Bersenang-senang di Paris dengan Generasi Z

You look so proud standing there with a frown and a cigarette

Posting pictures of yourself on the Internet

Lagu “Paris” dari The Chainsmokers pertama kali saya dengar diputar di sebuah radio pada suatu hari libur. Satu-dua kalimat di dalam syairnya, setelah dicermati, sedikit mengingatkan saya pada lagu “Sahabat Sejati” dari Sheila on 7. Coba simak larik lagu tersebut berikut ini:

“Kita s’lalu berpendapat kita ini yang terhebat

Kesombongan di masa muda yang indah”.

Continue reading

Belajar Masak Praktis dan Sehat dari Chef Rudy

Rudy Choirudin, siapa sih yang tidak kenal nama chef terkemuka Indonesia ini? Jauh sebelum mereka yang disebut celebrity chef berseliweran di layar kaca, chef Rudy sudah rajin muncul membawakan acara-acara masak-memasak yang sukses bikin pemirsa jatuh cinta. Sabtu (17/02) lalu, akhirnya saya bisa melihat langsung aksi chef Rudy membawakan demo masak. Bukan hanya itu, dalam acara yang diselenggarakan di Tupperware Showroom South Quarter, SQ Dome, Jakarta Selatan ini, chef Rudy berbagi cuplikan kisah hidupnya.

Seperti disebutkan oleh MC, chef Rudy sudah 29 tahun berkarier dan secara fisik kelihatannya belum banyak berubah. Sedangkan di antara peserta yang hadir pun ada yang rajin ikut acara chef Rudy sejak anaknya masih digendong hingga sekarang sudah remaja. Acara TV chef Rudy saat ini, Rasa Sayange, ratingnya sampai mengalahkan banyak acara lain, lho.

Continue reading

Mengapa Perlu Minimalkan Penggunaan Gadget untuk Anak?

Gadget untuk anak, yay or nay?

Dampak negatif dari pemakaian gawai pada bayi dan anak sudah banyak dibahas di berbagai buku dan seminar (termasuk kelas online), tetapi perangkat seperti ini seakan masih sulit dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Bisa dikatakan, anak-anak kita pasti sudah akrab dengan ponsel sejak mereka lahir. Istilahnya, mereka itu digital native. Kadang gadget dirasa sangat membantu sebagai ‘penjaga anak’ ketika orangtua perlu mengerjakan berbagai hal seperti bersih-bersih rumah, memasak, mencuci, menyusui adik, atau bekerja di rumah. Worth it kah solusi pemberian gadget jika ditimbang dengan risikonya? Adakah alternatif lain yang bisa digunakan? Pada acara Fun Play without Gadget di Spumante All Day Dining, Menteng, Jakarta Pusat yang diselenggarakan Sabtu (17/03) kemarin, saya ikut menyimak pemaparan tentang penggunaan gadget pada anak dari para ahli yang berlatar belakang psikologi dan aktif sebagai praktisi.

Menurut ibu Pradita Sibagariang, konsultan pendidikan dan tumbuh kembang anak, dilema terkait pemakaian gadget tidak cuma terjadi di Indonesia saja, tetapi sudah mengglobal. Oleh karenanya para peneliti juga melakukan studi terkait pengaruh gadget pada anak. Sebagaimana dikutip oleh ibu Dita, pengaruh gadget terhadap anak tergantung dari frekuensi pemakaiannya.

“Hasil penelitian, bermain gadget selama dua jam dapat memicu masalah kecemasan, emosional, dan konsentrasi. Sedangkan jika durasinya meningkat menjadi tiga jam, ada tambahan masalah berupa gejala diabetes, karena main gadget itu cenderung duduk tidak bergerak. Yang perlu dicatat adalah anak tetap mengalami masalah-masalah tadi walaupun sudah aktif secara fisik satu jam per hari,” jelas perempuan yang akrab disapa dengan ibu Dita ini.

