Aliran Rasa Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang)

Untuk tantangan kali ini saya merasa agak rancu dengan beberapa tantangan sebelumnya. Mengamati apa bakat dan potensi anak, membandingkan perkembangannya, menyusun proyek yang sesuai, rasanya sudah pernah dilaksanakan untuk level sebelumnya ataupun kelas matrikulasi. Tapi setelah menjalani hari demi hari, tidak ada pengulangan juga kok ternyata dari apa yang saya laporkan.

Seperti biasa, saya masih menjalankan trik sebelumnya yaitu menyiapkan draft di blog. Ini lumayan membantu, apalagi pada tantangan ini kesibukan kantor lebih padat ketimbang saat mengerjakan dua tantangan sebelumnya. Alhasil saya pun sempat ketiduran sebelum setor di hari keduabelas. Alhamdulillah sudah lewat dari 10 hari sih, tapi jadi gemes karena artinya tidak mungkin dapat badge OP lagi :D. Biarpun mengaku tidak mengejar predikat, tapi kalau tinggal selangkah lagi itu rasanya geregetan ternyata. Apalagi di tantangan kali ini disebutkan bahwa badge OP hanya untuk yang rajin menyetorkan berturut-turut tanpa rapel selama 13 hari.

Kendala saat melaksanakan tantangan ini? Karena inginnya tiap hari pengamatan saya lakukan pada Fathia maupun Fahira, dua-duanya, dan ini agak makan waktu, ya… Jadinya di beberapa hari terakhir saya fokus ke masing-masing anak saja. Satu hari itu ditekankan ke perkembangan Fathia saja atau Fahira saja. Namun jika ada hal menarik seperti si kakak/adik yang ikut menanggapi saat saudaranya melakukan sesuatu dan di situ kelihatan arah minatnya, ya saya masukkan sekalian.

Serunya Main Islamic Board Game

Masya Allah, sukaaa sama Islamic Board Game dari el Hana ini. Terutama karena ortu jadinya harus ikutan belajar lagi terkait ilmu agama, hehehe. Anak-anak belum pernah main ular tangga sebelumnya, dan seru sih kakak (5 tahun 11 bulan) main IBG ini. Kakak jadi sekalian belajar baca juga, karena lagi masanya banyak penasaran dengan kata-kata baru. Walaupun yaa kadang jadi bubar jalan kalau dedek (2 tahun 8 bulan) nimbrung dengan pemahaman dan aturannya sendiri :D. Tapi bisa sekalian menuntun soal bersabar, bergiliran, dan mengikuti aturan, sih.

Prinsipnya mirip seperti permainan ular tangga memang, tapi dengan konten Islami yang mengasah pemahaman kita tentang ketentuan-ketentuan dalam Islam. Ada kartu pertanyaan yang dibagi dalam tiga tema: Al Qur’an dan Hadits, Akhlak dan Adab, serta Sirah. Belakangan dibuat juga kartu tema lain, yaitu yang terkait tema Haji dan Qurban.

Continue reading

Materi Kulwap I Rumbel Berkebun IIP Jakarta: Mari Berkebun Bersama

 〰〰〰〰〰〰🏡 MATERI KULWAP 1⃣ RUMBEL BERKEBUN IIP JAKARTA 🏡🏡〰〰〰〰〰〰〰

 Bismillaahirrohmaanirrohiim

Mari Berkebun Bersama
oleh Suci Purnama Sari

Kenapa harus berkebun?

Berkebun merupakan bagian dari kegiatan bertani sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berkebun selama 2,5 jam per minggu dapat menurunkan resiko penyakit obesitas, osteoporosis, depresi, stroke, dan penyakit jantung.

Tujuan berkebun umumnya untuk budidaya tanaman yang dikonsumsi, membuat halaman rumah menjadi bermanfaat, aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan, mengasah daya kreativitas, dlsb.

📖 Dalam Al Qur’an Surat Hud : 61
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

Menurut Ibnu Katsir, tafsir kalimat “…dan menjadikan kalian pemakmurnya”, yakni Dia menjadikan kalian sebagai para pembangun yang memakmurkan bumi dan yang menggarap pemanfaatannya.

Berdasarkan Surat Hud: 61 aktivitas berkebun bukan hanya “sekadar” menanam untuk menikmati hasil dan merasakan manfaatnya  namun berkebun haruslah karena Allah, karena Allah telah menjadikan manusia sebagai pemakmur bumi. Dan, ini menjadi salah satu tugas manusia di muka bumi.

