Menikmati Festival Dongeng Internasional Indonesia 2016

img_20161002_090131.jpgKarena sempat menikmati keseruan Festival Dongeng Internasional Indonesia tahun kemarin, saya pun menanti-nanti gelaran berikutnya. Awal Oktober lalu ketika kami main ke Taman Suropati rupanya ada kegiatan pendahuluan menuju FDII 2016 berupa Dongeng Kejutan di Hari Minggu.

Fathia yang sebetulnya sedang moody abis karena baru sembuh dari sakit ternyata tertarik ikut duduk mengikuti dongeng rubah yang ingin jadi keledai :). Dari banner yang dipasang panitia kami memperoleh informasi bahwa FDII 2016 akan dilaksanakan pada tanggal 5-6 November 2016 di tempat yang sama yaitu Museum Nasional. Oke deh, mari kita masukkan ke agenda…

img-20161107-wa0022Menjelang hari-H saya mengintip akun Instagram dan facebook Komunitas Ayo Dongeng Indonesia (AyoDI/@ayodongeng_ind) dan memperoleh beberapa informasi tambahan seperti jadwal acara dan cara pendaftaran kelas-kelas khusus (berbayar) yang dibuka yaitu kelas kriya (crafting) dan kelas dongeng. Ingin rasanya ikutan belajar dari mereka yang terampil di bidangnya, tapi saat ini sepertinya belum memungkinkan. Sementara ini, belajar lewat menyimak dongeng yang dibawakan saja, ya…

Continue reading

Batik Transformasi Kelembagaan

batik-transformasi-7Pada tanggal 11 November 2015 saya berkesempatan mengikuti seminar yang mengusung judul Unleashing the Potential of Financial Management Information System for Improved Government Effectiveness yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan tepatnya Ditjen Perbendaharaan bekerja sama dengan Bank Dunia. Bertugas, sih, sebetulnya, karena saya dan beberapa rekan diminta untuk mewawancarai beberapa hadirin terkait Sistem Anggaran dan Perbendaharaan Negara (SPAN) yang telah berjalan beberapa waktu. Sambil mencermati para peserta yang mengisi daftar hadir di meja registrasi untuk mencari calon narasumber, saya mengamati bahwa para pejabat eselon internal yang hadir mengenakan batik yang seragam. Motifnya anggun dan elegan dengan warna kuning keemasan pada latar belakang hitam pekat. 

batik-tk-transformasibatik-tk-batik

Kemudian baru saya tahu bahwa batik tersebut adalah Batik Transformasi Kelembagaan Ditjen Perbendaharaan yang diluncurkan sore hari setelah acara seminar. Seminar dimaksud memang mengundang juga para pejabat eselon III dan II yang sedang mengikuti rangkaian Rapat Pimpinan. Batik ini dirancang oleh Fithrah Fith, pegawai Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan. Pemilihan motif dan warnanya penuh filosofi yang bertujuan agar tak hanya tampil sebagai baju melainkan juga mendorong insan DJPB berkomitmen menjadi semakin baik.

Continue reading

NHW3 Kelas Matrikulasi IIP Batch 2

NHW Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 2 kali ini kembali bikin mikir karena terutama poin a, nih, :D.

purple-rose-with-love-letter-wallpaper

Sumber gambar: http://collectwall.com/topwallpaper/purple-rose-with-love-letter-wallpaper.html

👨👩👦👦Nikah

Bagi Anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami Anda, buatlah surat cinta yang menjadikan Anda memiliki “alasan kuat” bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak Anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Continue reading

Nostalgia MP — Pe-er dari Mba Maya

multiply

Kemarin Mba Maya Siswadi (yang sekarang aktif ngeblog di http://www.advencious.com/ dan http://www.bunda3f.net/) posting di grup Blogger MP, mengajak mengenang masa-masa ngeblog di Multiply dulu. Layanan blogging multiply yang awalnya diperkenalkan ke saya oleh seorang teman di milis pembaca sebuah majalah ini memang dulu menjadi awal mula saya belajar bikin blog. Suasana di Multiply begitu kekeluargaan dengan dukungan konsepnya yang semi jejaring sosial. Jadi berbalas komentar atas suatu postingan menjadi suatu keseruan tersendiri. Perbedaan lokasi, waktu, dan latar belakang tidak menjadi kendala untuk menjalin hubungan pertemanan. Di kesempatan tertentu ada yang membuat program khusus untuk semakin mengeratkan persahabatan, termasuk kegiatan bakti sosial, menulis buku sama-sama dll. Beberapa produsen dan penerbit pun membuka akun di sini, yang menjembatani interaksi dengan pengguna produk mereka. Juga ada penulis-penulis yang menceritakan proses kreatif sebuah karya, berbagi tips menulis dan berhubungan dengan penerbit, yang bikin diri ini bisa banyak belajar.

