Meski (biasanya) tidak terlihat dari luar, bukan berarti pakaian dalam bisa dianggap remeh. Kalau ukuran pakaian dalam tidak pas, maka fungsinya untuk melindungi bagian-bagian tubuh kita juga tidak optimal. Apalagi jika ada tujuan khusus yang ingin kita capai dengan pemakaian pakaian dalam ini seperti menjaga bentuk tubuh dan menyangga bagian tubuh tertentu pada tempatnya. Pastinya ukuran yang tepat sangat penting.
Saya kutip dari Huffpost, jika pakaian dalam terlalu ketat apalagi bahan pakaian dalamnya tidak nyaman dipakai, salah-salah kulit kita bisa mengalami iritasi. Iritasi ini sering menimbulkan rasa gatal yang memicu kita untuk menggaruk, dan risikonya adalah timbulnya luka yang berbekas. Bahan tertentu yang tidak breathable juga bisa meningkatkan risiko terperangkapnya kelembapan di area pribadi kita, yang bisa mengundang jamur maupun bakteri.
Risko lainnya dari pakaian dalam yang ketat adalah menekan peredaran darah sehingga menjadi tidak lancar. Bahkan pakaian dalam yang ditujukan untuk membentuk tubuh seperti korset model tertentu saking sulitnya dilepas bisa membuat seseorang menahan keinginan ke toilet. Kalau sudah begini, ada risiko infeksi saluran kemih mengintai, bukan?







