Meriah Kontemplatif Milad Keempat Blogger Muslimah

Tahun ini Komunitas Blogger Muslimah telah genap berusia empat tahun. Saya sendiri baru tergabung di komunitas ini selama kira-kira setahun setengah. Dalam rangka menyambut miladnya tahun ini, Blogger Muslimah menyelenggarakan acara sharing session dengan tema Menuju Hijrah Kaffah. Tentu saja saya tak mau ketinggalan mendaftarkan diri. Apalagi lokasinya sudah familiar, yaitu Nutrifood Inspiring Center. Di tempat inilah saya untuk pertama kalinya mengikuti gelaran kegiatan Blogger Muslimah Agustus tahun 2017.

Baca juga: Blogger Muslimah Meet Up, Belajar Agar Lebih Cerdas dan Cantik

Poster Milad Blogger Muslimah Ke-4

Continue reading

Bebaskan Nafas si Kecil, Kembalikan Cerianya

Sejak anak-anak masih bayi sampai sekarang, kami tidak pernah meminumkan obat saat mereka batuk pilek. Kecuali madu ya, setelah mereka berusia lebih dari satu tahun. Bukan karena kami takut minum obat, antiobat kimia atau sejenisnya, melainkan karena batuk pilek biasa pada anak kan penyebabnya adalah virus. Ini juga didukung oleh dokter keluarga kami yang rajin ajakin baca-baca referensi tepercaya tentang penyakit-penyakit anak. Jadi in sya Allah kalau cuma batuk pilek aja, sih, akan sembuh dengan meningkatnya daya tahan tubuh.

Karena pada dasarnya akan ‘sembuh sendiri’, obat batuk pilek yang beredar di pasaran fungsinya adalah mengurangi gejala yang timbul. Iya, hidung meler, tersumbat, batuk, itu kan reaksi atas virus yang masuk, yang maksudnya justru mau membuang virus itu keluar.

Namun tidak memberikan obat bukan berarti lalu dibiarkan saja, ya… Ini pandangan yang salah kaprah juga. Tentunya kami melakukan hal-hal yang diperlukan seperti menjaga asupan cairan, mengingatkan untuk istirahat, mengajak anak-anak rajin cuci tangan, mengajari cara bersin dan batuk yang benar, memakai masker khususnya bagi orang dewasa yang batuk pilek di rumah agar kumannya tidak menyebar, juga memantau tanda kegawatdaruratan yang mungkin muncul. Untuk menyamankan anak, kadang kami gunakan balsem yang bisa membantu melegakan pernapasan. Pastinya pilih produk yang aman, dong.

Continue reading

[Ulasan Buku] Phi dan Kenangan-Kenangan yang Saling Berkelindan

Judul              :               PHI: Hidup Adalah Perkara Mengatasi Kenangan demi Kenangan

Penulis           :               Pringadi Abdi Surya

Penerbit         :               Shira Media, 364 halaman

Novel Phi pada dasarnya mengisahkan jalan hidup seseorang bernama Phi dengan segala keunikannya, khususnya cerita cinta Phi dengan sang idaman hati, Zane. Namun, jangan menghadapkan cerita cinta standar yang penuh bunga. Perjalanan Phi mendekati dan akhirnya bersanding dengan Zane cukup rumit. Bahkan melibatkan sekian banyak versi ingatan Phi, kenangan demi kenangan yang bisa jadi sebagian di antaranya hanya khayalan, yang membuat pembaca perlu berhati-hati mencermati baris demi baris cerita. Jika sampai luput, risikonya adalah kehilangan jejak. Kemudian pembaca dapat mengalami kebimbangan dalam memutuskan, mana yang memang nyata-nyata dialami oleh si tokoh dan mana yang bukan.

Continue reading

Karena Ketidaksempurnaan adalah Keniscayaan

Konon katanya, menjadi ibu di zaman sekarang tantangannya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Padahal teknologi yang kian maju sesungguhnya menghadirkan berjuta kemudahan. Mau beli makan, mau pergi, mau belanja, mau pakai jasa bersih-bersih, mau bayar tagihan, semuanya seolah ada di ujung jari kita. Waktu (seharusnya) bisa dihemat, dan dipakai untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Untuk (that-so-called) quality time bersama anak, misalnya. Atau sekadar me time meski singkat.

Namun, teknologi juga punya sisi lain. Ada gempuran informasi dari sana-sini yang berpotensi bikin bingung, mana sih ya yang benar? Mana yang layak menjadi acuan bagi kita untuk menjalankan peran sebagai orangtua dalam mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anak kita, juga merawat hubungan dengan pasangan? Kulwap di grup whatsapp sayang kalau dilewatkan, webinar bersama pakarnya diikuti, website diselancari, buku-buku dilahap. Tokoh parenting A bilang begini, psikolog B menyatakan begitu, dokter pernyataannya beda lagi, aaah, pusing, kan?

Continue reading

Belajar tentang Pelaksanaan Haji dan Kurban Melalui Buku

Dekat-dekat hari raya Idul Adha begini, rasanya tepat jika kita mengajak anak-anak untuk belajar lebih jauh mengenai pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Kedua ibadah ini pelaksanaannya memang terikat oleh waktu, dan puncaknya adalah hari raya Idul Adha yang tahun ini ditetapkan oleh pemerintah RI jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018.

