Jangan Panik, Sediakan Obat Alami Diare pada Anak

Baby-ku diare, nih, Mom. Dikasih apa ya, biar mampet. Kasihan lihatnya.”

“Ada yang tahu enggak, Bunda, obat alami buat bayi mencret? Kalau dikasih obat kimia, kasihan.”

Berhubung saya memang menjadi anggota banyak grup whatsapp, chat seperti di atas hampir setiap hari berseliweran. Diare memang menjadi salah satu penyakit langganan anak yang membuat orang tua khawatir.

Pertama, karena umumnya orang tua juga sudah mengetahui betapa tidak nyamannya sakit perut akibat diare ini. Kita yang sudah dewasa saja bisa sampai mengerang kesakitan dan kesulitan beraktivitas, belum lagi ditambah dengan rasa lemas yang mengikuti. Bayi mungil yang “belum bisa apa-apa”, pastilah lebih menderita.

mengobati diare bayi secara alami

Continue reading

Mengenal Perbedaan Kista dan Miom

⁣Malam Sabtu lalu saya ikut menyimak live IG @unicornadcom yang menghadirkan dr. Ferry Darmawan, SPOG, MIGS. Dokter Ferry ini bisa dibilang DSOG yang langganan jadi narasumber untuk komunitas Smart Mums Id yang saya ikuti. Namun, kali ini dr. Ferry tidak membahas hubungan intim suami istri atau yang sering beliau istilahkan sebagai “rekreasi”, tetapi mengulas mitos seputar penyakit pada organ reproduksi wanita. Secara khusus, dr. Ferry mengupas perbedaan miom dan kista berikut mitos-mitos yang menyertainya.
Saya pun termasuk yang masih bingung membedakan keduanya. Kalau mendengar ada kerabat atau teman yang didiagnosis miom atau kista pada organ reproduksi, biasanya (selain mendoakan dan membantu apa yang bisa dibantu tentunya) saya juga jadi ingin tahu lebih lanjut tentang penyakit tersebut. Namun, saya belum pernah sampai benar-benar membaca secara mendalam dari sumber tepercaya. Sedangkan teman yang terkena pun kadang masih dalam keadaan perlu dukungan, sehingga saya tidak enak bertanya-tanya lebih jauh.

Continue reading

Memulai Rutinitas dalam Kenormalan Baru, Seperti Apa?

Jika pagi kemarin, 27/06, saya menyimak WeTheHealth melalui Lifepack Track bersama Mas Ade yang membahas kesehatan mental (sedikit ulasan saya bisa dibaca di postingan sebelumnya), pada sore hari saya mengikuti sesi Persiapan dan Adaptasi Menghadapi Rutinitas di New Normal yang menghadirkan dr. Jaka Pradipta, Sp. P. melalui Jovee Track.

New normal bukan berarti sudah kembali normal seperti dulu. New normal itu kita melakukan adaptasi untuk bertahan hidup, dengan melakukan modifikasi perilaku dan gaya hidup. Ada perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, tetapi ditambah dengan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19,” tegas dr. Jaka yang merupakan dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) ini.

Sampai kapan kita harus menerapkan gaya hidup yang cukup berbeda dengan sebelumnya ini? Para ahli belum bisa memastikan, tetapi kira-kira sampai obat atau vaksinnya ditemukan. Dalam tahapan ini, seyogianya sistem pengawasan kesehatan sudah mampu mendeteksi dan mengelola kasus, kontak, dan mengidentifikasi munculnya kasus baru.

Continue reading

Pentingnya Kelola Stres Saat Pandemi

Kondisi pandemi Covid-19 bukan hanya berefek pada kesehatan fisik, melainkan juga mental. Siapa saja bisa terkena stres akibat pandemi, baik karena memang menderita masalah kesehatan fisik juga, merawat anggota keluarga atau orang terdekat yang sakit, memiliki kecemasan akan wabah penyakit yang terjadi, menghadapi ancaman finansial karena perekonomian yang melambat, merasa tertekan karena harus bertemu dengan orang rumah selama 24 jam setiap hari, hingga merasa “sesak” karena adanya keterbatasan aktivitas sehari-hari. Stres ini bisa berjung pada masalah kesehatan mental.

Kemarin pagi, tanggal 27 Juni, saya menyimak salah satu sesi di WeTheHealth yang membahas Kesehatan Mental: Pentingnya Mengelola Stres Saat Pandemi bersama Mas Ade Binarko, founder Sehatmental.id. WeTheHealth adalah konferensi kesehatan digital pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Jovee dan Lifepack Indonesia. Banyak sesi menarik yang digelar dari pagi hingga sore hari.