Continue reading

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 13

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 13, 30 Agustus 2017

Malam itu saya lebih banyak mengamati ketika anak-anak bermain bersama. Mulai dari masak-masakan, mobil-mobilan di miniatur kota, nonton Smart Hafiz bersama, main guru-guruan, dokter-dokteran dst. Ya, menakjubkan ya, betapa banyak permainan hanya dalam dua-tiga jam itu :D. Belum lagi sesi baca cerita, yang kali itu saya bacakan Ingin Dipuji (dari Seri 10 Akhlak Mulia karya mba Anisa Widiyarti yang tempo hari mengikuti acara yang sama dengan saya) dan Di Hotel (dari Seri Petualangan Seruku karya mba Aan Wulandari).

Continue reading

Cemilan Rabu Kelas Bunda Sayang sesi #7: Semua Anak adalah Bintang

🍎🍏 Cemilan Rabu 🍏🍎 23 Agustus 2017
Materi 7 : Semua Anak adalah Bintang

Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak

👑 Setiap anak terlahir unik dan membawa peran hidup masing-masing (fitrah bakat).

🌟 Abah Rama Royani, yang mengembangkan Talents Mapping, secara sederhana menyebut fitrah bakat adalah fitur unik, yaitu potensi produktif seseorang, dan dapat dilihat secara sederhana pada aktivitas yang dikerjakan dengan easy, enjoy, excellent, earn (4E).

👨‍👩‍👧‍👦 Tugas orang tua adalah menjadi fasilitator dan partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi fitrah yang mereka miliki.
Fitrah anak bisa jadi akan cedera jika orang tua menitipkan mimpi mereka kepada anak-anak mereka. Misalnya, orang tua mengharuskan anak mengikuti jejak orang tua menjadi dokter, memimpikan anak mereka menjadi pegawai negeri karena mendapatkan tunjangan pensiun, dan harapan-harapan yang lain yang sejatinya itu bukan “diri” mereka. Bisa jadi anak-anak tersebut memang hebat dalam bidang tersebut (easy dan excellent), akan tetapi mereka belum enjoy dalam menjalaninya.

🏆 Bakat bukan hanya keistimewaan fisik seperti olahraga, memasak, menari, dsb, tetapi bakat juga terkait keistimewaan sifat seperti suka mengatur, suka meneliti, suka berkomunikasi, suka memimpin, dan sebagainya.

Continue reading

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 12

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 12, 29 Agustus 2017

Masih melanjutkan proyek mengenalkan kebesaran Allah melalui benda langit, kali ini saya ajak juga Fahira (2 tahun 8 bulan) untuk bergabung dengan kakaknya menyaksikan video bertema peneropongan dan luar angkasa. Sempat diselingi dengan video call eyangnya sih, tentu ini bisa dimasukkan ke mengasah ranah hubungan interpersonal ya.

Terkait ranah hubungan spiritual, kembali saya menyampaikan tentang kebesaran Allah swt kepada anak-anak sambil melihat video. Pergerakan planet-planet, juga kemampuan manusia untuk membuat alat yang memungkinkan mengamati semua itu tentu tidak lepas dari kuasa Allah swt. Kemudian ketika melepon eyangnya, anak-anak juga sekalian mengobrol dengan omnya. Menarik bagi saya ketika saya membisiki Fahira dalam rangka memancingnya melontarkan pertanyaan terntentu (agar obrolan lebih panjang), dan ia ternyata memodifikasinya menjadi kalimat yang lebih lengkap dan detil. Sedangkan Fathia (5 tahun 11 bulan) perlu pemanasan untuk lebih semangat bercerita khususnya seputar kegiatan di sekolah.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Belajar agar Makin Cerdas dan Cantik lewat #BloggerMuslimahMeetUp

Kotak palet kosmetik telah terbuka di hadapan saya. Apron dan headband terpasang sudah. Saya menghela napas panjang. Akhirnya, setelah selama ini saya menghindari ikut kegiatan-kegiatan beauty class, sampai juga pada saat di mana saya tidak mungkin kabur. Bukan kabur karena serem ya, tapi merasa kikuk banget aja, hehehe. Coba, kalau tahapan materi yang diajarkan nggak maju-maju gara-gara saya seorang yang nggak kunjung benar menggerakkan aplikator misalnya, apa nggak malu-maluin? Berasa menghambat peserta lain dan menyusahkan pengajar, gitu. Padahal di sisi lain sebetulnya saya punya keinginan juga untuk bisa berdandan dengan baik dan benar. Dalam kesempatan istimewa, adakalanya kita dituntut untuk tidak tampil polosan ‘kan, ya.