Salah satu media yang biasa kami pakai untuk mendampingi anak-anak belajar adalah buku. Tentunya lebih enak kalau menggunakan buku yang memang ditujukan untuk anak-anak, ya, karena materi dan penyampaiannya sudah disesuaikan dengan usia mereka.

Continue reading

The Moon Represents My Heart

[Repost dari postingan di Multiply, Juli 2010]

Beberapa hari ini laptop atasan saya mengumandangkan lagu-lagu Kenny G. Salah satunya yang langsung bikin saya ‘mak dheg’ adalah The Moon Represents My Heart alias Yue Liang Dai Biao Wo De Xin, sebuah lagu legendaris yang awalnya dipopulerkan mendiang Teresa Teng.

Kendati versi Kenny G tetap menghadirkan suasana melankolis, toh bagaimanapun versi aslinya lebih melekat di benak saya. Lebih tepat lagi sebetulnya versi yang disuarakan oleh alm. pakdhe Tanto, kakak tertua mama yang meninggal Mei tahun lalu.

Continue reading

Menyapa Hiu Paus di Perairan Gorontalo

Hiu paus. Hiu atau paus, nih? Kalau hiu, ‘kan, termasuk ikan, sedangkan paus adalah golongan mamalia yang jelas bukan golongan ikan. Nah, hiu paus ini sebetulnya adalah ikan hiu. Namun, jika umumnya ikan hiu merupakan hewan karnivora alias pemakan daging, ikan hiu paus (whale shark) ini makanannya adalah plankton yang ia peroleh dengan cara menyaring dari air laut melalui mulut. Mirip cara makan paus, kan? Bukan hanya plankton sebetulnya, hiu paus juga menyukai ikan kecil seperti sarden, makerel, maupun udang dan cumi-cumi kecil.

Sumber gambar: Kementerian KKP

Continue reading

Asyik Bermain dan Belajar dengan Kodomo Challenge

Kemarin siang, sebuah paket dari Kodomo Challenge tiba di rumah. Wah, ternyata paket edukasi untuk bulan Juli sudah datang! Padahal bulan Juni-nya kan belum habis, hehehe. Set toko roti lapis yang kami terima ini adalah paket pertama dari paket berlangganan yang akan dikirim setiap bulannya.

Karena Fahira sudah berusia lebih dari dua tahun, jadi saya memilih memesan paket Playgroup yang diperuntukkan bagi anak usia 2 s.d. 3 tahun. Untuk rentang usia ini, Kodomo Challenge menyiapkan paket untuk mengajak anak belajar mandiri dan menanamkan kebiasaan hidup yang baik. Dengan kosa kata yang rata-rata sudah mencapai lebih dari 600 kata, tentu anak usia ini makin jago berekspresi dan mengungkapkan perasaan maupun keingintahuan. Anak juga mulai lebih banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, bukan hanya dengan keluarga inti. Pastinya perlu pendampingan dan stimulasi yang tepat dong ya. Bagi anak berumur 1-2 tahun, ada paket Toddler.

Berhubung Fathia sudah bisa membaca, jadinya dia bisa membimbing adiknya bermain juga. Misalnya dengan membacakan petunjuk permainan.

Continue reading

Bulan Pertama Proyek Ruang Berkarya Ibu 2: Kesempatan Menggali Hikmah

Tak terasa, proyek Ruang Berkarya Ibu (RBI) yang saya ikuti hampir memasuki bulan kedua pelaksanaannya. Setelah sebelumnya memperoleh bekal ilmu dari para pakar mengenai bakat dan manajemen waktu, mulai Mei ini memang para peserta diminta untuk mengerjakan proyek sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Waktu yang diberikan adalah 100 hari dikurangi 49 hari materi = 41 hari, dengan beberapa hari libur mengingat ada momen Idul Fitri.

Sesuai pesan dari mbak Andita A. Aryoko, leader RBI yang masih berada dalam rumah besar komunitas Ibu Profesional, tiap peserta minimal menulis sebulan sekali mengenai setorannya di grup whatsapp, bukan hanya melalui mekanisme setoran yang rutin tiap harinya di Google Form. Saya memang memilih untuk menulis perkembangan harian di Google Docs yang private, tidak seperti sebagian peserta lain yang dengan telaten mengungkapkan kemajuan harian di media sosial maupun blog. Maka di hari terakhir bulan Mei ini saya hendak menceritakan proyek saya — untuk pertama kalinya.

Continue reading

Di Balik Layar Buku Ramadhan Seru

Ternyata, begini ya rasanya coret-coretan kita yang berantakan diwujudkan dalam bentuk gambar nan imut oleh ilustrator profesional :D.

Dalam penyusunan buku Ramadhan Seru bersama Hamzah dan Syifa, kami tim penulis yang terdiri atas para anggota grup Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta (RBM IP Jakarta) memang diminta untuk menyumbang kreasi berupa cerita mini dengan tokoh yang sudah ditentukan, ide aktivitas (termasuk resep dan pembuatan craft sederhana), maupun tulisan fakta menarik terkait Islam ataupun Ramadhan. Tulisan maupun ide yang sudah disusun kemudian akan diteruskan ke editor tim untuk review dari segi konten maupun ejaan dan ke penanggung jawab visual untuk diputuskan ilustrasi seperti apa yang akan dipakai.

Continue reading