Saya mengenal Forum Lingkar Pena atau FLP pertama kalinya di bangku SMA. Saat itu, majalah Annida menjadi bacaan wajib saya. FLP di mata saya adalah organisasi yang memayungi para penulis, utamanya yang beragama Islam, agar bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menyemangati serta membantu dalam berkarya. Di kampus dulu sempat ada organisasi rintisan sebagai bagian dari FLP, tetapi saya tidak bergabung dan tidak mendengar lagi juga kelanjutannya. Sewaktu bertugas di Pangkalpinang, saya diajak oleh beberapa teman untuk membangkitkan lagi FLP Bangka Belitung, tetapi cita-cita itu juga belum terlaksana. Baru sebatas obrolan dengan anggota FLP yang dulu pernah membentuk FLP Bangka Belitung dan juga dengan salah satu pengurus FLP pusat. Begitu saya pindah ke Jakarta, obrolan itu jadi menguap.
Meski tidak menjadi anggota, tetapi saya tetap tertarik dengan berita-berita terkait FLP. Ketika membaca pengumuman di grup Blogger Muslimah bahwa dalam pada tanggal 24 Februari akan diselenggarakan acara untuk memperingati Milad ke-22 Forum Lingkar Pena, saya pun mendaftarkan diri. Kegiatannya sendiri mengambil tema Berbakti, Berkarya, Berarti dan diselenggarakan di kantor Balai Pustaka, Jakarta Timur.
Baru dari acara inilah saya mencermati betul sejarah FLP lewat video yang disajikan. Jadi, FLP didirikan di UI pada tanggal 22 Februari 2007 oleh tiga aktivis literasi yaitu mbak Helvy Tiana Rosa, mbak Asma Nadia (Asmarani Rosalba), dan mbak Maimon Herawati. Yang pernah menjadi Ketua Umum FLP adalah mbak Helvy Tiana Rosa (1997-2005), mas M. Irfan Hidayatullah (2005-2009), mbak Izzatul Jannah atau Setiawati Intan Savitri (2009-2013), dan mbak Sinta Yudisia Wisudanti (2013-2017). Kini anggota FLP yang sudah terverifikasi mencapai 2800 orang, dan masih ratusan yang belum terekonsiliasi registrasinya. FLP memiliki penjenjangan anggota (Muda, Madya, Andal) dengan assessment terstandar. Dalam kegiatan ini juga sekaligus diadakan peluncuran buku “Berbakti, Berkarya, Berarti: Jejak Forum Lingkar Pena dalam Gerakan Literasi Indonesia”.

Mba Yeni Mulati atau lebih dikenal dengan nama penanya Afifah Afra selaku Ketua Umum FLP Pusat periode 2017-2021 bercerita tentang visi dan misi FLP yang langsung to the point: literasi merupakan satu tujuan penting. “Kita ingin literasi menjadi suatu hal yang universal, masuk ke gang-gang sempit, kedai kopi, pos ronda, tempat berkumpulnya ibu rumah tangga. Mengembalikan periode yang hilang, yang tercungkil dari periode peradaban Indonesia,” sebut mba Afifah Afra.






