai daerah di Indonesia, pastinya pernah ngobrolin soal makanan khas. Baik kuliner khas daerah asal yang sedang tidak bisa sering-sering dicicipi karena mengikuti penugasan suami maupun sajian asli daerah yang sekarang ditempati. Salah satu topik perbincangan kami beberapa waktu yang lalu adalah makanan daerah yang membawa-bawa nama artis. Bukan hanya dibawa namanya sih sebenarnya, tapi para artis tersebut sekaligus menjadi pendiri atau pemilik, kendati mungkin persentase keterlibatannya berbeda-beda, ya.

Konon antrean untuk membelinya lumayan panjang, yang menandakan banyaknya peminat. Karena nama artisnyakah? Bisa jadi, sih. Setidaknya nama para artis tersebut, yang semuanya (dalam ruang lingkup bahasan kami) berstatus suami dengan citra baik-baik dan jarang kena gosip negatif, menjadi salah satu daya tarik. Minimal, orang jadi penasaran, “Wah, artis berbisnis nih… Pasti setidaknya rasanya lumayan, sebab kalau tidak, nama baik mereka yang dipertaruhkan, kan?” Mayoritas mereka dikenal pula cukup menunjukkan identitas keislaman, jadi dinilai pasti peduli dengan faktor halal tidaknya bahan yang dipakai. Ditambah dengan hasrat untuk ikut tren kekinian memajang hasil foto makanan yang telah dibeli di media sosial, syukur-syukur di-repost oleh akun resminya, makin tertariklah orang.

Nah, makanan, tepatnya sejenis kue, yang dipromosikan sebagai oleh-oleh khas ini justru bukan makanan asli daerah tersebut, lebih tepat dibilang perpaduan dengan gaya kuliner luar malah. Ini tentu mengundang pro kontra juga, misalnya mengapa para artis tersebut tidak mengangkat makanan tradisonal yang betul-betul sejak dulu menjadi ciri khas daerah yang bersangkutan.

Sisi positifnya sih, karena oleh-oleh khas tersebut biasanya hanya tersedia di kota yang bersangkutan sehingga diharapkan bisa menggerakkan perekonomian setempat. Tapi cek sana sini ada juga kok yang menyediakan jasa titip beli, termasuk di dunia maya. Tentu dengan penambahan biaya jasa, ya.

Continue reading

Agar Ringan dalam Menghadapi Permasalahan Hidup

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 21 Shafar 1438 H / 21 November 2016 M
👤 Ustadz Dr. Ainul Haris, Lc. MA
📔 Materi Tematik | Agar Ringan dalam Menghadapi Permasalahan Hidup (Bag.1)
⬇ Download audio: bit.ly/BiAS-Tmk-AH-ARDMPH-01
———————————–

AGAR RINGAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN HIDUP (BAG. 1)

img-20161121-wa0046

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله ربّ العالمين والصلاة والسلام على رسول الله الأمين وعلى آله وصحبه أجمعين، أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، أَمَّا بَعْدُ
فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار وإلى النار

Ikhwān dan Akhawāt rahimani wa rahimakumullāh.

Marilah kita senantiasa berdo’a dan memohon kepada Allāh agar kita dimudahkan dalam segala urusan kita. Agar diberi solusi untuk setiap persoalan yang kita hadapi sehingga kita lebih mudah menjalankan keta’atan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Di dunia ini, semua orang, tidak peduli apakah dia orang muslim atau orang kāfir, orang kaya atau orang miskin, penguasa atau rakyat jelata, laki-laki ataupun wanita, semuanya ingin menghadapi berbagai persoalan hidupnya dengan ringan, tenang dan tanpa beban.

Ikhwah sekalian rahimani wa rahimakumullāh.

Masing-masing orang memiliki prespektif dan cara pandangnya sendiri-sendiri berkaitan dengan masalah yang dia hadapi dan itu tergantung kondisi masing-masing orang.

Kalau orang miskin yang setiap harinya susah makan, susah mendapatkan tempat tinggal, susah merealisasikan keinginan-keinginannya, dia beranggapan bahwa masalahnya akan selesai apabila dia memiliki banyak uang. Karena dengan begitu dia bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.

Orang yang menjadi bawahan yang selalu disuruh melayani, yang selalu diberikan perintah dan instruksi. Menurut dia masalah hidupnya akan selesai jika dirinya menjadi atasan. Sehingga gampang dan tinggal menyuruh kepada anak buahnya, karena semuanya sudah ada yang melayani, semua sudah ada yang menyiapkan.

Orang yang tidak dikenal yang ke mana pun dia pergi tidak ada yang menyapa atau tersenyum kepadanya (baginya) mungkin penyelesaiannya adalah dengan menjadi orang populer yang senantiasa apabila dia pergi ke mana saja, dia dikerubuti orang, disalami orang, dimintai tanda-tangan dan seterusnya. Dan itulah baginya penyelesaian dari persoalan hidupnya.

Anak muda yang sedang dibakar oleh hawa nafsu dan gejolak masa mudanya beranggapan bahwa jiwa mudanya akan selesai untuk dipenuhi apa yang dia inginkan, apabila dia bisa hidup bebas, sebebas-sebebasnya tanpa aturan. Pergi ke diskotik, pergi ke kafe, bahkan hingga menghisap ganja narkoba dan sebagainya,  bagi mereka itu, inilah merupakan penyelesaian dari gejolak masa mudanya.

