Seperti sudah saya sampaikan dalam postingan laporan pelaksanaan tantangan 10 hari untuk hari pertama, saya sempat kaget dengan tantangan Level 9 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Bagi saya yang lebih dominan sisi mengikuti buku teks atau manual petunjuk, diminta untuk mengasah kreativitas melalui ‘apa saja yang ditemui sehari-hari’ itu… ‘menakutkan’. Bagaimana kalau saya salah memaknai instruksinya, dan yang saya laporkan berbelok dari yang seharusnya?

Apalagi di hari-hari awal tantangan, saya sedang banyak kerjaan di kantor sampai sering pulang malam. Sampai rumah suka sayang kalau buka hp alih-alih main dengan anak-anak, apalagi mama sedang ada di sini. Waktunya untuk bercengkrama, kan? Makin bingung saya, bagaimana memahami apa yang seharusnya dilakukan untuk tantangan Level 9 ini. Bahkan untuk mengikuti sesi diskusi bersama-sama (bukan pertanyaan yang insidental) pun kewalahan karena bersamaan waktunya dengan persiapan keberangkatan suami ke luar kota. Jelas saya memilih untuk menaruh ponsel dulu. Begitu baca keesokan harinya, waah, seru ya ternyata bahasannya. Banyak tantangan berpikir kreatif yang mengajak untuk melihat bukan hanya dengan sudut pandang yang selama ini dipakai.