Sedangkan dari segi perkembangan anak, gadget mungkin bisa merangsang kognitif anak melalui permainan-permainan. Namun, dalam piramidanya, fungsi kognitif ini ada di bagian atas. Fungsi lain seperti sensori motorik dan visual ‘terlompati’ karena tidak terstimulus saat anak bermain gadget.

Continue reading

Self Healing Inner Child dalam Pandangan Islam

Materi seputar inner child tak ada habisnya digali. Seringnya tema ini dibahas di grup-grup yang saya ikuti saya anggap sebagai tren positif, sarana belajar khususnya bagi para orang tua yang tidak hendak berhenti meningkatkan kualitas diri sekaligus mutu pengasuhan (walaupun yang masih single atau belum dikaruniai buah hati juga bisa bisa turut menyimak). Seperti pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya, meskipun sudah beberapa kali mengikuti kulwap terkait inner child, tapi sudut pandang yang lain dari pemateri yang berbeda tetap bisa memperkaya wawasan. Kali ini saya berkesempatan belajar tentang Self Healing Inner Child dalam Pandangan Islam. Pekan lalu, kajian muslimah di kantor pusat menghadirkan Ustadzah Isra Yeni – Founder dan Penasihat Rumah Surga sekaligus penulis buku The Great Dad, 5 Pilar Ayah Hebat (duet dengan suami beliau) untuk membawakan materi ini.

Continue reading

Nyeri Saat Buang Air Kecil, Kondisi yang Tak Boleh Disepelekan

Dua tahun yang lalu saya mengambil paket medical check up. Tidak ada keluhan khusus sebenarnya, hanya ingin mengetahui saja kondisi kesehatan saya. Kebetulan pula salah satu lab terkemuka sedang ada program harga khusus dalam rangka ulang tahun mereka.

Hasilnya? Di antara satu-dua tanda bintang yang menghiasi lembar hasil pemeriksaan yang saya terima, ada satu yang menjadi perhatian saya yaitu hasil tes urin. Saya tak menunda untuk menemui dokter setelahnya. Dokter menanyakan apakah saya mengalami anyang-anyangan, dan saya jawab kadang-kadang iya. Arahnya memang ke infeksi saluran kemih atau ISK.

Saya baru ingat bahwa memang beberapa kali saya merasakan ngilu di daerah panggul, walaupun tidak sampai membuat sakit saat buang air kecil atau susah buang air kecil. Kalau menahan buang air kecil sih memang adakalanya begitu ya, dengan kondisi satu balita dan satu bayi di rumah, juga pekerjaan di kantor, kadang saya mengabaikan atau menunda hasrat ke toilet.

Saran dokter, saya diminta untuk lebih sering minum air putih, kemudian mengulang tes serupa satu atau dua minggu kemudian. Hasilnya, alhamdulillah, bintang tadi sudah lenyap dari lembaran kertas yang saya terima dari petugas lab usai cek ulang.

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?

Sistem uriner kita terdiri atas ginjal, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang mengubungkan kandung kemih dengan lingkungan luar tubuh). Dari apa yang saya baca, saya jadi tahu bahwa infeksi saluran kemih atau urinary tract infection (UTI) terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih melalui uretra dan mulai berlipat ganda di kandung kemih. Jika sistem pertahanan tubuh sedang lemah, alih-alih lekas terbuang bersama air seni, bakteri pun bertahan hingga muncullah infeksi.

Wanita lebih sering menderita penyakit ini, karena secara anatomi memang jarak antara uretra dengan kandung kemih, vagina, maupun anus lebih pendek dibandingkan dengan pria. Bakteri menjadi lebih mudah masuk dan bertahan. Bisa dibilang, lima dari sepuluh wanita pernah menderita ISK yang kerapkali ditandai dengan anyang-anyangan ini.