Dan masih banyak lagi kondisi yang dipandang oleh orang sebagai cara penyelesaian dari masalah-masalah yang dihadapi.

Misalnya:

⇒ Seorang yang tergolek di rumah sakit, dia akan merasa bahwa bebannya akan hilang apabila dia sembuh dari penyakitnya. Meskipun untuk itu dia harus mengeluarkan seluruh hartanya membelanjakan apa yang dia miliki, sehingga dia berpikir yang penting dia bisa sehat.

Hidup menjadi ringan karena tidak lagi mempunyai penyakit dan bebas dari berbagai penderitaan.

⇒ Demikian juga orang yang punya hutang akan merasa lepas dari beban hidupnya jika dia bisa dan mampu untuk melunasi hutang-hutangnya.

Saudaraku rahimani wa rahimakumullāh.

Apabila seseorang merasa ringgan dan terlepas dari beban hidup dengan cara keluar dari masalah yang dihadapi maka betapa banyak manusia di dunia ini yang menderita karena beban hidupnya yang sedemikian banyak.

Sebab mungkin saja dia bisa menyelesaikan satu masalah tetapi masalah-masalah lain menunggu untuk diselesaikan.
Sehingga apabila dikatakan bahwa beban hidup bisa diselesaikan dengan cara keluar dari masalah itu, maka tidak akan orang yang bisa untuk bisa hidup tenang, untuk bisa menghindari dari kesengsaraan dan kesusahan hidup karena setiap orang mesti menghadapi berbagai masalah dengan tingkatnya yang berbeda-beda. Ada yang sulit, ada yang berat, ada yang ringan dan ada yang enteng.

Dan demikianlah masalah-masalah dan problem hidup yang kita hadapi.

Continue reading

Materi Kelas Bunda Sayang Sesi #1: KOMUNIKASI PRODUKTIF

Institut Ibu Profesional
Materi Kelas Bunda Sayang sesi #1

KOMUNIKASI PRODUKTIF

Selisih paham seringkali muncul bukan karena isi percakapan melainkan dari cara penyampaiannya. Maka di tahap awal ini penting bagi kita untuk belajar cara berkomunikasi yang produktif, agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan, baik kepada diri sendiri, kepada pasangan hidup kita, maupun kepada anak-anak kita.

KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI

Tantangan terbesar dalam komunikasi adalah mengubah pola komunikasi diri kita sendiri. Karena mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa komunikasi diri kita termasuk ranah komunikasi yang tidak produktif.

Kita mulai dari pemilihan kata yang kita gunakan sehari-hari.

Kosakata kita adalah output dari struktur berpikir dan cara kita berpikir.

Ketika kita selalu berpikir positif maka kata-kata yang keluar dari mulut kita juga kata-kata positif, demikian juga sebaliknya.

Kata-kata Anda itu membawa energi, maka pilihlah kata-kata Anda.

Kata *masalah* gantilah dengan *tantangan*.

Kata *Susah* gantilah dengan *Menarik*.

Kata *Aku tidak tahu* gantilah *Ayo kita cari tahu*.

Ketika kita berbicara “masalah” kedua ujung bibir kita turun, bahu tertunduk, maka kita akan merasa semakin berat dan tidak bisa melihat solusi.

Tapi jika kita mengubahnya dengan “TANTANGAN”, kedua ujung bibir kita tertarik, bahu tegap, maka nalar kita akan bekerja mencari solusi.

Pemilihan diksi (kosakata) adalah pencerminan diri kita yang sesungguhnya. Pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu berhati-hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna. Jika diri kita masih sering berpikiran negatif, maka kemungkinan diksi (pilihan kata) kita juga kata-kata negatif, demikian juga sebaliknya.

Continue reading

Talk to The Expert: Cegah Stroke

RS Premier Jatinegara termasuk cukup rutin menyelenggarakan seminar awam gratis untuk umum, sepengamatan saya sekitar sebulan sekali. Namun, saya baru kesampaian mengikuti kegiatan edukasi tersebut pekan lalu, tepatnya tanggal 21 Januari. Tema yang diangkat kali itu adalah Cegah Stroke. Mengingat papa dulu terkena stroke sampai dua kali di usia belum 50 tahun, saya pun ingin menambah pengetahuan mengenai kondisi yang satu ini.

img_20170121_091150

Narasumber dalam seminar yang digelar di lantai 9 RS Premier Jatinegara tersebut adalah dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S., dokter spesialis syaraf sekaligus direktur RS. Sebagai pembuka, dr. Sukono memaparkan bahwa manusia masa kini memang lebih rawan terkena stroke karena gaya hidup modern yang cenderung tidak sehat. Makan enak tapi malas olahraga, misalnya. Stroke merupakan penyebab kematian kelima di Amerika Serikat. Setiap 40 detik ada orang yang terkena stroke. Perempuan, kata dr. Sukono, lebih berisiko terkena stroke karena proses perubahan hormon selama hamil, pemakaian pil KB, maupun terapi sulih hormon. Namun, dari jumlah keseluruhan stroke itu sebenarnya 80% bisa dicegah.

Continue reading