Semangat Hijrah sang MuslimahPreneur 

Sesi #SEMUSIM2017 setelah istirahat menampilkan teh Febby Febriani (@melodyhijramusic), sekarang seorang ibu, penyanyi, muslim wedding organizer, dan public speaker.

Teh Febby menceritakan bahwa masa lalunya cukup kelam, erat dengan kehidupan malam. Kuliah sih baik-baik saja, orangtua tahunya juga baik, tapi malamnya lepas jilbab dan kerja sebagai waitress dan event organizer di klub malam. Latar belakangnya klise remaja, ingin mencari jati diri dan memperluas pergaulan. Di usia 19-20 tahun teh Febby berpikir juga untuk menjadikan pergaulan tersebut sebagai ladang usaha, dan dijalankan juga, yaitu menjadi ‘mami’ (muncikari). Tidak pernah ingat akan Allah dan ibadah. Belakangan teguran datang dalam bentuk sakit kanker, dan teh Febby yang kondisinya belum kunjung membaik setelah pengobatan malah menyalahkan keadaan, belum sampai pada kesadaran. Bisnis ‘manajer’-nya jalan terus, kemudian merambah bisnis kartu kredit. Teguran berikutnya menyapa, teh Febby ditipu rekannya, uang investasinya dibawa lari hingga harus kehilangan rumah, mobil dll. Di situ pun ia belum terpikir untuk bertobat. Baru ketika bayinya meninggal 8 jam setelah dilahirkan, teh Febby tersadar. Bukan hanya teh Febby, tapi juga suaminya yang sejak sebelum menikah sama-sama berkecimpung di dunia malam. Maka mereka berdua berniat berhijrah dan mulai berusaha dari nol lagi, bahkan minus karena posisinya masih berutang pada bank.

Dari pengalamannya, teh Febby menyimpulkan bahwa muslimahpreneur perlu ingat tiga poin yaitu:

Continue reading

Kisah di Balik Kesuksesan Hijab SallyHeart

Sesi kedua SEMUSIM yang diselenggarakan di auditorium lantai 3 kampus UIJ Utan Kayu ini menghadirkan teh Ayu Momalula, pendiri Hijab SallyHeart.

Ibu satu putri ini mengawali presentasinya yang penuh warna dengan menyatakan bahwa kita tidak bisa memilih dilahirkan di keluarga seperti apa. Ada yang memang sudah terbiasa dengan etos kerja keluarga pengusaha, atau bisa memanfaatkan nama besar keluarga untuk bisnis. Lalu apa kabar dong kita yang dari keluarga yang tidak demikian?

Teh Ayu dulu kuliah di jurusan Komunikasi UNJ. Ada masanya ketika kuliah terasa galau, setelah lulus nanti jadi apa? Kemudian sempat terpikir apa nikah aja, ya? Dengan niat supaya ada yang bertanggung jawab dan membimbing. Akhirnya memang jadi kenyataan, menikah di usia 21 tahun, dan dikaruniai buah hati umur 22 tahun. Tapi teh Ayu menggarisbawahi agar para mahasiswi jangan asal baper lihat foto-foto pasangan nikah muda yang tampak wow di media sosial, kalau belum siap mending jangan, karena tantangan setelah menikah itu tidak mudah

Setelah menikah dan punya anak, teh Ayu sempat kerja kantoran sehari tapi tidak betah hanya duduk di belakang komputer, seperti juga saat magang semasa kuliah. Mamanya sampai sempat berucap kalau tahu tidak niat kerja kantoran mungkin dulu nggak akan dikuliahkan.

Momalula memulai berjualan sekitar tahun 2010, semula berdagang makanan dari bazaar ke bazaar, kemudian merambah ke facebook. Belakangan karena orangtua suka ke Tanah Abang, sering juga dimintai saran padu padan berbusana, plus merasa punya selera fashion yang berbeda dari kebanyakan, Momalula terpikir untuk terjun ke bisnis fashion. Awalnya menjual produk orang lain, kemudian mulai membuat sendiri. Terkumpullah modal yang lumayan, mengajak partner bisnis hijab, lalu bubar. Mulai lagi dari nol, dan lahirlah Hijab Sally Heart. Prosesnya memang panjang, dari 2010-2015, karena terus berproses. Seperti kata ustadzah Yulia tadi, ada baiknya memulai usaha dengan belajar fiqh muamalatnya dulu.