Continue reading

Belajar SEO, Sedikit Rumit tapi Asyik

Dalam perjalanan nge-blog, saya menemukan istilah SEO disebut-sebut oleh mereka yang sudah jago dalam hal blogging. SEO atau Search Engine Optimization ini merupakan cara-cara untuk mengoptimalkan mesin pencari agar kunjungan ke suatu situs meningkat. Mesin pencari tentunya punya algoritma ataupun mekanisme kerja yang membuat trik-trik tertentu bisa dilakukan agar situs atau blog kita berada di halaman awal laman pencarian. Misalnya, dengan memanfaatkan penempatan kata tertentu yang kerapkali dicari. Jika berada di bagian atas saat pencarian, otomatis situs kita pun mendapatkan kunjungan lebih banyak. Baik kita menargetkan monetisasi blog kita maupun tidak, kehadiran banyak pengunjung yang betah berlama-lama biasanya bikin kita lebih bersemangat menulis dan berbagi.

Banyak website maupun buku yang menyediakan materi belajar SEO, tetapi memang lebih enak kalau ada yang mengajari. Kita bisa bertanya secara langsung mengenai hal-hal yang belum dipahami, ‘kan. Maka begitu Blogger Perempuan Network membuka pendaftaran untuk kelas SEO yang diselenggarakan Sabtu (03/03) lalu, saya pun bersemangat ikut. Apalagi yang menjadi narasumber adalah mba Nunik Utami, teman lama sejak ikutan milis majalah Cita Cinta dan sama-sama nge-blog di Multiply dulu, yang juga dikenal sebagai penulis buku. Senang sekali menyimak penjelasannya yang mudah dipahami dengan contoh-contoh nyata.

Acara dibuka oleh mba Shintaries Nijerinda, founder Blogger Perempuan Network. Kata mba Shinta, kita tentunya ingin dapat pembaca yang organik, ketemu pembaca yang interest-nya sama, dan untuk itulah kita belajar SEO.

Kemudian, mba Nunik menyajikan materi secara jelas dan menyenangkan. Selaku pemilik situs atau blog, pastilah kita ingin laman blog masuk ke halaman pertama pencarian Google. Namun kalaupun belum bisa dicapai, yang penting blog kita sudah terindeks oleh Google. Masuk sampai dengan halaman kelima pencarian juga sudah bagus. Mari tengok tujuan yang pertama, yaitu tulisan yang ada di blog kita ramah untuk Google dan bukan dianggap konten yang buruk oleh Google. Jika isi blog bagus tetapi ada kata yang menjurus ke pornografi, itu bisa dianggap konten yang buruk oleh Google, walaupun sekarang algoritmanya sudah lebih manusiawi dengan melihat isinya. Jika isinya memang bermanfaat, misalnya artikel kesehatan yang memuat sebutan alat kelamin yang bisa menjurus negatif, dapat tetap diindeks ke Google.

Continue reading

Ibu Profesional, Menjadi Kebanggaan Keluarga Lewat Proses Belajar Tanpa Henti

Bagaimana caranya bergabung dengan IIP? Pertanyaan tersebut sering saya dapatkan, lebih-lebih ketika menjadi narahubung untuk acara Gathering Milad Keenam Ibu Profesional yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional Jakarta awal tahun ini.

Biasanya saya akan memberikan jawaban yang dimulai dengan pengenalan sekilas apa itu Ibu Profesional dan kegiatannya. Penjelasan ini saya pandang perlu, sebab keanggotaan Ibu Profesional tidak bisa otomatis diperoleh dengan mendaftarkan diri ataupun membayar iuran keanggotaan seperti sistem yang diterapkan oleh sejumlah komunitas atau organisasi lain.

Saya kutipkan definisi yang dimuat di situs http://www.ibuprofesional.com, yaitu bahwa yang disebut dengan ibu profesional adalah seorang perempuan yang bangga akan perannya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, dan senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu agar bisa bersungguh-sungguh dalam mengelola keluarga dan mendidik anaknya.