Mas Ade merupakan penyintas atau survivor masalah kesehatan mental. Mas Ade pernah menghadapi masalah yang sampai membuatnya terkena panic attack hingga harus mendapatkan bantuan medis. Kemudian, Mas Ade mendirikan Sehatmental.id pada tahun 2015 karena merasakan belum menemukan kelompok dukungan untuk mereka yang menderita masalah mental terkait anxiety. Di Sehatmental, Mas Ade bekerja sama dengan Dr. Vivid Argarini yang merupakan seorang akademisi dan praktisi komunikasi dan dr. Rama Giovani, Sp.KJ, psikiater.

Mas Ade mengungkapkan, masa sekarang memang membawa banyak perubahan yang drastis. Aktivitas yang semula cukup bebas sekarang jadi terbatas. Semua orang dianjurkan untuk di rumah saja. Khususnya bagi orang yang berkepribadian ekstrovert, pasti terasa tidak nyaman. Ini saatnya kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan orang lain, karena meski merasa sehat kita bisa saja termasuk dalam golongan orang tanpa gejala (OTG) yang tetap berpotensi menularkan.

Continue reading

Kembali Beraktivitas Menuju New Normal, Perhatikan Hal Ini Yuk

Setelah beberapa bulan menjalani #dirumahaja, ada yang merasa enggak kalau kita lebih jarang sakit? Kalau saya sih merasa sekali. Terutama untuk anak-anak yang keduanya sudah sekolah, nih. Mengikuti pembelajaran dari rumah saja ternyata membuat mereka jauh dari batuk pilek. Saya pikir, ini karena interaksi yang terbatas dengan dunia luar, yang artinya meminimalkan kemungkinan tertular sesuatu.

Tentu, kita sebetulnya rindu juga ya beraktivitas di luar rumah, berinteraksi dengan lebih leluasa dengan teman dan kerabat. Namun, selama kondisi pandemi Covid-19 masih belum mereda, rasanya saya setuju untuk lebih baik membatasi bepergian selama memungkinkan, terlebih lagi bersama anak-anak. Sedangkan bagi yang memang harus keluar rumah untuk urusan pekerjaan maupun hal-hal mendesak lainnya, patuh terhadap Pedoman Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi satu keharusan.
Continue reading

Sasha Hadirkan Kebaikan Siwak dalam Kemasan Praktis

Bulan Ramadhan baru saja berlalu. Sedih pastinya, karena bulan penuh rahmat itu selalu saja berbeda rasanya dengan bulan-bulan lainnya. Apalagi dengan kondisi di rumah saja, jadi suasana ibadah puasa maupun ibadah-ibadah lainnya pun semakin syahdu. Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang meraih kemenangan dan mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, ya. Harapan kita juga, bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Sepanjang bulan puasa kemarin, waktu yang bisa dibilang 24 jam dihabiskan di rumah membuat saya juga jadi lebih perhatian akan hal-hal kecil yang sebenarnya penting. Menjaga kesehatan keluarga misalnya, yang bisa dimulai dengan menjaga kebersihan diri maupun rumah dan lingkungan sekitar.

Continue reading

Bebas Khawatir Efek Influenza, Lindungi Keluarga dengan Vaksinnya

Influenza? Itu kan salah satu penyakit langganan anak. Biasalah, namanya juga anak-anak, batuk pilek itu wajar.

Pernah berpikir demikian? Nah, ternyata pemikiran ini kurang tepat, loh. Influenza dan batuk pilek biasa atau diistilahkan dengan common cold adalah penyakit yang berbeda. Saya pernah membaca mengenai hal ini di sejumlah artikel tepercaya, dan beberapa waktu lalu lalu saya mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini dari ahlinya.

Tanggal 10 November kemarin, The Asian Parents Indonesia bekerja sama dengan @kenapaharusvaksin mengadakan Blogger Gathering yang mengupas tuntas soal influenza, khususnya dari sudut pandang para ibu. Lazimnya ibu-ibu, sering khawatir lah ya terkait kondisi kesehatan buah hati. Mom blogger Namira Monda mengawali sesi utama dengan berbagi kisahnya menjaga tumbuh kembang Aurora, putrinya.

Continue reading

Nyeri Saat Buang Air Kecil, Kondisi yang Tak Boleh Disepelekan

Dua tahun yang lalu saya mengambil paket medical check up. Tidak ada keluhan khusus sebenarnya, hanya ingin mengetahui saja kondisi kesehatan saya. Kebetulan pula salah satu lab terkemuka sedang ada program harga khusus dalam rangka ulang tahun mereka.

Hasilnya? Di antara satu-dua tanda bintang yang menghiasi lembar hasil pemeriksaan yang saya terima, ada satu yang menjadi perhatian saya yaitu hasil tes urin. Saya tak menunda untuk menemui dokter setelahnya. Dokter menanyakan apakah saya mengalami anyang-anyangan, dan saya jawab kadang-kadang iya. Arahnya memang ke infeksi saluran kemih atau ISK.