Continue reading

Mau Jadi MuslimahPreneur? Belajar Fiqh-nya Dulu Yuk… 

Sabtu ini saya mengikuti SEMUSIM (Seminar Muslimah Nasional) 2017 yang diadakan oleh LDK FUSI Universitas Islam Jakarta tanggal 18 Maret 2017. Tema yang diangkat adalah The Power of MuslimahPreneur, sehingga materi yang disajikan juga banyak mengulas tentang memulai bisnis bagi muslimah. Berasa agak tua karena kebanyakan peserta dan tentu saja panitianya adalah para mahasiswi, tapi mumpung dekat (banget) ini, jadi cuss lah berangkat.

Pada sesi pertama, Ustadzah dr. Yulia Andani Murti menyajikan materi fiqh muamalah.

Jadi, menurut beliau, Rasulullah saw bisa menjadi entrepreneur hebat dengan dukungan masa kecil yang dikelilingi dan dididik oleh para pengusaha juga.

Dalam berdagang, kita harus mengikuti etika yang sudah ditetapkan oleh Islam sebagai berikut:

Continue reading

Buku yang paling Ingin Kubaca Tahun Ini

Saya ini mengaku pecinta buku, tapi lihatlah, buku yang saya ulas di blog ini amatlah minim. Boro-boro mau bikin blog khusus ulasan buku yang sudah dibaca. Kalau mengingat masa-masa ngeblog di Multiply sekitar 8 tahun yang lalu ketika saya bisa membaca lebih dari satu buku dalam seminggu sekaligus menuliskan review saya lalu dibikin rekap perbulan, memang jauuuh. Realistis juga sih, waktu itu masih bekerja di kantor yang tidak sesibuk kantor di Jakarta dan belum punya anak pula. Maka jika sekarang bisa baca dua buku sebulan (selain bacain buku untuk anak-anak–yang semalam bisa tiga-empat buku meski tipis-tipis) aja rasanya itu udah prestasi banget. Selesai baca buku, maunya sih bikin catatan dan ulasan untuk mengikat apa yang sudah dibaca dan dokumentasi pribadi juga, tapi sementara pembelaan diri saya adalah “mending waktunya buat baca buku yang lain dulu aja deh — itu juga kalau sempat”. Bagaimana pun, harus ada skala prioritas, kan? *ngeles lagi.

Jadi ketika mba Ika di blognya melempar pertanyaan “Buku apa yang paling ingin dibaca tahun ini?”, sebetulnya sih yang pertama ingin dibaca adalah tumpukan buku di rumah, hehehe. Tapi supaya lebih spesifik, saya khususkan untuk buku-buku yang baru akan keluar tahun ini alias statusnya masih ‘coming soon‘, ya. Kenapa nggak cuma satu, ceritanya biar imbang antara fiksi sama nonfiksi.

Continue reading

(Dari Grup BiAS) Bijak Mengelola Waktu

 🌍 BimbinganIslam.com

Senin, 07 Jumadal Akhir 1438 H / 06 Maret 2017 M

👤 Ustadz Abdullah Zaen, MA

📔 Materi Tematik | Tips Mengoptimalkan Waktu (Bagian 1 dari 4)

⬇ Link audio: bit.ly/BiAS-AZ-TipsMengoptimalkanWaktu-01

🌐 Sumber: https://youtu.be/t2SyhH8fsBE

———————————–

TIPS MENGOPTIMALKAN WAKTU (BAGIAN 1 DARI 4)

 

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

إنّ حمد لله

Kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allāh Tabarāka wa Ta’ala

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kepada para shahabatnya, keluarganya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga akhir nanti.

Pada kesempatan kali ini, in syā Allāh kita memperlajari bagaimana cara mengoptimalkan waktu.

Bagaimana supaya waktu kita optimal, sehingga dengan waktu yang sama kita bisa meraih sesuatu yang lebih banyak dibandingkan orang lain.

Ada beberapa poin in syā Allāh, kita mulai dengan poin yang pertama.