Sayang, pada 1 Desember 2012 Multiply menutup platform blogging-nya dan berubah sepenuhnya menjadi marketplace. Waktu itu sebenarnya disediakan opsi untuk memindahkan seluruh postingan ke penyedia jasa lain seperti blogspot atau wordpress, tetapi saya masih ragu mengingat keharusan menyetting ulang sebagian postingan ditambah dengan kesibukan pekerjaan pada saat itu. Akhirnya saya hanya sempat menyelamatkan foto-foto dari sana, dengan bantuan adik. Pada bulan Mei 2013 Multiply malah sepenuhnya berhenti beroperasi.

Continue reading

Materi Kelas Matrikulasi IIP Batch 2 Sesi III: Membangun Peradaban dari dalam Rumah

Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch#2 Sesi #3

👨👩👦👦 MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH👨👩👧👧

“Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya”

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, di mana kita berdua bersama suami diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.

Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendak-Nya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “misi spesifik”-nya, tugas kita memahami kehendak-Nya.

Continue reading

Membawa Anak Saat Kita Menuntut Ilmu, Ya Atau Tidak?

Beberapa waktu yang lalu saya sudah memposting materi pertama dalam Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch 2, yaitu yang berjudul Adab Menuntut Ilmu. Satu hal yang belum dibahas secara khusus pada materi tersebut, juga sewaktu sesi diskusi, adalah adab membawa anak ketika ibunya sedang menuntut ilmu.

Ini pertanyaan yang menarik dan relevan dikaitkan dengan kondisi sekarangs. Semakin banyak kegiatan pengajian/seminar/workshop/kelas edukasi dibuka untuk para ibu dengan berbagai tema yang bermanfaat, tetapi bagaimana dengan anak-anak ibu tersebut? Banyak topik acara yang justru cenderung menyasar ibu atau orangtua muda yang biasanya masih punya anak balita, seperti kesehatan keluarga, menyusui, memasak bekal yang sehat, make up praktis, dan pola pengasuhan (parenting).

Ada pula penyelenggara acara yang tegas menyebutkan bahwa peserta tidak diperbolehkan mengajak anak. Wajar, karena anak dengan segala aktivitasnya berpotensi membuyarkan konsentrasi. Peserta lain kan juga berhak mengikuti acara dengan tenang. Saya yakin maksudnya bukan hendak tak ramah anak, tetapi kan memang harus ada yang diprioritaskan.

Nah, kalau ada yang menjaga anak-anak di rumah sementara orangtuanya ikut kegiatan sih tak masalah, misalnya ada anggota keluarga lain yang diajak serta khusus untuk menemani dan tidak masuk ruangan acara jika ada tempatnya, atau memanfaatkan jasa profesional seperti pengasuh atau daycare. Namun, opsi ini tidak selalu tersedia. Sebagian ibu juga beralasan kasihan kalau kehilangan waktu kebersamaan dengan anak, khususnya yang masih ASI, walaupun ada yang memungkinkan dititipi.

Continue reading

NHW2 Kelas Matrikulasi IIP Batch 2

Tidak seperti sebelumnya, Nice Homework pekan kedua atau NHW 2 pada Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch 2 kali ini baru berhasil saya tuntaskan menjelang tenggat akhir. Pekan ini saya juga sedang mengikuti workshop dari kantor pusat sehingga fokus banyak tertuju ke sana.

Perlu konsentrasi penuh untuk bisa menjawab pertanyaan yang diberikan, yang pastinya butuh pertimbangan yang lebih matang dan rincian yang perlu disesuaikan dengan kunci SMART:
– SPECIFIC (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND (Berikan batas waktu).

Continue reading

Menikmati Diskon Big Bad Wolf Tanpa ke Sana

Poster Big Bad Wolf Book Sale Surabaya yang tersebar di media sosial sejak berminggu-minggu sebelum pelaksanaannya membuat saya teringat lagi akan gelaran sebelumnya yang diadakan di ICE BSD, Tangerang Selatan. Bazaar buku semacam ini sebetulnya menggiurkan sekali bagi saya yang suka belanja membaca buku. Apalagi melihat postingan mereka yang sudah pergi ke sana dan memamerkan buku-buku menarik nan murah yang ditawarkan, wah….

Namun, sekarang-sekarang ini rasanya kok sayang jauh-jauh ke suatu tempat (yang bukan urusan tugas kantor atau acara keluarga) padahal waktunya bisa digunakan untuk main dengan anak-anak yang sehari-hari sudah ditinggal kerja. Sedangkan bila anak-anak diajak juga belum tentu mereka nyaman/bisa menikmati.