Saya baru ingat bahwa memang beberapa kali saya merasakan ngilu di daerah panggul, walaupun tidak sampai membuat sakit saat buang air kecil atau susah buang air kecil. Kalau menahan buang air kecil sih memang adakalanya begitu ya, dengan kondisi satu balita dan satu bayi di rumah, juga pekerjaan di kantor, kadang saya mengabaikan atau menunda hasrat ke toilet.

Saran dokter, saya diminta untuk lebih sering minum air putih, kemudian mengulang tes serupa satu atau dua minggu kemudian. Hasilnya, alhamdulillah, bintang tadi sudah lenyap dari lembaran kertas yang saya terima dari petugas lab usai cek ulang.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?

Sistem uriner kita terdiri atas ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang mengubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar tubuh). Dari apa yang saya baca, saya jadi tahu bahwa infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI) terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berlipat ganda di kandung kemih. Jika sistem pertahanan tubuh sedang lemah, alih-alih lekas terbuang bersama air seni, bakteri pun bertahan hingga muncullah infeksi.

Wanita lebih sering menderita penyakit ini, karena secara anatomi memang jarak antara uretra dengan kandung kemih, vagina, maupun anus lebih pendek dibandingkan dengan pria. Bakteri menjadi lebih mudah masuk dan bertahan. Bisa dibilang, lima dari sepuluh wanita pernah menderita ISK yang kerapkali ditandai dengan anyang-anyangan ini.

Continue reading

Mengulik Fitrah Jasmani bersama dr. Piprim

Kemarin (26/11), saya ikut menyimak materi dalam kajian bulanan Majelis Dhuha Keluarga. Kami belum bisa rutin memang ikutan kajian yang tiap bulannya berfokus pada aspek yang berbeda-beda ini, padahal selalu ada ilmu baru yang bisa diserap dan diterapkan pada keluarga.

Kali ini yang diangkat adalah Fitrah Jasmani, dengan narasumber dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A.(K), dokter spesialis jantung anak yang juga Ketua Bidang Organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pusat dan pendiri Rumah Vaksinasi. Beliau cukup terkenal juga aktif mengedukasi tentang kesehatan di dunia maya.

Disampaikan oleh dr. Piprim, yang membedakan anak dengan orang dewasa adalah adanya konsep pertumbuhan dan perkembangan. Tumbuh adalah bertambah besarnya ukuran atau bertambahnya jumlah sel-sel tubuh, sedangkan berkembang adalah peningkatan kualitatif dari sel-sel tubuh itu.

 

Materi yang disampaikan oleh dr. Piprim banyak yang dinukil dari Buku Membumikan Harapan: Keluarga Islam Idaman tulisan Syaikh Abu Al Hamid Rabee’, ditambah dengan berbagi pengalaman beliau sebagai suami, ayah, maupun dokter anak. Seperti disebutkan oleh dr. Piprim, dalam konsep tumbuh kembang anak dikenal konsep asuh, asih, asah (stimulasi) agar tumbuh kembangnya optimal. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi.

Continue reading

Imunisasi Terjangkau dan Praktis, ke Sini Aja!

Sebagai salah satu bentuk ikhtiar demi kesehatan keluarga, saya mengikuti jadwal Kementerian Kesehatan RI dalam pemberian vaksin. Biasanya saya membawa anak-anak untuk mendapatkan vaksin yang ada dalam jadwal dari Kemenkes ini di puskesmas. Lumayan kan, bisa lebih menghemat biaya, sekaligus berpartisipasi dalam program pemerintah. Selain mematuhi jadwal yang tercantum dalam buku KIA versi Kemenkes, saya juga mengambil imunisasi lainnya untuk anak-anak, mengikuti rekomendasi IDAI. Nah, karena vaksin non-subsidi ini tidak tersedia di puskesmas, maka kami harus memperolehnya dari tempat lain.

Unduh Buku KIA Kemenkes versi 2016 di tautan ini

Hingga usia anak-anak dua bulan, mereka mendapatkan imunisasi di kota tempat mereka lahir alias kampung halaman saya di Sukoharjo, biasanya di RS. Sedangkan setelah kami kembali ke tempat bertugas di Jakarta, anak-anak memperoleh vaksin rekomendasi melalui sejumlah layanan jasa. Sejauh ini justru kami belum pernah ke rumah sakit untuk imunisasi, karena ada pilihan lain yang lebih praktis. Lebih minim risiko infeksi nosokomial (infeksi ‘oleh-oleh’ dari rumah sakit/pasien di sana) pula.

Baca juga: Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru

Dulu kami biasa pergi ke Rumah Labeeba alias praktik pribadi dr. Ian (Farian Sakinah) untuk vaksinasi anak-anak (dan saya juga). Namun sayangnya belakangan stok vaksin di sana tidak selalu tersedia, apalagi yang non-subsidi. Kesibukan dokter keluarga kami itu pun semakin bertambah. Jadilah saya mulai mencari-cari alternatif tempat lain untuk imunisasi.

Berikut beberapa jasa imunisasi yang pernah saya gunakan untuk anak-anak:

Continue reading