Trus, kok bisa saya akhirnya mendaftarkan diri ikut acara beauty class?

Pertama, kegiatan yang saya peroleh informasinya dari Instagram ini tajuk utamanya adalah #BloggerMuslimatMeetUp, dan beauty class bukan satu-satunya agenda. Terus terang yang membuat saya tertarik ikutan adalah nama para pengisi acara, potensi ketemu para blogger muslimah yang selama ini saya amati saja kegiatannya melalui unggahan di dunia maya, plus lokasinya yang dekat dari rumah.

Kedua, mengingat pesertanya adalah para muslimah, saya jadi lebih percaya diri. Minimal, nggak bakal dikasih materi make up menyimpang dari syariat. Panitia pun pastinya sudah mengondisikan agar tidak ada lawan jenis berseliweran di lokasi saat kegiatan berlangsung. Berbeda halnya dengan beauty class cuma-cuma di tengah pusat perbelanjaan atau keramaian lainnya.

Lantas, bagaimana kesan-kesan saya setelah betulan memulaskan perona pipi, bedak, dan lipstik? Saya tuliskan belakangan yaa, biar lebih runut ceritanya. Jadi, Meet Up ini bukan sekadar ketemuan biasa, karena peserta juga diajak berpartisipasi aktif dalam Literacy Class dan Beauty Class.

Sebagaimana yang tertera di banner publikasi acara, kegiatan diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 27 Agustus lalu di lantai 2 Nutrifood Inspiring Center, Apartemen Menteng Square, daerah Matraman, Jakarta Timur. Melihat rundown acara ternyata lumayan padat juga, karena acara dimulai dari pukul 09.00 dan baru usai kira-kira ketika azan Asar berkumandang.

Continue reading

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 11

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 11, 28 Agustus 2017.

Sepuluh hari pertama tantangan sudah dijalani, tapi masih ada satu aspek yang belum tersentuh di setoran saya yaitu yang keempat: Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual). Maka semalam saya mengajak Fathia ke Planetarium Jakarta, sebab beberapa waktu yang lalu saya melihat ada jadwal Peneropongan Umum Bulan Agustus di sana. Sebetulnya sih emaknya ya yang lebih semangat, hehehe, berhubung di kegiatan peneropongan sebelumnya belum pernah kesampaian ikutan.

Planetarium yang terletak di kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini ini memang menyelenggarakan aktivitas peneropongan di waktu-waktu tertentu, seperti peneropongan matahari selama beberapa hari di tahun 2016, peneropongan gerhana bulan parsial belum lama ini, dan yang besok akan digelar adalah peneropongan konjungsi planet dan bulan. Jika berminat, pantau saja web resmi dan media sosialnya, pengumumannya akan ada di situ. Peneropongan umum sifatnya lebih terbuka, tidak perlu daftar dulu dan tidak ada kuota. Malah, semalam hanya sedikit sekali yang datang. Berbeda dengan peneropongan gerhana atau konjungsi yang peminatnya harus mendaftarkan diri dulu di form online yang tersedia, kuotanya terbatas (200-250 orang), berlangsung sepanjang malam, ada syarat usia peserta (makanya belum ikut karena peserta anak-anak harus berumur minimal 6 tahun), dan biasanya juga disertai dengan kegiatan bincang-bincang/seminar sebelum memulai peneropongan.

Saya terpikir untuk menghubungkan keberadaan, ukuran, letak, dan pergerakan benda angkasa dengan kekuasaan Allah. Malam itu kami mengamati planet Jupiter, Saturnus, dan bulan. Dibantu petunjuk dari petugas, kami menaiki tangga ke lantai atas. Di lantai di atas pintu teater bintang (kami sempat nonton tahun lalu) ada pintu menuju ruang terbuka di mana kita bisa mengamati ketiga benda langit tersebut melalui layar televisi yang dihubungkan dengan teleskop, tapi tentu lebih seru kalau lihat di teropongnya langsung, kan. Jadi kami naik lagi ke lantai berikutnya.
Sampailah kami di sebuah ruang kecil berkubah yang atap kubahnya bisa digeser bukaannya untuk menyesuaikan dengan letak benda langit yang  ingin dilihat. Di sana sudah ada seorang petugas dan dua orang lain yang sepertinya pengamat senior.