Continue reading

Reviu dan Aliran Rasa Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP

Reviu Materi 12 Kelas Bunda Sayang
Institut Ibu Profesional

KELUARGA MULTIMEDIA
Membangun kebersamaan melalui kemajuan teknologi

Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, membuat dunia sekarang tak berbatas. Maka kita sebagai manusia pada umumnya dan sebagai ibu pada khususnya harus bisa lebih mawas.

MAWAS DIRI, ketika adanya teknologi membuat  waktu kita habis,karena  justru bekerja untuk teknologi tersebut bukan teknologi yang bekerja untuk kita. Di era yang makin canggih, harusnya kita memiliki waktu luang yang panjang bersama keluarga yang bikin nagih.

MAWAS PANTAU, di mana adanya kemajuan teknologi justru membuat kita menjadi polisi mengawasi kegiatan anak-anak berselancar di dunia maya, bukan teknologi yang membantu kita melatih dan memantau anak-anak dalam proses memperkaya wawasannya.

MAWAS INFORMASI, ketika kita menjadi sangat takut, cemas, tertinggal informasi di sosial media, chit chat di berbagai WhatsApp Grup. Kemajuan teknologi justru bisa membuat kita terkena penyakit Fear of missing out (FoMO), suatu kondisi di mana seseorang takut dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang santer. Teknologilah yang harusnya bisa menata untuk kita segala macam informasi yang bermanfaat untuk bisa kita telaah sewaktu-waktu tanpa harus mengurangi kualitas mutu bertemu dengan anak-anak dan keluarga.

Continue reading

Warna dan Kepribadian Manusia, Memang Ada Hubungannya?

Zaman sekolah dulu, saya suka kuesioner tebak karakter yang ada di majalah. Dari pilihan-pilihan yang diambil, misalnya benda kesukaan atau tindakan yang dilakukan, hasilnya nanti akan mengarah ke kesimpulan mengenai karakter kita. Ketimbang ramalan bintang, kuesioner seperti ini lebih logis. Bahkan jika penyusunannya dilandasi oleh penelitian, hasilnya bisa lebih valid.

Bukan hanya zaman sekolah sih sebenarnya, sampai sekarang pun jika ada kuesioner atau kuis serupa, saya iseng mengisi. Proses mengenali diri sendiri bisa membuat kita terus berkembang, bukan? Karakter yang baik bisa kita pertahankan, sedangkan kekurangan kita bisa menjadi bahan introspeksi agar tidak sampai menimbulkan dampak negatif.

Salah satu situs yang menyediakan kuesioner semacam itu adalah http://www.knowyourcolor.id. Sesuai dengan nama yang dipakai, situs ini mengajak pengunjung untuk memilih jawaban dari serangkaian pertanyaan yang hasilnya adalah warna diri kita. Warna ini kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah sifat, kepribadian, dan kebiasaan seseorang. Saya mencoba dan hasilnya adalah warna biru.

Continue reading

Tantangan Level 12 Kelas Bunda Sayang IIP Hari ke-16

Hari ini saya akan mereviu aplikasi PhotoGrid. Sebelumnya, saya sudah menyetor ulasan atas aplikasi Canva. Keduanya serupa tapi tak sama, kemiripannya adalah sama-sama membantu dalam utak-atik rancangan visual.

Penggunaannya cukup mudah, banyak pilihan template yang tersedia dalam aplikasi ini. Opsi stiker, latar belakang, dan template yang lebih beragam juga ada yang tersedia terpisah alias harus download sendiri.  Saya sih biasanya hanya memakai menu grid yang cenderung sudah rapi bentuknya, kadang juga scrapbook yang bisa sekaligus menjadi sarana edit menambahkan stiker untuk menghias, menutupi, menuliskan teks, maupun membubuhkan watermark.

Continue reading