(1) JANGAN MEMBIARKAN WAKTU KITA KOSONG TANPA AKTIVITAS YANG BERMANFAAT

Continue reading

Belajar Bijak Memuji Buah Hati dari Adhitya Mulya

Bulan ini, mumpung ada waktu, saya kembali mengikuti kegiatan #TUMNgopiCantik. Masih mengambil tempat di fx Sudirman, pada tanggal 4 Maret ini yang diundang adalah kang Adhitya Mulya, penulis yang juga suami dari founder The Urban Mama teh Ninit Yunita. Sebelumnya saya juga sudah pernah mengikuti acara The Urban Mama di mana kang Adhit didaulat mengisi, tapi kali itu yang disajikan lebih spesifik ke helicopter parenting.

Continue reading

Dengan Seulas Senyuman

Apakah kau masih di sana, Sayang? Aku tahu, kala itu kau masih terlampau mungil untuk memberikan tanggapan. Ruhmu bahkan belum lagi ditiupkan. Anggota tubuhmu barangkali juga belumlah lengkap diciptakan. Tak sempat kami ketahui apakah jantungmu sudah sempat menunjukkan denyut kehidupan. Tapi, tak salah kan, jika dalam menanti kehadiranmu kami mulai menyusun aneka persiapan? Merangkaikan sederet nama indah untuk kelak disematkan, membeli seperangkat baju untuk dipakaikan, memesan kain gendongan, mencermati cara pemberian ASI agar hakmu tertunaikan, menumpuk buku-buku cerita berhikmah untuk nantinya dibacakan, meminta doa keselamatan dari mereka yang berkenan khususnya yang dituakan, mengoleksi alat-alat edukatif berupa mainan, mendatangi ahlinya untuk mendapatkan saran kesehatan, menyusun jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kritismu yang kira-kira bakal dilontarkan, sambil menunggu engkau benar-benar datang. Tak kami hiraukan mitos yang menyebutnya sebagai pantangan. Sebab kami ingin segalanya dalam keadaan baik tatkala kau dihadirkan. 

Apakah kau masih di sana, Sayang? Agustus itu, tujuh tahun silam, begitu muram oleh hujan seharian. Waktu yang kita habiskan bersama untuk berjuang sejak kontraksi hebat itu menyapa sudah mendekati 24 jam, dan pada penghujung hari kita pasrahkan keadaan. Tirai malam yang ditutupkan seolah sekaligus menjadi ucapan salam perpisahan. Entah di hati atau di rahimku ngilu itu lebih kuat kurasakan. Sakitnya cuma mampu tersamarkan oleh ayat-ayat-Nya yang ayahmu lantunkan. Di meja operasi, hanya asma Allah yang sanggup kusebut di sela jerit tertahan, melawan pengaruh bius yang tak sepenuhnya mempan. Ada sesuatu yang hilang, lenyap di tengah deraan rasa sakit dan tangisan. Lantas ketika semuanya usai, rasanya bak disentakkan. Tak sanggup kusebut sanubari atau badan ini yang lebih hampa dan kosong akibat ditinggalkan oleh serpihan kenangan. Karena kau sempat mengisi tubuhku dengan kehangatan, memenuhi pikiranku dan ayahmu dengan keceriaan, juga menghiasi tiap doa yang terpanjatkan pagi siang dan malam.

Continue reading

Cemilan Rabu Kelas Bunda Sayang IIP: Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak

🍯🧀Cemilan Rabu #1🧀🍯
Materi 2: Melatih Kemandirian Anak
Membangun dan Mendidik Kemandirian pada Anak
Membangun dan mendidik kemandirian anak bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama melatih anak mandiri ketika masih di usia dini. Secara alamiah anak sebenarnya cenderung untuk belajar memiliki kemandirian. “Yes, I can!” Kata-kata ajaib ini merupakan sinyal dari kesadaran seorang anak terhadap diri dan kemampuannya sendiri untuk menentukan dirinya.
Orangtua yang bijaksana memanfaatkan keinginan akan kemandirian ini dengan membiarkan anak-anak mereka mempraktikkan keterampilan mereka yang baru muncul sesering mungkin pada lingkungan yang aman atau ramah anak. Dukungan orangtua yang seperti ini memang sangat dibutuhkan anak agar dapat melakukan berbagai hal secara mandiri, termasuk aktivitas yang masih relatif sulit.
Namun realita yang ada, orangtua terkadang merasa tidak tega, tidak bersabar, khawatir yang lahir karena bentuk rasa sayang yang berlebihan kepada anak. Inilah salah satu penyebab dari kegagalan anak dalam proses kemandiriannya. Oleh karena itu, oran tua perlu memperbaiki sikap mental agar tidak mudah khawatir dengan anak.
Faktor lingkungan juga terkadang ikut andil dalam kegagalan proses kemandirian anak. Dorongan negatif dari lingkungan sekitar yang terkadang menganggap apa yang orangtua lakukan untuk melatih kemandirian anaknya sebagai bentuk eksploitasi. Padahal yang paling terpenting dan utama dalam membangun dan mendidik kemandirian anak adalah ketika anak merasa senang dalam melakukan aktivitas kemandiriannya tanpa ada rasa takut ataupun karena ada rasa tekanan dari luar.
Perlu diketahui bahwa kemandirian anak usia dini berbeda dengan kemandirian remaja ataupun orang dewasa. Jika pengertian mandiri untuk remaja dan orang dewasa adalah kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas apa yang dilakukan tanpa membebani orang lain, sedangkan untuk anak usia dini adalah kemampuan yang disesuaikan perkembangan usianya.
Adapun jenis kemandirian anak yang perlu dibangun adalah sebagai berikut:
1. Kemandirian dalam Keterampilan Hidup
Prinsip pokok menumbuhkan kemandirian dalam keterampilan hidup adalah memberi kesempatan, bukan melatih. Anak secara alamiah memang cenderung berusaha belajar melakukan berbagai keterampilan hidup sehari-hari secara mandiri, semisal makan, mengenakan baju sendiri, mandiri sendiri, dsb.
Jika kita mengizinkan anak melakukan berbagai aktivitas hidup sehari-hari tersebut secara mandiri, lambat laun ia akan terampil. Yang kita perlukan hanyalah kesediaan mendampingi sehingga anak tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, meskipun kita tetap harus menyadari bahwa untuk mencapai keterampilan perlu latihan yang banyak dengan berbagai kesalahannya.
Kemandirian itu akan lebih meningkat kualitasnya jika orangtua secara sengaja memberi rangsangan kepada anak berupa tantangan untuk mengerjakan yang lebih rumit dan sulit. Ini bukan saja melatih kemandirian dalam urusan keterampilan hidup sehari-hari, melainkan juga menumbuhkan kemandirian secara emosional.

Continue reading

Inspirasi Mengelola Keuangan: Habiskan Saja?

Pagi ini saya mengikuti bedah buku Ladies, Belanjakan Saja Semua Uangmu bersama penulisnya, Ai Nur Bayinah, S.E.I.,M.M.,CPMM. (perencana keuangan, dosen Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, Direktur Eksekutif SEBI Islamic Business & Economics Research Center), yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Kementerian Keuangan. Judul bukunya provokatif ya, hehehe. Menarik memang, jadi penasaran seperti apa sih yang dimaksud dengan menghabiskan uang itu. Kalau disimak sih sepanjang bedah buku tidak ada penjelasan secara eksplisit mengenai hal itu kecuali petunjuk tentang bagaimana mengalokasikan pendapatan bulanan. Selengkapnya mungkin bisa dibaca di buku LBSSU, yang tadi dibagikan ke semua peserta yang sudah mendaftar melalui e-mail. Ulasan buku menyusul ya, belum sempat baca nih.

Berikut catatan saya dari acara tersebut:

Uang itu seperti air. Makin lama disimpan, hasrat kita untuk menghabiskan juga seringkali makin besar.

Banyak yang bertanya, kapan saat yang tepat bagi kita untuk merencanakan keuangan? Apakah menunggu gaji sekian digit terlebih dahulu? Yang benar adalah mulai saat kita punya penghasilan. Penghasilan tidak selalu sama dengan pekerjaan ya, penghasilan bisa dari gaji, honor, transferan dari orangtua, warisan dst.

Kebanyakan sense untuk mengelola baru muncul saat menikah karena baru muncul hambatan-hambatannya. Sebelum menikah kadang masih bisa minta tambahan ke orangtua.

Continue reading