Writober 4: Twivortiare dan Kesempatan Kedua

Apa jadinya ketika sepasang suami istri memutuskan untuk berpisah kemudian menikah lagi? Ika Natassa menceritakan jatuh bangun perasaan kedua insan ini lewat tiga novel: Divortiare, Twivortiare, dan Twivortiare 2. Namun, untuk versi layar lebar, kisah Beno dan Alex diringkas dalam satu film yang mengambil judul buku kedua. Entah kalau nantinya ada rencana pembuatan sekuel, ya.

Continue reading

Writober 2: Perjuangan Mengendalikan Diri untuk 6,9 Detik Yang Berharga

“Di sini makanku diatur, Bu. Bosan! Menunya itu lagi itu lagi. Berat badannya dipantau terus.”

Kira-kira demikianlah keluhan Aries Susanti Rahayu, tokoh utama dalam film 6,9 Detik, yang menggambarkan betapa beratnya pemusatan latihan bagi para atlet. Angka 6,9 detik yang dijadikan judul film adalah catatan waktu yang diraih oleh Aries dalam Asian Games 2019 untuk cabang olahraga panjat tebing. Aries yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi di bawah rata-rata berhasil mempersembahkan dua medali emas dalam ajang kompetisi olahraga se-Asia itu. Perjuangannya sejak kecil memang begitu menginspirasi, hingga Lola Amaria tertarik mengangkat cerita hidup perempuan asal Grobogan ini ke layar lebar.

Continue reading

Writober 1: Gundala Sang Pembuka

Ketika mengetahui rencana pembuatan film Gundala yang diangkat dari komik legendaris Indonesia, saya sebagai pecinta film menyambut kabar itu dengan antusias. Saya memang tidak mengikuti komiknya, juga belum menonton versi filmnya yang terdahulu, tetapi diangkatnya tokoh superhero asli Indonesia seperti ini benar-benar bikin penasaran. Seperti apa, ya, kira-kira hasil adaptasinya dalam kemasan kekinian?

Continue reading

Yuk, Ikutan Selamatkan Bumi dari Sampah!

Setelah proyek buku Ramadhan Seru bersama Hamzah dan Syifa, Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta kembali menelurkan karya baru untuk anak-anak. Kali ini, tema yang diangkat adalah ajakan untuk menjaga lingkungan, atau lebih spesifik lagi menyelamatkan bumi dari sampah.

Sejak tahun lalu, IP Jakarta memang memiliki Program Hijrah Nol Sampah. Persoalan sampah yang kian menumpuk dan mencemari bumi membangkitkan keprihatinan dan membuahkan gerakan. Manusia kan seharusnya menjadi khalifah di bumi, ya, dan memiliki tanggung jawab menjaga planet yang telah diamanahkan ini. Namun, yang kini terjadi adalah sampah yang dihasilkan oleh manusia justru semakin memenuhi bumi, mengancam kelangsungan hidup makhluk lain dan pada akhirnya akan merugikan manusia juga.

Program Hijrah Nol Sampah diwujudkan dalam bentuk grup khusus untuk memperoleh materi dari pakarnya atau mereka yang sudah lebih dulu menjalani hidup minim sampah. Dalam grup tersebut, anggotanya juga bisa berbagi mengenai tips dan trik mengaplikasikan pengelolaan sampah sehari-hari. Pada waktu-waktu tertentu diadakan tantangan untuk semakin menyemangati para anggota grup maupun member IP lain secara keseluruhan.

Berangkat dari situ, IP Jakarta atau tepatnya mbak Annisa Miranti Gumay selaku leader-nya pun memiliki ide untuk menyusun buku. Ada buku untuk orang tua yang masih berproses, ada juga buku untuk anak yang selesai lebih dulu.

Buku untuk anak ini berjudul Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah. Yang disebut dengan lima sahabat di sini adalah Andra, Bimo, Caca, Dilan, dan Emma, yang merupakan teman sepermainan dan tinggal berdekatan. Jadi, nanti pembaca akan mengikuti cerita-cerita mereka yang ada hubungannya dengan pengelolaan sampah.

Continue reading

Ibu Profesional, Menjadi Kebanggaan Keluarga Lewat Proses Belajar Tanpa Henti

Bagaimana caranya bergabung dengan IIP? Pertanyaan tersebut sering saya dapatkan, lebih-lebih ketika menjadi narahubung untuk acara Gathering Milad Keenam Ibu Profesional yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional Jakarta awal tahun ini.

Biasanya saya akan memberikan jawaban yang dimulai dengan pengenalan sekilas apa itu Ibu Profesional dan kegiatannya. Penjelasan ini saya pandang perlu, sebab keanggotaan Ibu Profesional tidak bisa otomatis diperoleh dengan mendaftarkan diri ataupun membayar iuran keanggotaan seperti sistem yang diterapkan oleh sejumlah komunitas atau organisasi lain.

Saya kutipkan definisi yang dimuat di situs http://www.ibuprofesional.com, yaitu bahwa yang disebut dengan ibu profesional adalah seorang perempuan yang bangga akan perannya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, dan senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu agar bisa bersungguh-sungguh dalam mengelola keluarga dan mendidik anaknya.

Continue reading

Reviu dan Aliran Rasa Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP

Reviu Materi 12 Kelas Bunda Sayang
Institut Ibu Profesional

KELUARGA MULTIMEDIA
Membangun kebersamaan melalui kemajuan teknologi

Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, membuat dunia sekarang tak berbatas. Maka kita sebagai manusia pada umumnya dan sebagai ibu pada khususnya harus bisa lebih mawas.

MAWAS DIRI, ketika adanya teknologi membuat  waktu kita habis,karena  justru bekerja untuk teknologi tersebut bukan teknologi yang bekerja untuk kita. Di era yang makin canggih, harusnya kita memiliki waktu luang yang panjang bersama keluarga yang bikin nagih.

MAWAS PANTAU, di mana adanya kemajuan teknologi justru membuat kita menjadi polisi mengawasi kegiatan anak-anak berselancar di dunia maya, bukan teknologi yang membantu kita melatih dan memantau anak-anak dalam proses memperkaya wawasannya.

MAWAS INFORMASI, ketika kita menjadi sangat takut, cemas, tertinggal informasi di sosial media, chit chat di berbagai WhatsApp Grup. Kemajuan teknologi justru bisa membuat kita terkena penyakit Fear of missing out (FoMO), suatu kondisi di mana seseorang takut dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang santer. Teknologilah yang harusnya bisa menata untuk kita segala macam informasi yang bermanfaat untuk bisa kita telaah sewaktu-waktu tanpa harus mengurangi kualitas mutu bertemu dengan anak-anak dan keluarga.

Continue reading