Jika pada pekan sebelumnya para mahasiswi Bunda Cekatan diminta mempresentasikan apa yang telah diketahui, sambil mencicipi sajian dari teman-teman lainnya, kini kami diminta membentuk keluarga. Ada berbagai tema (banyak sekali!) yang bisa dipilih sesuai dengan mind map awal. Saya sendiri sempat galau mau memilih yang benar-benar selaras dengan mind map yang sedang saya buat, yaitu blogging, atau yang lain dulu. Mind map saya selengkapnya bisa dilihat di sini.
Saya semacam merasa bersalah saja ketika tiba-tiba memilih sesuatu yang memang saya minati, alih-alih apa yang sesungguhnya bisa dibilang lebih penting dan mendesak. Soal komunikasi dalam keluarga, manajemen emosi, dan lebih-lebih lagi manajemen waktu, jelas saya belum “lulus”.
Memang, kalau kata Bu Septi pada kelas terdahulu lebih kurangnya begini: Ibu yang bahagia akan memancarkan kebahagiaannya sehingga seisi rumah juga ikut bahagia menjalani apa pun aktivitasnya, bahkan meskipun bidang yang ditekuni ini terkesan “egois”. Pastinya dengan catatan jangan sampai ada yang “terzalimi”, tambah Bu Septi saat itu. Nah, supaya tidak ada yang terzalimi, harusnya saya menuntaskan pelajaran manajemen waktu dulu, bukan?