Paling mentok sih kami sekeluarga pergi ke book fair di Senayan, misalnya Indonesia International Book Fair atau Islamic Book Fair. Itu juga tak begitu maksimal pilih-pilihnya. Kalaupun ke sana, biasanya ada talkshow atau program menarik yang diincar untuk diikuti, meskipun tak sepenuhnya bisa fokus juga (lagi-lagi mempertimbangkan kemampuan rentang perhatian anak-anak).

Walhasil saya lebih sering mantengin online shop. Tinggal klik-klik dan barang sampai ke rumah, bahkan banyak yang menawarkan gratis ongkos kirim. Saya sudah menyimak sih pengalaman dan tips dari beberapa teman yang ke BBW, misalnya yang dituangkan oleh Uni Dian di blognya ini http://www.dianonasis.com/2016/05/tips-ala-dian-onasis-saat-belanja-buku.html, tapi tetap rasa hati ini belum mantap.

Continue reading

Adab dan Hukum di Media Sosial (dari grup BiAS)

sosmed-1 sosmed-2 sosmed-3 sosmed-4 sosmed-5 sosmed-6 sosmed-7 sosmed-8 sosmed-9 sosmed-10

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 23 Muharam 1438 H / 24 Oktober 2016 M
👤 Ustadz Nuzul Dzikri, Lc
📔 Materi Tematik | Adab Dan Hukum di Sosial Media (Bagian 01)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-NZ-Sosmed-01
———————————–

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا الله الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Bapak-bapak, ibu-ibu, rekan-rekan, ikhwān dan akhwāt yang saya muliakan.

Marilah kita awali dengan bersyukur kepada Allāh Jala wa ‘Alā, atas segala nikmat dan karunia yang Allāh berikan dan Allāh limpahkan kepada kita.

Nikmat yang tidak mungkin kita bisa hitung. Nikmat yang senantiasa menyapa setiap derap langkah kita. Dan Allāh meminta kita untuk bersyukur kepada-Nya.

Dan nikmat yang harus kita syukuri secara khusus adalah:

⑴ Nikmat Imān
⑵ Nikmat Islām

⇛ Dua nikmat yang merupakan kunci kebahagiaan di dunia kita dan di ākhirat kita.

Selanjutnya, marilah kita haturkan shalawat kita dan salam kita kepada qudwah kita, Nabi besar Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam beserta para keluarga beliau, para shahābat-shahābat beliau dan orang-orang yang istiqamah berjalan di bawah naungan sunnah beliau sampai hari kiamat kelak.

Kita akan berbicara tentang sebuah fenomena yang sangat booming di tengah-tengah kita. Fenomena yang tidak memandang segmen dan batas usia. Tua muda, miskin kaya, anak muda, bapak-bapak, ibu rumah tangga, menggandrungi fenomena ini.

Kita akan berbicara tentang:

Adab dan Hukum yang Berkaitan dengan Sosial Media

Dalam kamus bahasa Indonesia:

⇛ Media itu berarti alat atau sarana komunikasi, perantara, penghubung.
⇛ Sosial artinya berkenaan dengan masyarakat.

Oleh karena itu dari sisi bahasa di atas, medsos (media sosial) bermakna: sarana berkomunikasi dan berbagi.

Sehingga hampir semua media (medsos-medsos) tersebut memiliki istilah sharing yang mereka tawarkan, karena memang itulah makna dasar dari dunia yang akan kita bahas sebentar lagi.

⇛ Istilah lain dari media sosial adalah jejaring sosial, (yaitu) jaringan atau jalinan hubungan secara online di internet.

Jadi yang kita gunakan adalah media yang berbasis internet.

Rasanya kita kurang tertarik untuk mendengarkan tapi penting untuk kita mendudukkan masalah.

Kenapa demikian?

Karena kalau kita baca definisi di atas maka fenomena sosmed ini semakin membuat kita beriman kepada Allāh dan Rasūl-Nya.

⇛Fenomena sosmed seharusnya membuat seorang mu’min:

√ Semakin rajin ke masjid.
√ Semakin semangat mengikuti sunnah Rasūl shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

√ Semakin sami’na wa atha’na.
√ Semakin tidak membantah apabila dikasih perintah atau larangan dari Allāh dan Rasūl-Nya.

√ Semakin tidak suka mendebat firman-firman Allāh dan hadīts-hadīts Nabi ahallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Kenapa demikian?

Continue reading

Materi Kelas Matrikulasi IIP Batch 2 Sesi II: Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2

🙋MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA🙋

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

🍀APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; 3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak –;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang:

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b. Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Continue reading