Dengan mata telanjang, Jupiter memang sedang cukup jelas terlihat dari bumi, sekilas tampak serupa dengan bintang. Dengan bantuan teleskop, terlihat penampakan planet terbesar ini dikelilingi satelit-satelitnya (meski yang ini samar, sih, tapi kata petugasnya harusnya terlihat). Yang paling menakjubkan sih ketika kami meneropong bulan, yang kata petugasnya baru ‘berusia’ lima hari. Tampak cukup jelas kawah-kawah di permukaannya, yang kalau kata Fathia ‘kayak ditusuk pakai jarum, bentuknya seperti mata yang mengamati planet dan bintang’. Setelahnya, bukaan atap kubah kembali digeser dan kami mengamati Saturnus.

Jupiter tampak di sebelah atas pohon (mungkin kurang jelas ya di foto)

Ma sya Allah, betapa dahsyatnya ciptaan Allah swt, ya. Tidak mungkin keteraturan alam semesta ini berjalan sendiri, tentu ada kuasa yang menggerakkan. Fathia sendiri bilang, besaaarrr ya, Bunda. Ia membandingkan pula dengan miniatur planet-planet di area pamer Planetarium yang pernah kami kunjungi sebelumnya (sambil menunggu jam pertunjukan teater bintang). Ini menjadi bahan diskusi saya dan anak-anak selanjutnya.

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 10

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 10, 27 Agustus 2017

Beberapa catatan dari kebersamaan dengan anak-anak sepanjang akhir pekan kemarin adalah:

  • Fathia semakin menikmati menulis kalimat-kalimat pendek di bukunya, umumnya sih tentang pengalaman dan perasaannya hari itu. Kalau saya rutinkan, jadinya seperti maksa tidak, ya? Didorong sebagai bagian dari proyek untuk mengasah fitrah bakatnya, boleh kan ya?
  • Fahira kembali menunjukkan minat menceritakan lagi isi buku yang pernah dibacakan, sambil pura-pura membaca sendiri. Maunya sih direkam untuk dokumentasi, tapi memori hp sedang dibenahi. Dulu ‘baca buku’ ini sempat menjadi kebiasaannya, tapi kemudian digeser oleh aktivitas lain seperti masak-masakan bahkan sampai menjelang tidur. Maunya sih dirutinkan juga, setidaknya dua atau tiga hari sekali.
  • Anak-anak semakin paham konsep kepemilikan, minta izin ketika meminjam, bagaimana berbagi mainan, dan sejenisnya. Masih sering rebutan sih, tapi kalau pakai tolok ukur dibandingkan dengan diri sendiri sebelumnya (sebagaimana disebutkan dalam materi Level 7), sudah ada perkembangan sih menurut saya.

 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Tantangan Level 7 (Semua Anak Adalah Bintang) Hari 9

Tantangan Level 7 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional — Semua Anak Adalah Bintang, Hari 9, 26 Agustus 2017

Di hari Sabtu ini agak niat pergi cukup jauh, tepatnya ke Jagakarsa dalam rangka ikutan kopdar Rumbel Berkebun IIP. Sengaja ajak Fathia biar sekalian ia belajar tentang tanaman dan menanam. Rencana naik KRL juga membuatnya antusias. Lalu ternyata di sana juga ada rabbitry milik keluarga mbak Efi (ketua Rumbel Berkebun) yang tentunya menarik perhatiannya. Berhubung belum mengenal medan dan harus berganti-ganti kendaraan (kalau sepenuhnya pakai taksi online mahal juga) jadinya nggak berani ajak Fahira. Benar saja, kami sempat nyasar walaupun sudah dipandu GPS. Dari sini saya mengamati reaksi Fathia, bagaimana ia sebetulnya bersemangat tapi kadang juga ‘macet’ karena bosan, malu, atau mengantuk. Meski suasana santai, banyak objek menarik termasuk mainan dan makanan, tapi wajar juga obrolan panjang yang kadang jadi serius itu tidak menarik bagi anak-anak, hehehe. 

Alhamdulillah sih Fathia tidak sampai ngambek. Semoga pengendalian dirinya semakin kuat, walau tentunya saya tak hendak memaksa anak-anak harus selalu menuruti semangat saya beraktivitas. Kalau sampai ada perasaan terpaksa kan gawat juga. Apalagi kalau sampai bikin kelelahan secara fisik maupun mental.

Proyek yang direncanakan sih terkait juga dengan kegiatan sepanjang siang tadi, yaitu merawat tunas seledri dan stek pohon cincau yang dibawa dari rumah mba Efi, plus belajar lagi kemudian praktik pengelolaan sampah. Selain itu, menjelang malam kami juga mengeksekusi rencana lama, yaitu bikin kue. 

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga