Siapa yang paling sering mengintip profil facebook Anda? Apa arti nama kita? Bagaimana karakter kita kalau dilihat dari wajah? Siapa sahabat terbaikmu kalau dilihat dari postingan facebook? Princess Disney mana yang paling mirip sama kamu?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas memang biasanya mengundang rasa penasaran. Umumnya sih ada kontak facebok yang duluan memposting hasil yang ia peroleh, lalu kita tertarik ikut mencari tahu. Cukup dengan beberapa kali klik (atau tap), jawabannya sudah bisa diketahui. Nah, di antara sekian klik/tap tersebut, umumnya akan ada permintaan izin dari aplikasi ‘kuis’ untuk mengakses informasi tertentu di profil kita. Kalau kita menolak/klik tidak setuju, maka permintaan kita tidak bisa diproses lebih lanjut. Pertanyaannya sekarang, sebandingkah ‘kunci’ akses yang kita berikan dengan kepuasan mendapatkan ‘ramalan’ akan sifat atau teman kita?
Sebuah artikel di BBC (http://www.bbc.com/news/technology-34922029) mengingatkan akan perlunya berhati-hati. Walaupun pada artikel yang membuat tulisan di BBC tersebut dibuat (https://www.comparitech.com/blog/vpn-privacy/that-most-used-words-facebook-quiz-is-a-privacy-nightmare/) sudah disertakan tanggapan dari salah satu perusahaan yang membuat kuis yang dimaksud, bahwa data yang diambil tidak akan disimpan maupun digunakan untuk keperluan lain tanpa izin, tapi pesan-pesan di situ layak diresapi. Saya kutip di sini:
“Perilaku orang-orang terhadap privasi itu tidak tetap. Rumah kita pasangi tirai, tapi memakai fb dan google biasanya tanpa mengubah pengaturan privasi,” kata Dr Stuart Armstrong, peneliti dari Oxford University.
Yah, kalau dipikir-pikir kita mau install aplikasi android pun hampir selalu dimintai persetujuan akses terhadap buku telepon, galeri dsb-nya, ya. Dan karena memang kita sekarang susah jauh dari aplikasi tertentu yang sudah bagaikan bagian hidup sehari-hari, plus kalau dilogika pastinya aplikasi tersebut memang butuh akses untuk bisa menyimpan nomor telepon, mengunggah foto dll, akhirnya kita terima-terima aja.
Oh ya, sebelum lanjut lagi, ‘kuis’ yang dimaksud di sini maksudnya ya seperti disebutkan di awal tulisan. Kalau di majalah dulu biasanya diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dihitung skornya dari jawaban, lalu bisa dilihat hasilnya berdasarkan skor tersebut. Bukan kuis berhadiah/kontes/giveaway, walaupun pernah juga saya menemukan ada kuis berhadiah yang mengharuskan peserta ‘memasang’ apps tertentu dalam fb, dengan persetujuan akses profil pula. Kuis berhadiah begini, apalagi jika penyelenggaranya bonafid, lazimnya rajin mencantumkan syarat dan ketentuan di awal (untuk mengurangi risiko efek hukum di kemudian hari), dan yang perlu digarisbawahi, dalam bahasa setempat, jadi lebih mudah dipahami pembacanya.
Trus, memangnya data kita bisa diapain, sih? Kok kayaknya parno banget, gitu. Well, kalau kata comparitech sih, “Companies who you have never met can now access your entire Facebook profile–friends, photos, statuses and all–and use them in ways you never directly agreed to. ”
Worth it nggak, tuh?
(astaga, kenapa saya jadi pakai bahasa campur-campur sih ya di sini ;D).




Tampil dengan baju keluarga yang serasi memang kesannya enak dilihat. Jika diabadikan dalam bentuk foto pun tampak kompak, agar terpancar semangat happy family yang semoga terwujud dalam bentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah yang sesungguhnya. Yang jadi pe-er–khususnya bagi ibu-ibu yang jadi penata gaya, pengelola jadwal kegiatan, sekaligus manajer keuangan keluarga– adalah mencari apa yang hendak dipakai.
dipakai adalah Salsa, sebelum diubah menjadi Ethica. Tadinya sih saya amati produknya lebih banyak untuk anak dan remaja ya, tapi ternyata ada baju keluarganya juga, lho, dalam seri Hafa alias #HAppyFAmilyByEthica.
Yang saya suka juga, web resmi Ethica mencantumkan dengan komplet size pack untuk tiap jenis produknya. Ini penting karena patokan ukuran bisa jadi berbeda, dan memakai pakaian dengan ukuran yang tidak pas bisa mengurangi kenyamanan. Harga produk pun tercantum dengan jelas, jadi hitung-hitungan dapat segera dilaksanakan dan keputusan membeli bisa lebih cepat diambil (emak-emak banget, ya, hehehe).
